UNIMMANUNIMMAN

Jurnal Kesehatan AmanahJurnal Kesehatan Amanah

Hipertensi merupakan masalah kesehatan masyarakat yang serius karena dapat menimbulkan komplikasi jangka panjang seperti stroke, gagal ginjal, dan penyakit jantung koroner yang meningkatkan angka kesakitan serta kematian. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara obesitas, aktivitas fisik, dan pola tidur dengan kejadian hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Sudiang Kota Makassar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain potong lintang (cross-sectional) untuk memperoleh gambaran hubungan antarvariabel secara menyeluruh. Jumlah sampel sebanyak 100 orang diperoleh dari populasi 22.572 orang dengan menggunakan rumus Slovin pada tingkat kesalahan sepuluh persen dan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria tertentu agar hasil penelitian lebih tepat sasaran. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur dan penelusuran rekam medis, kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara obesitas (p = 0,000), aktivitas fisik (p = 0,023), dan pola tidur (p = 0,019) dengan kejadian hipertensi. Responden yang mengalami obesitas, memiliki aktivitas fisik rendah, serta pola tidur buruk memiliki risiko lebih tinggi terkena hipertensi dibandingkan responden yang memiliki gaya hidup sehat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa menjaga berat badan ideal, meningkatkan aktivitas fisik, dan memperbaiki pola tidur merupakan langkah penting dalam mencegah hipertensi. Tenaga kesehatan diharapkan lebih aktif dalam memberikan edukasi, pemantauan, dan intervensi untuk mengurangi faktor risiko hipertensi pada masyarakat.

Ada hubungan yang bermakna antara obesitas dengan kejadian hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Sudiang Kota Makassar dengan nilai ρ-Value=0,000

Penelitian selanjutnya dapat menyelidiki bagaimana pengukuran obesitas yang lebih komprehensif, seperti lingkar pinggang atau persentase lemak tubuh, memengaruhi risiko hipertensi di komunitas serupa; selanjutnya, studi observasional atau kualitatif dapat mengeksplorasi faktor-faktor penghambat aktivitas fisik, termasuk beban kerja, keterbatasan waktu, dan akses fasilitas olahraga, untuk merancang intervensi yang lebih efektif; terakhir, penggunaan perangkat pemantau tidur objektif seperti actigraphy atau sleep tracker dapat menilai hubungan antara kualitas tidur dan tekanan darah secara lebih akurat, serta mengidentifikasi peran stres, penggunaan gadget, dan pola kerja malam dalam mempengaruhi hipertensi, sehingga memberikan dasar bagi program pencegahan yang berbasis bukti.

  1. Hubungan Kualitas Tidur dengan Tekanan Darah pada Penyandang Hipertensi di Kelurahan Paslaten Satu Lingkungan... doi.org/10.35790/ecl.v12i3.53864Hubungan Kualitas Tidur dengan Tekanan Darah pada Penyandang Hipertensi di Kelurahan Paslaten Satu Lingkungan doi 10 35790 ecl v12i3 53864
  2. Fenomena Quiet Quitting pada Tenaga Kesehatan dalam Konteks Lingkungan Kerja dan Motivasi Intrinsik:... doi.org/10.57214/jka.v9i2.927Fenomena Quiet Quitting pada Tenaga Kesehatan dalam Konteks Lingkungan Kerja dan Motivasi Intrinsik doi 10 57214 jka v9i2 927
  3. Analisis Mengenai Hubungan Obesitas, Aktivitas Fisik, dan Stres Kerja Dengan Kejadian Hipertensi Pada... doi.org/10.14710/jkm.v11i1.35834Analisis Mengenai Hubungan Obesitas Aktivitas Fisik dan Stres Kerja Dengan Kejadian Hipertensi Pada doi 10 14710 jkm v11i1 35834
Read online
File size1.12 MB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test