UNMUNM

Jurnal Psikologi Pendidikan dan KonselingJurnal Psikologi Pendidikan dan Konseling

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh strategi koping terhadap perilaku Non‑Suicidal Self‑Injury (NSSI) pada mahasiswa Universitas Negeri Semarang. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan melibatkan 125 responden yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Instrumen penelitian yang digunakan adalah Brief COPE Scale dan Inventory of Statements About Self‑Injury (ISAS). Teknik analisis data yang diterapkan adalah regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan, variabel strategi koping berpengaruh signifikan terhadap perilaku NSSI (R² = 0,124, F = 5,692, p = 0,001). Strategi koping memberikan kontribusi sebesar 12,4% terhadap perilaku NSSI, sedangkan sisanya sebesar 87,6% dipengaruhi oleh faktor lain di luar model penelitian ini. Secara parsial, dimensi koping tidak menunjukkan pengaruh signifikan secara individual (p > 0,05). Hasil penelitian ini mengindikasikan bahwa pengaruh strategi koping terhadap perilaku NSSI bersifat kolektif, di mana signifikansi statistik muncul melalui interaksi antar dimensi koping secara bersama‑sama, bukan melalui pengaruh independen dari masing‑masing dimensi. Implikasi penelitian ini adalah perlunya program intervensi holistik untuk mengoptimalkan sistem koping mahasiswa secara menyeluruh sebagai upaya preventif terhadap perilaku NSSI.

This study concludes that coping strategies simultaneously influence tendencies toward Non‑Suicidal Self‑Injury (NSSI) among UNNES students, but their contribution is modest (12,4%).Self‑injurious behavior is better understood as resulting from failures in emotion regulation, cognitive distortions, and limited social support.Consequently, students resort to NSSI as an immediate escape when academic and emotional pressures exceed their mental defenses.

Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi tiga arah utama. Pertama, bagaimana regulasi emosi berperan sebagai mediator antara strategi koping dan perilaku NSSI pada mahasiswa, sehingga dapat mengidentifikasi mekanisme psikologis yang mendasari hubungan tersebut? Kedua, sejauh mana dukungan sosial dari keluarga, teman, dan lingkungan kampus memoderasi risiko NSSI, dengan melakukan studi longitudinal untuk melacak perubahan dukungan serta konsekuensinya selama masa studi? Ketiga, apakah program intervensi holistik yang mengintegrasikan ketiga dimensi koping (problem‑focused, emotion‑focused, dan dysfunctional) secara bersamaan dapat mengurangi frekuensi NSSI dibandingkan pendekatan terpisah, melalui percobaan terkontrol di beberapa fakultas. Selain itu, penelitian dapat memanfaatkan pendekatan campuran dengan menggabungkan data kuantitatif dan wawancara mendalam untuk memperoleh perspektif subjektif mahasiswa tentang pengalaman mereka dengan NSSI. Temuan dari studi tersebut nantinya dapat dijadikan dasar untuk merancang modul pelatihan coping yang adaptif serta kebijakan kampus yang responsif terhadap kebutuhan kesehatan mental mahasiswa.

  1. Psikohumaniora: Jurnal Penelitian Psikologi. exploring usefulness brief cope clinical positive psychology... doi.org/10.21580/pjpp.v8i1.15063Psikohumaniora Jurnal Penelitian Psikologi exploring usefulness brief cope clinical positive psychology doi 10 21580 pjpp v8i1 15063
  2. Vol 13, No 1 (2024). vol psikostudia jurnal psikologi doi http dx v13i1 table contents articles human... doi.org/10.30872/psikostudia.v13i1Vol 13 No 1 2024 vol psikostudia jurnal psikologi doi http dx v13i1 table contents articles human doi 10 30872 psikostudia v13i1
  3. Peran Disregulasi Emosi terhadap Kecenderungan Melakukan Perilaku Nonsuicidal Self-Injury (NSSI) pada... journal.ugm.ac.id/gamajop/article/view/79558Peran Disregulasi Emosi terhadap Kecenderungan Melakukan Perilaku Nonsuicidal Self Injury NSSI pada journal ugm ac gamajop article view 79558
  4.  . 0 mdpi.com/2227-9067/12/9/1230A 0 mdpi 2227 9067 12 9 1230
Read online
File size512.46 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test