UNDANAUNDANA

J-ICON: Jurnal Komputer dan InformatikaJ-ICON: Jurnal Komputer dan Informatika

Kebutuhan gizi di Indonesia bervariasi berdasarkan usia, jenis kelamin, aktivitas fisik, dan kondisi kesehatan individu. Menurut Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2019, Angka Kecukupan Gizi (AKG) yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan memberikan pedoman tentang kebutuhan energi harian (kalori). Untuk bayi berusia 0 hingga 12 bulan, asupan yang diperlukan adalah 550-725 kkal. Tahap balita (0-5 tahun) adalah periode pertumbuhan emas, di mana perkembangan fisik dan otak terjadi dengan cepat. Malnutrisi selama periode ini dapat menyebabkan gangguan pertumbuhan seperti stunting, yang memiliki efek jangka panjang pada kesehatan dan kecerdasan anak. Untuk menentukan status gizi balita, penting untuk mengklasifikasikan status mereka berdasarkan rasio berat dan tinggi badan, yang umumnya diukur menggunakan Indeks Massa Tubuh (IMT). IMT digunakan untuk menentukan apakah berat badan anak masuk ke dalam kategori normal, kekurangan gizi, atau obesitas. Oleh karena itu, pemantauan secara teratur diperlukan untuk mendeteksi masalah gizi secara dini, sehingga memungkinkan intervensi yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sebuah website menggunakan algoritma k-medoids untuk menilai status gizi balita. Proses perhitungan dalam penelitian ini, yang melibatkan 30 sampel data balita, menentukan jumlah balita dalam setiap kluster: status gizi normal, kekurangan gizi, dan obesitas. Penelitian ini juga menerapkan Matriks Kebingungan untuk mengevaluasi kinerja pengelompokan, termasuk akurasi, presisi, dan recall. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa algoritma k-medoids berfungsi dengan sempurna, mencapai akurasi 100% untuk semua kluster. Hal ini menunjukkan bahwa k-medoids berhasil mengklasifikasikan data ke dalam kluster tanpa kesalahan.

Berdasarkan pembahasan implementasi algoritma K-Medoids dalam pengelompokkan data status gizi balita, dapat disimpulkan bahwa proses pengelompokkan dilakukan dalam dua iterasi.Pada iterasi pertama, total proximity yang dihasilkan lebih optimal dengan nilai 9,825654, sedangkan pada iterasi kedua, total proximity meningkat menjadi 13,074997, yang menunjukkan bahwa iterasi kedua kurang optimal.Oleh karena itu, iterasi pertama dipilih sebagai solusi terbaik.Evaluasi kinerja algoritma K-Medoids menggunakan matriks kebingungan menunjukkan hasil yang sangat baik, dengan tingkat akurasi, presisi, dan recall mencapai 100%.Sehingga, algoritma k-medoids mampu membagi data balita ke dalam kluster dengan sangat akurat.Ada beberapa saran yang dapat dipertimbangkan dengan mengulangi Proses Pengelompokkan, meskipun iterasi pertama memberikan hasil yang lebih optimal, disarankan untuk mengulangi proses pengelompokkan dengan variasi parameter yang berbeda atau jumlah kluster.Hal ini dapat membantu menemukan solusi yang baik untuk memastikan bahwa hasil yang diperoleh tidak bergantung pada satu iterasi.Analisis lebih lanjut, yaitu memperoleh pemahaman yang mendalam tentang data, dapat melakukan analisis kluster yang terbentuk.Misalnya, melihat karakteristik setiap kluster untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi status gizi balita dan mengembangkan strategi intervensi yang efektif.Pengelompokkan data status gizi balita diterapkan pada dataset lain, seperti data kesehatan atau pendidikan yang dapat membantu dalam mengeksplorasi potensi algoritma di berbagai bidang.

Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk mengulangi proses pengelompokkan dengan variasi parameter atau jumlah kluster yang berbeda. Hal ini dapat membantu menemukan solusi yang lebih optimal dan memastikan bahwa hasil tidak bergantung pada satu iterasi saja. Selain itu, analisis lebih dalam terhadap data dan karakteristik kluster dapat dilakukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi status gizi balita. Dengan demikian, strategi intervensi yang lebih efektif dapat dikembangkan. Pengaplikasian pengelompokkan data status gizi balita pada dataset lain, seperti data kesehatan atau pendidikan, juga dapat menjadi fokus penelitian selanjutnya untuk mengeksplorasi potensi algoritma di berbagai bidang.

  1. Implementasi Analisis Clustering K-Medoids dalam Pengelompokan Bayi Lahir, Gizi Buruk, dan BBLR Berdasarkan... doi.org/10.20885/esds.vol2.iss.1.art4Implementasi Analisis Clustering K Medoids dalam Pengelompokan Bayi Lahir Gizi Buruk dan BBLR Berdasarkan doi 10 20885 esds vol2 iss 1 art4
  2. Penerapan Metode K-Medoid Dalam Pengelompokkan Data Pertanian Di Dinas Tanaman Pangan Hortikultura Dan... jurnal.unived.ac.id/index.php/jmi/article/view/6459Penerapan Metode K Medoid Dalam Pengelompokkan Data Pertanian Di Dinas Tanaman Pangan Hortikultura Dan jurnal unived ac index php jmi article view 6459
  3. Implementasi Data Mining Untuk Klustering Stunting Gizi Pada Balita Dipuskesmas Sigambal Meggunakan Metode... jurnal.ulb.ac.id/index.php/informatika/article/view/6159Implementasi Data Mining Untuk Klustering Stunting Gizi Pada Balita Dipuskesmas Sigambal Meggunakan Metode jurnal ulb ac index php informatika article view 6159
  4. Radware Bot Manager Captcha. radware manager captcha apologize ensure keep safe please confirm human... doi.org/10.1088/1757-899X/420/1/012092Radware Bot Manager Captcha radware manager captcha apologize ensure keep safe please confirm human doi 10 1088 1757 899X 420 1 012092
Read online
File size689.46 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test