UPHUPH

Jurnal Sinergitas PKM & CSRJurnal Sinergitas PKM & CSR

Tercatat lebih dari 7536 jiwa pengangguran usia produktif tersebar di kota-kota dalam provinsi Banten. 4473 jiwa diantaranya berada di empat kota, yaitu Kota Serang, Rangkasbitung, Cilegon, dan Pandeglang [1]. Mereka terlantar di jalanan dan berkeliaran.Pemerintahan Banten belum memiliki program khusus yang progresif, komprehensif, dan berkesinambungan untuk mengatasi pengangguran dan Pemuda Putus Sekolah.Sehubungan dengan itu, timUniversitas Sultan Ageng Tirtayasa Banten menawarkan program kerjasama dalam bentuk pengabdian working with community. Tujuan program ini adalah: 1) memberdayakan pengangguran usia produktif, 2) memberikan keterampilan (life skills) start-up enterpreneur untuk pengembangan dan promosi produk lokal Banten , 3) meningkatkan status sosial pengangguran guna mewujudkan program less children on the street menuju masyarakat Banten berkarya dan berbudaya, 4) membuat program integratif dan komprehensif berkelanjutan untuk mengatasi problematika kelompok sosial pengangguran. Metode transformasi sosial dilaksanakan melalui pelatihan vocational entrepreneur skills. Kegiatan dimulai dengan penyuluhan, pelatihan, dan pendampingan. Penerapan teknologi sart-up enterpreneur diberikan untuk promosi produk lokal Banten. Sebanyak 30 pengangguran dibagi menjadi tiga kelompok pelatihan. Jenis pelatihan yang diberikan adalah keterampilan sablon, kewirausahaan, dan pemanfaatan hand phone untuk bisnis on line. Ketiga jenis pelatihan diberikan secara bergantian antar-satu kelompok dengan kelompok lainnya. Produk akhir berupa sablon kaos dijual secara off line di tempat wisata Gunung Pinang dan melalui media on line bukalapak dan tokopedia. Pemberdayaan yang dilaksanakan sedikit banyaknya telah dapat memberi perubahan. Para pengangguran menjadi lebih percaya diri karena dapat memanfaatkan hand phone untuk berwirausahan secara bertahap. Masyarakat mulai keratif mencari ide untuk mengembangkan dan mempromosikan produk lokal Banten.

Provinsi Banten memiliki potensi unggulan yang beragam, terutama dari pemuda putus sekolah, pemuda tuna karya, dan anak jalanan yang berada pada usia produktif.Kelompok tersebut dapat menjadi aset potensial bila dikelola, diberdayakan secara terarah, dan diberikan keterampilan sesuai minat serta perkembangan mereka.Oleh karena itu, diperlukan pengembangan lanjutan yang fokus pada peningkatan keterampilan dan pengelolaan berkelanjutan demi manfaat yang berkesinambungan bagi masyarakat dan pemerintah setempat.

Penelitian selanjutnya dapat mengevaluasi keberlanjutan jangka panjang program pemberdayaan terhadap peningkatan pendapatan dan integrasi sosial para peserta, sehingga dapat menilai dampak ekonomi serta sosial secara lebih komprehensif. Selanjutnya, perlu dilakukan perbandingan efektivitas antara modul pelatihan sablon, kewirausahaan, dan pemanfaatan hand phone dalam meningkatkan kompetensi kerja pemuda putus sekolah, tuna karya, dan anak jalanan, untuk menentukan pendekatan yang paling efisien. Selain itu, pengembangan sebuah platform digital berbasis komunitas yang menghubungkan pemuda terlatih dengan pasar lokal dan nasional dapat diuji coba, guna mempermudah akses pemasaran produk dan memperluas jaringan usaha. Ketiga penelitian tersebut akan memperkuat basis bukti bagi kebijakan publik dan program serupa di wilayah lain, serta memberikan rekomendasi praktis untuk memperbaiki desain intervensi di masa depan.

Read online
File size1.37 MB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test