UPHUPH

Jurnal Sinergitas PKM & CSRJurnal Sinergitas PKM & CSR

Ide rumah/ taman doa merupakan salah satu langkah yang tepat untuk membangun spiritualitas mahasiswa/i di Sekolah Tinggi Teologia Cipanas. Untuk itu perancangan rumah doa yang kontekstual dengan VISI, MISI STTC dan Lokasi yang berada di Cipanas, akan mewarnai desain rumah doa ini. Pada tahap pertama dari kegiatan PkM ini, telah dibuat rancangan awal dari rumah doa tersebut. Permasalahan utama dari lokasi di STT- Cipanas adalah kurang termanfaatkannya ruang antar bangunan yang ada, ruang luar yang kurang terolah dan kurangnya ruang peralihan yang menerus/ mengalir dari bangunan dalam ke ruang luar atau dari ruang/tempat publik ke ruang yang lebih privat (rumah doa). Tujuan kegiatan di tahap kedua ini adalah merancang taman yang mendukung rumah doa yang telah dirancang dalam tahap I dengan memanfaatkan lahan antar bangunan dengan mengembangkan konsep yang kontekstual dengan alam. Dengan terencananya tempat/taman doa ini, diharapkan komunitas STTC dapat memanfaatkan ruang terbuka yang ada dengan maksimal untuk mendukung pengembangan spiritual bagi mahasiswa-i/komunitas STTC dan komunitas sekitar yang membutuhkan tempat retreat/doa. Pada tahap kedua ini, akan diteruskan dengan gambar suasana lansekap dan interior dari taman dan rumah doa. Selain daripada itu, di tahap kedua ini akan dilakukan kegiatan gambar kerja dan perhitungan biaya pembangunan dari seluruh taman dan rumah doa, sehingga hasil kegiatan dapat segera diterapkan dalam pembangunannya.

Dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat tahap II dapat disimpulkan beberapa hal yang merupakan hasil kegiatan riung desain yang dapat menjadi masukan bagi pelaksana PkM dalam melakukan finalisasi perancangan rumah/taman doa dan penataan lensekap serta interiornya.Hasil dari kegiatan ini dapat pula menjadi masukan bagi pihak mitra dalam membangun, mengembangkan dan memelihara rumah/taman doa, lansekap dan interiornya di kemudian hari.Pelaksanaan PkM yang melibatkan pengguna untuk turut berpartisipasi dalam mendesain, dirasa penting sebagai proses untuk mendapatkan ide bagaimana harus mengatasi permasalahan yang ada di lapangan/lokasi (Srinaga, Katoppo & Hidayat, 2016).Beberapa hasil dari riung desain selain dapat mengatasi permasalahan yang dihadapi oleh komunitas/mitra di STTC, juga dapat mempertajam hasil rancangan dengan menampung kebutuhan dari aktifitas keseharian pengguna.

Untuk penelitian lanjutan, dapat dipertimbangkan beberapa saran berikut: Pertama, melakukan studi lebih mendalam tentang desain arsitektur organik yang dapat memperkuat konsep rumah/taman doa. Kedua, mengeksplorasi penggunaan elemen-elemen alam dalam desain interior dan eksterior, seperti tanaman hias, bunga, pohon, jalur hijau, dan unsur air, untuk menciptakan suasana yang khusuk dan intim. Ketiga, mengembangkan penelitian tentang hubungan antara desain lansekap dan spiritualitas, serta dampak positifnya terhadap komunitas STTC dan masyarakat sekitar.

Read online
File size1.88 MB
Pages15
DMCAReport

Related /

ads-block-test