UIT LIRBOYOUIT LIRBOYO

Intelektual: Jurnal Pendidikan dan Studi KeislamanIntelektual: Jurnal Pendidikan dan Studi Keislaman

Jamaah Tabligh menjadi wacana tersendiri dalam khazanah dunia Islam Indonesia. Perkembangannya yang terhitung pesat di negeri ini, ditambah dengan minimnya informasi tentang faham keagamaan ini menjadi menarik untuk diteliti. Pondok Pesantren Al Fatah adalah salah satu basis utama pendukung tersebarnya jamaah Tabligh. Pondok pesantren yang dulu berfaham Nahdiyyin ini saat ini berkembang begitu pesat dengan santri-santrinya mencapai lebih dari 10.000 dalam kurun waktu 15 tahun terakhir. Dengan berubahnya Al Fatah dari NU menjadi Jamaah Tabligh, tentu ada perubahan sistem pendidikannya. Penelitian ini menggunakan paradigma kontruktivis, pendekatan kualitatif, sifat penelitian deskriptif, teknik pengumpulan data dengan wawancara mendalam, dokumentasi.

Jamaah Tabligh yang berhasil mengubah Pondok Pesantren Al Fatah Temboro memiliki dasar ajaran yang sejalan dengan Ahlus Sunnah wal Jamaah, perbedaannya terletak pada metode dakwah.Sistem pendidikan sebelum masuknya paham Jamaah Tabligh mirip dengan pesantren salaf, dengan kurikulum ibtidaiyah, tsanawiyah, dan diniyah serta metode sorogan dan wethonan yang dievaluasi hanya oleh kyai.Perubahan yang terjadi meliputi ideologi, kurikulum, metode pembelajaran, serta evaluasi, termasuk penambahan materi referensi Jamaah Tabligh, metode muhasabah, dan musyawarah pendidikan yang dipimpin oleh kyai.

Saran penelitian lanjutan dapat difokuskan pada tiga arah utama. Pertama, bagaimana pengaruh metode muhasabah yang diperkenalkan oleh Jamaah Tabligh terhadap peningkatan kualitas amal dan keterlibatan religius santri di Pondok Pesantren Al Fatah? Kedua, bagaimana perbandingan perubahan kurikulum antara pesantren yang berafiliasi dengan Jamaah Tabligh dan pesantren tradisional NU dalam hal pencapaian kompetensi akademik dan karakter keagamaan? Ketiga, bagaimana dinamika sosial dan integrasi komunitas santri setelah pelaksanaan kegiatan khuruj bulanan, serta dampaknya terhadap hubungan antara pesantren dan masyarakat sekitar? Penelitian-penelitian tersebut sebaiknya menggunakan pendekatan campuran antara studi kasus kualitatif dan survei kuantitatif untuk mendapatkan gambaran menyeluruh. Selanjutnya, analisis longitudinal selama lima hingga sepuluh tahun dapat mengungkap tren jangka panjang perubahan sistem pendidikan. Hasilnya diharapkan dapat memberikan rekomendasi kebijakan yang lebih adaptif bagi pengelola pesantren. Dengan demikian, kontribusi ilmiah terhadap pemahaman transformasi pendidikan agama di Indonesia dapat semakin memperkaya literatur sosiologi pendidikan.

Read online
File size302.79 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test