UIT LIRBOYOUIT LIRBOYO

Tribakti: Jurnal Pemikiran KeislamanTribakti: Jurnal Pemikiran Keislaman

Penelitian ini menganalisis mediamorfosis Majalah Aula dari perspektif pasca-kolonial untuk menyelidiki bagaimana media Islam Nusantara mempertahankan eksistensinya, identitas budaya, dan otonomi epistemis di tengah hegemoni media digital global. Mediamorfosis dipahami sebagai proses negosiasi posisi epistemis media Islam lokal dalam lanskap digital yang didominasi oleh nilai-nilai dan struktur pengetahuan media Barat. Pendekatan kualitatif dengan paradigma konstruktivis digunakan. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan peserta kunci dan dokumentasi transformasi Majalah Aula, kemudian dianalisis secara induktif untuk mengidentifikasi dimensi strategis mediamorfosis. Temuan menunjukkan bahwa Aula menerapkan tiga strategi utama. Pertama, ko-evolusi dicapai dengan memperluas kehadiran di berbagai platform digital dan media sosial untuk menciptakan ruang alternatif bagi diskursus Islam. Kedua, konvergensi terwujud melalui pengembangan portal berita majalahaula.id yang mengintegrasikan jurnalisme, dakwah, dan perspektif Islam Nusantara. Ketiga, kompleksitas tercermin dalam partisipasi audiens, keterlibatan kontributor, dan konten yang dirancang untuk menarik pembaca muda. Strategi-strategi ini menunjukkan bahwa mediamorfosis Aula tidak hanya mempertahankan eksistensi institusionalnya, tetapi juga berfungsi sebagai perlawanan simbolis terhadap kolonialisme digital dengan melestarikan dan menyebarkan pengetahuan Islam Indonesia. Keunikan penelitian ini terletak pada interpretasi mediamorfosis sebagai strategi untuk perlawanan simbolis dan kelangsungan hidup epistemis.

Mediamorfosis Majalah Aula melampaui proses adaptasi teknologi linier dan lebih baik dipahami sebagai praktik media pasca-kolonial yang terbenam dalam struktur representasi dan kekuasaan simbolis yang tidak seimbang.Transformasi digital Aula mencerminkan negosiasi aktif visibilitas dalam medan yang tidak merata dari arus media global, sambil mempertahankan dan memperluas produksi epistemis Islam Nusantara yang berakar pada tradisi Nahdlatul Ulama.Proses ini menggambarkan hibriditas pasca-kolonial, di mana logika media digital global direkapitulasi untuk mengartikulasikan pengetahuan agama lokal dan mode dakwah yang terbenam secara budaya.Alih-alih menempati posisi pasif, Majalah Aula menunjukkan agen dalam membentuk ruang publik agama dengan menyebarluaskan narasi Islam moderat dan memperkuat hubungan antara platform digital dan praktik keagamaan berbasis komunitas.Mediamorfosisnya merupakan bentuk intervensi simbolis, memungkinkan media Islam lokal untuk merestrukturisasi representasi dominan Islam dalam ekosistem media global yang terstruktur oleh hubungan kekuasaan yang tidak setara.Meskipun memberikan kontribusi, penelitian ini terbatas oleh desain kasus tunggal dan ketergantungan pada analisis konten selektif dan data wawancara, yang mungkin tidak sepenuhnya menangkap penerimaan audiens atau dinamika platform spesifik.Penelitian masa depan harus mengadopsi pendekatan komparatif dengan mengkaji Aula bersama media Islam lainnya di dalam Indonesia dan lintas konteks pasca-kolonial untuk mengidentifikasi strategi adaptasi digital dan penempatan ideologis yang beragam.Penyelidikan lebih lanjut tentang keterlibatan audiens, mediasi algoritma, dan tata kelola platform juga akan memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang transformasi media Islam kontemporer.

Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan studi komparatif yang menyelidiki strategi adaptasi digital dan penempatan ideologis yang beragam di antara media Islam di Indonesia dan di berbagai konteks pasca-kolonial. Selain itu, perlu dilakukan penyelidikan lebih lanjut tentang keterlibatan audiens, mediasi algoritma, dan tata kelola platform untuk memahami secara komprehensif transformasi media Islam kontemporer. Penelitian ini dapat membantu memahami bagaimana media Islam lokal dapat mempertahankan identitas dan pengetahuan agama mereka dalam lanskap media digital yang didominasi oleh kekuatan global.

  1. Islam and Media | Bin Haji Ishak | Asian Social Science | CCSE. islam bin haji ishak asian social science... doi.org/10.5539/ass.v8n7p263Islam and Media Bin Haji Ishak Asian Social Science CCSE islam bin haji ishak asian social science doi 10 5539 ass v8n7p263
Read online
File size662.3 KB
Pages18
DMCAReport

Related /

ads-block-test