STIAMISTIAMI

Destinesia : Jurnal Hospitaliti dan PariwisataDestinesia : Jurnal Hospitaliti dan Pariwisata

Berdasarkan data Manumono dan Turgarini, konsumsi teh di Indonesia menurun hingga 49,28 % antara tahun 2006 dan 2021, sementara produktivitas teh meningkat 12,48 % pada periode yang sama dan diproyeksikan terus naik hingga 2026. Gastrodiplomasi muncul sebagai solusi untuk menyalurkan teh domestik ke pasar internasional. Penelitian ini mengkaji pemetaan jalur distribusi merek teh Walini sebagai brand gastrodiplomasi Indonesia di luar negeri. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan objek merek teh Walini yang dikelola oleh PT Perkebunan Nusantara (PTPN) I Regional 2. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara dengan narasumber Nona Helix dan kuesioner, serta analisis deskriptif dan analisis tetangga terdekat untuk memetakan pola distribusi. Hasil menunjukkan bahwa teh Walini memiliki kualitas dan kemasan yang tinggi, inovatif, serta cocok dijadikan brand gastrodiplomasi Indonesia. Teh Walini menggunakan empat saluran distribusi (zero‑level, one‑level, two‑level, three‑level). Di wilayah domestik, distribusi hampir mencakup semua pulau utama kecuali Papua dengan pola acak; sedangkan secara internasional, produk telah tersebar ke Kanada, Amerika Serikat, Uni Emirat Arab, Singapura, Malaysia, Rumania, dan Meksiko dengan pola terkelompok.

Teh Walini memiliki kualitas produk dan kemasan yang baik, serta mendapat respons positif, menjadikannya brand gastronomi yang berpotensi berkembang di pasar domestik dan internasional dengan beragam varian dan kemasan menarik.Strategi pembangunan citra merek melibatkan pencarian distributor, kolaborasi dengan pemerintah serta diplomat, dan partisipasi dalam program seperti misi dagang dan festival teh untuk meningkatkan brand awareness di dalam dan luar negeri.Distribusi dilakukan melalui empat saluran (zero‑level hingga three‑level), telah mencakup hampir seluruh provinsi di Indonesia (kecuali Papua) serta sejumlah negara tujuan, dengan pola distribusi acak di dalam negeri dan terkelompok di luar negeri.

Penelitian selanjutnya dapat mengevaluasi dampak kemasan yang mengintegrasikan elemen budaya Indonesia terhadap persepsi konsumen internasional dan niat beli merek teh, menggunakan desain eksperimental untuk mengukur pengaruh visual dan naratif budaya. Selanjutnya, studi campuran yang menggabungkan analisis spasial GIS dengan survei preferensi konsumen dapat mengidentifikasi saluran distribusi optimal untuk memperluas jangkauan teh Walini ke wilayah domestik yang belum terlayani (misalnya Papua) serta pasar luar negeri dengan potensi tinggi, memperhitungkan faktor logistik, demografis, dan perilaku konsumen. Akhirnya, penelitian longitudinal tentang efektivitas storytelling digital dan kolaborasi influencer media sosial dalam meningkatkan hasil gastrodiplomasi teh Indonesia dapat mengukur perubahan kesadaran merek dan volume perdagangan melalui metrik kuantitatif dan kualitatif selama periode tertentu.

  1. CO2 Emission Contribution Analysis of Rice Distribution Channels in Indonesia | Sustainability (STPP)... doi.org/10.30631/sdgs.v1i1.862CO2 Emission Contribution Analysis of Rice Distribution Channels in Indonesia Sustainability STPP doi 10 30631 sdgs v1i1 862
  2. Kajian Perkembangan Teh di Indonesia | AGRIFITIA : Journal of Agribusiness Plantation. kajian teh agrifitia... doi.org/10.55180/aft.v2i2.281Kajian Perkembangan Teh di Indonesia AGRIFITIA Journal of Agribusiness Plantation kajian teh agrifitia doi 10 55180 aft v2i2 281
Read online
File size532.35 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test