UPDMUPDM

Jurnal Dinamika Ilmu KomunikasiJurnal Dinamika Ilmu Komunikasi

Fenomena viral hashtag #KaburAjaDulu di TikTok menjadi ruang diskursus digital yang mencerminkan keresahan generasi muda terhadap kondisi lapangan kerja dan peluang masa depan di Indonesia. Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana pengguna TikTok memaknai narasi #KaburAjaDulu serta mengidentifikasi posisi resepsi audiens terhadap pesan yang disampaikan dalam konten. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis resepsi berdasarkan model encoding-decoding Stuart Hall. Data diperoleh melalui observasi konten TikTok dengan hashtag #KaburAjaDulu dan wawancara mendalam terhadap lima pengguna aktif TikTok yang dipilih secara purposive berdasarkan latar belakang sosial yang berbeda. Analisis dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan dukungan pengkodean tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konten #KaburAjaDulu membangun narasi mengenai bekerja di luar negeri sebagai alternatif masa depan yang lebih menjanjikan di tengah ketidakpastian ekonomi domestik. Audiens memaknai konten secara beragam melalui posisi dominant reading, negotiated reading, dan oppositional reading. Selain itu, algoritma TikTok melalui sistem rekomendasi konten menciptakan bubble effect yang memperkuat paparan pengguna terhadap narasi mobilitas kerja global. Penelitian ini menunjukkan bahwa media sosial berperan dalam membentuk persepsi generasi muda mengenai peluang kerja, identitas sosial, dan orientasi masa depan di era digital.

KaburAjaDulu tidak sekadar hiburan, melainkan mencerminkan kondisi sosial‑ekonomi generasi muda Indonesia serta menyajikan narasi kerja di luar negeri sebagai alternatif yang lebih menjanjikan.Analisis resepsi mengungkap bahwa mayoritas informan berada pada posisi dominant dan negotiated reading, yang mengindikasikan penerimaan pesan tentang peluang kerja luar negeri meski tetap kritis, sementara sebagian kecil mengadopsi oppositional reading.Algoritma TikTok, khususnya fitur For You Page, memperkuat penyebaran konten dan memperluas diskursus mengenai mobilitas kerja global, sehingga hashtag.KaburAjaDulu berfungsi sebagai artikulasi keresahan generasi muda terhadap pasar kerja domestik.

Penelitian lanjutan dapat melakukan studi komparatif antara TikTok, Instagram, dan YouTube untuk mengevaluasi bagaimana narasi hashtag terkait mobilitas kerja terbentuk dan diterima pada berbagai platform media sosial, sehingga dapat mengidentifikasi perbedaan pola resepsi antar media. Selain itu, penelitian longitudinal yang melacak perubahan posisi decoding audiens selama kurun waktu beberapa tahun, khususnya setelah pembaruan algoritma platform, dapat memberikan wawasan tentang dinamika persepsi generasi muda terhadap narasi kerja luar negeri seiring waktu. Selanjutnya, sebuah pendekatan eksperimental dapat menguji sejauh mana intensitas rekomendasi algoritmik mempengaruhi persepsi pengguna terhadap konten #KaburAjaDulu, dengan memvariasikan tingkat eksposur konten dan mengukur dampaknya terhadap sikap terhadap peluang kerja global, sehingga dapat memperjelas peran algoritma dalam membentuk opini publik.

  1. Coding Modeling in Qualitative Research-Case Studies | NUCLEUS. coding modeling qualitative research... journal.neolectura.com/index.php/nucleus/article/view/758Coding Modeling in Qualitative Research Case Studies NUCLEUS coding modeling qualitative research journal neolectura index php nucleus article view 758
  2. Pengaruh algoritma filter bubble dan echo chamber terhadap perilaku penggunaan internet | Berkala Ilmu... doi.org/10.22146/bip.v17i1.423Pengaruh algoritma filter bubble dan echo chamber terhadap perilaku penggunaan internet Berkala Ilmu doi 10 22146 bip v17i1 423
Read online
File size322.93 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test