ITNYITNY

KURVATEKKURVATEK

Indonesia telah mengadopsi DVB-T2 sebagai standar teknologi untuk penyiaran televisi digital terrestrial. Penelitian ini memiliki tujuan untuk menguji serta menganalisis kualitas penerimaan siaran TV DVB-T2 di wilayah layanan DKI Jakarta. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode drive test dan field strength untuk menguji dan mengevaluasi kualitas siaran televisi digital. Pengujian dilakukan di berbagai lokasi pada wilayah layanan DKI Jakarta menggunakan perangkat teknis Gsertel Hexylon TV Analyzer untuk menguji sinyal siaran TV DVB-T2. Hasil pengujian field strength lebih akurat dan tinggi nilai yang dihasilkan dari pada drive test. Beberapa parameter, seperti level signal dan MER dievaluasi dan dianalisis untuk menemukan apa saja yang mempengaruhi nilainya. Pengaturan parameter pemancar, seperti modulasi, FEC code rate, FFT mode, guard interval, dan pilot pattern sangat mempengaruhi nilai level signal dan MER karena berpotensi menghasilkan sinyal yang lebih kuat dan mempertahankan tingkat MER yang dapat diterima. Optimasi yang dilakukan pada CH 24 juga berhasil mempertahankan nilai level signal sebesar 18.19 dB dan MER-nya sebesar 55.01 dBµV untuk menjaga kestabilan siaran saat terjadi kegagalan teknis pada pemancar CH ke 1.

Pengujian siaran DVB‑T2 di wilayah Jakarta berhasil, hampir seluruh wilayah dapat menerima siaran digital.Nilai rata‑rata level signal dan MER field‑strength lebih tinggi (55.Parameter pemancar (modulasi, FEC, FFT, guard interval, pilot pattern) serta hambatan lingkungan memengaruhi kinerja sinyal.

Sesuai konteks penelitian ini, perlu diteliti lebih lanjut bagaimana hambatan fisik di wilayah Jakarta memengaruhi kinerja DVB‑T2. (1) Penelitian lapangan yang memanfaatkan data GIS detail dan simulasi ray‑tracing dapat mengukur efek multipath akibat gedung tinggi. (2) Selanjutnya, perbandingan empiris antara skema modulasi 256‑QAM dan 64‑QAM di kondisi sama akan menilai peningkatan kapasitas saluran dan ketahanan terhadap noise. (3) Akhirnya, pengembangan algoritma adaptif SFN yang menyesuaikan daya dan frekuensi secara real‑time dapat meningkatkan kestabilan sinyal. Selain itu, analisis statistik variabilitas sinyal di setiap titik dapat membantu operator mengidentifikasi zona rawan blackout. Penggunaan sistem monitoring berbasis IoT untuk memantau kualitas sinyal secara real‑time juga struck diusulkan sebagai cara memperbaiki respon cepat operator. Pendekatan ketiga ini skating diharapkan dapat memenuhi kebutuhan sinyal yang stabil di wilayah urban padat. Selama uji coba, parameter lingkungan seperti tingkat kepadatan penduduk dan jenis bangunan akan diukur secara kuantitatif. Hasil dari studi ini dapat menjadi dasar untuk kebijakan optimalisasi jaringan TV digital di kawasan metropolitan sejenis.

  1. SISTEM SIARAN DIGITAL VIDEO BROADCASTING TERESTRIAL 2 (DVB-T2) DI SCTV BATAM | Wijaya | JURNAL DIMENSI.... journal.unrika.ac.id/index.php/jurnaldms/article/view/82SISTEM SIARAN DIGITAL VIDEO BROADCASTING TERESTRIAL 2 DVB T2 DI SCTV BATAM Wijaya JURNAL DIMENSI journal unrika ac index php jurnaldms article view 82
  2. ANALYSIS OF ROCK QUALITY AND LANDSLIDE POTENTIAL IN NORTH JERING HILLS, SLEMAN, YOGYAKARTA | KURVATEK.... journal.itny.ac.id/index.php/krvtk/article/view/4688ANALYSIS OF ROCK QUALITY AND LANDSLIDE POTENTIAL IN NORTH JERING HILLS SLEMAN YOGYAKARTA KURVATEK journal itny ac index php krvtk article view 4688
Read online
File size1.47 MB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test