ITNYITNY

KURVATEKKURVATEK

Penelitian ini menganalisis penurunan tanah yang disebabkan oleh kompaksi alami di Kawasan Thamrin, Jakarta Pusat, sepanjang rute terowongan MRT CP201. Tanah lunak Jakarta, terutama lapisan lempung, berkontribusi terhadap penurunan tanah, dengan kisaran 0,2 hingga 3,6 meter dan laju penurunan mencapai 1,24 cm/tahun. Laju penurunan mengacu pada kecepatan penurunan permukaan tanah selama periode tertentu akibat berbagai faktor. Perhitungan laju penurunan penting untuk menilai dampaknya terhadap infrastruktur dan memprediksi prediksi penurunan. Dengan menggunakan metode analitis (konsolidasi satu dimensi) dan numerik (elemen hingga), prediksi penurunan dibuat berdasarkan data geoteknik dari tiga sumur bor, yaitu TS-01, TS-02, dan TS-03. Hasil menunjukkan korelasi positif antara kedua metode, dengan pendekatan numerik menghasilkan nilai yang sedikit lebih kecil karena pertimbangan deformasi vertikal dan horizontal. Analisis ini menekankan sifat tak terelakkan dari penurunan tanah akibat konsolidasi alami dan menekankan kebutuhan akan langkah-langkah mitigasi dan adaptasi, seperti perencanaan spasial dan sistem pemantauan, untuk meminimalkan dampak terhadap infrastruktur.

Kondisi tanah di Terowongan MRT CP201, terutama di Kawasan Thamrin, didominasi oleh lapisan lempung lunak hingga sangat lunak.Lensa pasir longgar hingga sangat longgar terperangkap di lapisan atas, sedangkan lensa pasir juga ditemukan di lapisan bawah dengan konsistensi tanah menjadi kaku hingga sangat kaku, didominasi oleh bahan lempung dan liat.Perbedaan interpretasi berdasarkan peta geologi regional dan deskripsi sampel sumur bor memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.Interpretasi ini mempengaruhi formasi yang ada di lokasi penelitian.Kehadiran lapisan lempung di bawah permukaan berkontribusi pada konsolidasi alami.Secara keseluruhan, konsolidasi alami berdampak pada penurunan tanah yang berkisar antara 0,2 hingga 3,6 meter dengan laju penurunan mencapai 2,35/tahun.Penurunan tanah di Jakarta Pusat akibat konsolidasi alami tidak dapat dihindari.Langkah-langkah adaptasi diperlukan untuk meminimalkan dampak potensial, seperti perencanaan spasial, sistem peringatan dini, dan pemantauan laju penurunan tanah.

Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan studi komparatif yang menyeluruh antara metode analitis dan numerik dalam menganalisis penurunan tanah akibat konsolidasi alami. Studi ini dapat mencakup analisis sensitivitas terhadap berbagai parameter tanah dan kondisi beban, serta mengeksplorasi metode alternatif untuk memperkirakan laju penurunan tanah. Selain itu, penelitian dapat dilakukan untuk mengevaluasi efektivitas langkah-langkah mitigasi dan adaptasi yang diusulkan, seperti sistem pemantauan dan perencanaan spasial, dalam mengurangi dampak penurunan tanah terhadap infrastruktur. Studi ini dapat mencakup analisis biaya-manfaat dan evaluasi dampak sosial dan ekonomi dari penurunan tanah di Jakarta Pusat.

  1. Full article: Current land subsidence in Jakarta: a multi-track SBAS InSAR analysis during 2017–2022... doi.org/10.1080/10106049.2024.2364726Full article Current land subsidence in Jakarta a multi track SBAS InSAR analysis during 2017yAAAe2022 doi 10 1080 10106049 2024 2364726
  2. ANALYSIS OF NATURAL COMPACTION IN MRT TUNNEL CP201, CENTRAL JAKARTA | KURVATEK. analysis natural compaction... journal.itny.ac.id/index.php/krvtk/article/view/5539ANALYSIS OF NATURAL COMPACTION IN MRT TUNNEL CP201 CENTRAL JAKARTA KURVATEK analysis natural compaction journal itny ac index php krvtk article view 5539
  3. PIAHS - Study on the risk and impacts of land subsidence in Jakarta. piahs study risk impacts land subsidence... piahs.copernicus.org/articles/372/115/2015PIAHS Study on the risk and impacts of land subsidence in Jakarta piahs study risk impacts land subsidence piahs copernicus articles 372 115 2015
Read online
File size618.48 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test