UINSAIDUINSAID

Al-Isnad: Journal of Islamic Civilization History and HumanitiesAl-Isnad: Journal of Islamic Civilization History and Humanities

Tulisan ini membahas tentang kehidupan orang Arab di Teluk Palu dalam kurun waktu satu abad, 1830-1930. Ada dua aspek yang diteliti, yaitu bagaimana jaringan orang Arab di Teluk Palu dan bagaimana kiprah mereka bagi masyarakat di Teluk Palu. Metode sejarah digunakan dalam tulisan ini dengan menggunakan sumber lisan dan sumber tulisan. Sumber lisan melalui wawancara dengan keluarga Arab di Palu sementara sumber tulisan berupa arsip publikasi resmi pemerintah kolonial, naskah dan manuskrip, buku, jurnal dan karya ilmiah. Temuan dalam penelitian ini yaitu: Pertama, orang Arab di Teluk Palu memiliki jaringan kekerabatan dan jaringan dagang dengan wilayah lainnya di nusantara seperti Makassar, Manado, Bolaang Mongondow, Buol, Teluk Tomini, Jawa, Kalimantan dan Singapura. Mereka juga membentuk jaringan kekerabatan dengan cara menikah dengan perempuan bangsawan setempat. Kedua, kiprah dan kontribusi orang Arab di Teluk Palu dapat dilihat dari aktivitas mereka di bidang dakwah dan syiar Islam, bidang politik, dan bidang ekonomi. Kehadiran mereka telah meninggalkan warisan budaya, antara lain berupa masjid, madrasah dan perayaan maulid.

Orang Arab di Teluk Palu membangun jaringan kekerabatan dan perdagangan yang meluas ke berbagai wilayah nusantara, termasuk Makassar, Manado, dan Singapura.Jaringan tersebut memperkuat posisi mereka dalam bidang dakwah, politik, dan ekonomi, sehingga menghasilkan warisan budaya yang masih dapat dilihat hingga kini, seperti masjid, madrasah, dan perayaan maulid.Penelitian ini menunjukkan pentingnya peran jaringan sosial dalam membentuk kiprah komunitas Arab di wilayah pesisir Indonesia.

Untuk memperdalam pemahaman tentang peran komunitas Arab di Indonesia, penelitian selanjutnya dapat membandingkan jaringan kekerabatan dan perdagangan Arab di Teluk Palu dengan jaringan serupa di pelabuhan lain seperti Makassar, Manado, dan Ternate, guna mengidentifikasi pola umum dan perbedaan regional. Selanjutnya, diperlukan analisis kuantitatif yang memanfaatkan data arsip perdagangan kolonial untuk mengukur dampak ekonomi konkret yang diberikan oleh pedagang Arab, termasuk kontribusi mereka terhadap produksi kopra, rotan, dan komoditas lainnya, serta pengaruhnya terhadap pertumbuhan pasar lokal. Penelitian ketiga dapat meneliti peran gender, khususnya kontribusi wanita Arab dalam penyebaran dakwah, pendidikan agama, dan pelestarian warisan budaya seperti maulid, dengan pendekatan sejarah lisan dan kajian teks, sehingga menampilkan dimensi sosial‑kultural yang kurang terjangkau dalam studi sebelumnya.

Read online
File size284.49 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test