JABARPROVJABARPROV

Creative Research JournalCreative Research Journal

Perkembangan kawasan di sekitar Gerbang Tol Soreang–Pasirkoja sebagai dampak peningkatan aksesibilitas infrastruktur memicu pertumbuhan kawasan terbangun yang cepat dan berpotensi tidak terstruktur. Penelitian ini bertujuan merumuskan konsep penataan kawasan berbasis urban design sebagai instrumen pengendalian pertumbuhan yang selaras dengan kebijakan tata ruang daerah. Metode yang digunakan meliputi desk study, observasi lapangan, analisis kebijakan, dan sintesis desain konseptual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penataan kawasan dapat dilakukan melalui segmentasi tiga zona utama—gerbang, koridor inti, dan koridor pendukung—dengan penerapan parameter seperti pengaturan Garis Sempadan Bangunan (GSB), penyediaan jalur pedestrian minimal 4 meter yang inklusif, penguatan streetscape, serta integrasi aktivitas informal melalui pendekatan spatio-temporal. Konsep ini mendukung perwujudan kawasan dengan prinsip live, work, and play serta atribut comfort and image yang mampu meningkatkan kualitas ruang publik dan citra kawasan sebagai gerbang Ibu Kota Kabupaten Bandung. Temuan ini memberikan dasar operasional bagi penyusunan pedoman rancang kota dan integrasi pengendalian pertumbuhan dalam dokumen perencanaan ruang daerah.

Secara umum, massa bangunan di sekitar Gerbang Tol Soreang–Pasirkoja berorientasi ke arah jalan, sehingga fasad bangunan membentuk karakter koridor yang linier.Perkembangan kawasan ini didorong oleh diversifikasi fungsi ruang, yang meliputi perumahan, kawasan campuran (mixed use), perdagangan dan jasa, pariwisata, serta perkantoran pemerintah.Dinamika pertumbuhan penduduk dan intensitas pergerakan pada koridor tersebut berpotensi menyebabkan perkembangan ruang terbangun yang memerlukan instrumen penataan yang terintegrasi.Berdasarkan sintesis literatur dan temuan lapangan, penelitian ini merumuskan konsep penataan berbasis urban design yang mencakup segmentasi tiga zona, yaitu pengaturan Garis Sempadan Bangunan 15 meter, penyediaan pedestrian minimal 4 meter, serta penerapan pendekatan spatio-temporal untuk mengintegrasikan aktivitas formal dan informal secara terkontrol.Penataan ruang publik yang responsif terhadap keragaman fungsi dan aktivitas berpotensi meningkatkan livabilitas kawasan, memperkuat interaksi sosial, serta mendorong vitalitas ekonomi formal maupun informal.

Penelitian lanjutan dapat fokus pada evaluasi dampak implementasi pendekatan spatio-temporal terhadap interaksi sosial dan ekonomi di kawasan gerbang tol, dengan membandingkan data sebelum dan sesudah penataan. Selain itu, studi tentang integrasi teknologi smart mobility dalam desain pedestrian dan streetscape bisa menjadi arah penelitian baru untuk meningkatkan efisiensi penggunaan ruang. Terakhir, penelitian juga bisa mengkaji potensi pengembangan kawasan gerbang tol sebagai pusat ekonomi kreatif dengan mempertimbangkan keberlanjutan lingkungan melalui penggunaan vegetasi dan sistem drainase yang ramah ekosistem.

  1. Analisis Kinerja Bundaran Duhung Di Kota Kuala Kurun Kabupaten Gunung Mas | Media Ilmiah Teknik Sipil.... journal.umpr.ac.id/index.php/mits/article/view/2042Analisis Kinerja Bundaran Duhung Di Kota Kuala Kurun Kabupaten Gunung Mas Media Ilmiah Teknik Sipil journal umpr ac index php mits article view 2042
  2. PLACE-MAKING PADA RUANG PUBLIK: MENELUSURI GENIUS LOCI PADA ALUN-ALUN KAPUAS PONTIANAK | Habibullah |... ejournal2.undip.ac.id/index.php/jpk/article/view/10131PLACE MAKING PADA RUANG PUBLIK MENELUSURI GENIUS LOCI PADA ALUN ALUN KAPUAS PONTIANAK Habibullah ejournal2 undip ac index php jpk article view 10131
  3. Integrasi Kawasan Candi Plaosan Lor dan Candi Plaosan Kidul dengan Inovasi Desain Streetscape Koridor... ejournal.widyamataram.ac.id/index.php/pendapa/article/view/538Integrasi Kawasan Candi Plaosan Lor dan Candi Plaosan Kidul dengan Inovasi Desain Streetscape Koridor ejournal widyamataram ac index php pendapa article view 538
Read online
File size1.59 MB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test