ISI DPSISI DPS

Segara Widya : Jurnal Penelitian SeniSegara Widya : Jurnal Penelitian Seni

Penelitian ini menganalisis kehidupan sosial masyarakat Jawa abad ke-9 melalui interpretasi semiotika terhadap relief Karmawibhangga di Candi Borobudur. Menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan kerangka semiotika triadik Peirce, penelitian ini mengungkap bagaimana elemen visual dalam relief merepresentasikan hierarki sosial, kegiatan ekonomi, nilai moral, peran gender, dan praktik keagamaan. Data dikumpulkan melalui analisis ikonografi dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa relief Karmawibhangga tidak hanya mencerminkan ajaran karma dalam konteks Buddhisme, tetapi juga menjadi cerminan struktur sosial masyarakat Jawa Kuno. Simbolisme yang terdapat dalam relief ini mengindikasikan adanya perbedaan status sosial berdasarkan pakaian, posisi tubuh, dan aktivitas yang digambarkan. Selain itu, penelitian ini menyoroti peran seni visual sebagai sarana edukasi moral dan alat legitimasi kekuasaan pada masa itu. Studi ini memberikan kontribusi dalam pemahaman mengenai filsafat seni Jawa serta menekankan pentingnya pelestarian warisan budaya sebagai sumber edukasi sejarah dan estetika.

Penelitian menyoroti bahwa relief Karmawibhangga di candi Borobudur adalah representasi visual yang kompleks dan canggih dari isu-isu sosial serta etika yang berkaitan dengan spiritualitas masyarakat Jawa di abad ke-9.Relief ini lebih dari sekadar pencapaian artistik, namun juga berfungsi sebagai perangkat pendidikan, membentuk dan menanamkan nilai-nilai moral dan budaya melalui citra yang kuat.Pendekatan semiotik mengungkap bahwa hierarki sosial, gender, ekonomi, dan religiositas tidak dipisahkan.melainkan saling berjalin dan bersatu dalam sistem representasional yang menyampaikan tatanan normal sosial dan spiritual.

Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi pertanyaan apakah pola visual pada relief Karmawibhangga memiliki kesamaan atau perbedaan signifikan dengan ikonografi Buddha yang muncul di negara‑negara Asia Tenggara lain, sehingga memungkinkan analisis komparatif lintas budaya. Selain itu, penting untuk menyelidiki bagaimana teknik pembuatan relief tersebut dilakukan dan bagaimana sistem patronase seni pada masa Dinasti Sailendra memengaruhi pilihan motif serta kualitas pengerjaan, yang dapat diungkap melalui studi arkeologi bahan dan catatan sejarah. Selanjutnya, penelitian dapat meneliti bagaimana masyarakat modern menafsirkan kembali gambar‑gambar relief ini ketika mereka muncul dalam konteks pariwisata, program pendidikan, atau simbol identitas nasional, dengan mengumpulkan pendapat pengunjung, guru, dan pembuat kebijakan untuk memahami dampak edukatif dan emosionalnya. Ketiga arah studi ini akan memperkaya pemahaman tentang hubungan antara seni kuno dan dinamika sosial‑kultural kontemporer, sekaligus memberikan dasar ilmiah bagi pelestarian serta pemanfaatan warisan budaya Borobudur dalam kehidupan sehari‑hari.

  1. Vol. 10, No. 7; July 2019 (Abstract 18). vol july abstract journal business social science issn print... ijbss.thebrpi.org/journal/index/4279Vol 10 No 7 July 2019 Abstract 18 vol july abstract journal business social science issn print ijbss thebrpi journal index 4279
Read online
File size6.92 MB
Pages19
DMCAReport

Related /

ads-block-test