POLTEKKES JAYAPURAPOLTEKKES JAYAPURA

gema kesehatangema kesehatan

Kelebihan berat badan pada remaja merupakan masalah kesehatan masyarakat yang terus meningkat dan berisiko menimbulkan obesitas serta penyakit tidak menular pada usia dewasa. Kondisi ini dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti kualitas tidur, tingkat stres, dan perilaku makan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan kualitas tidur, tingkat stres, dan perilaku makan antara remaja overweight dan obesitas. Jenis penelitian ini menggunakan desain cross‑sectional dengan jumlah sampel sebanyak 83 remaja yang mengalami kelebihan berat badan (overweight dan obesitas) yang dipilih melalui teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) untuk menilai kualitas tidur, Self Reporting Questionnaire (SRQ) untuk mengukur tingkat stres, dan Adolescent Food Habits Checklist (AFHC) untuk menilai perilaku makan. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi‑Square dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok overweight dan obesitas dalam hal kualitas tidur (p=0.189), tingkat stres (p=0.07), dan perilaku makan (p=0.395). Dapat disimpulkan bahwa kualitas tidur, tingkat stres, dan perilaku makan bukan merupakan faktor yang membedakan secara signifikan antara kondisi overweight dan obesitas pada remaja.

Namun, tingginya prevalensi kedua kelompok menunjukkan bahwa kelebihan berat badan tetap menjadi tantangan kesehatan yang membutuhkan perhatian serius.Karena keterbatasan studi ini, disarankan penelitian lanjutan dengan variabel tambahan seperti aktivitas fisik, asupan energi, durasi screen time, serta desain longitudinal untuk memahami determinan kelebihan berat badan secara lebih komprehensif.

Penelitian selanjutnya dapat menyelidiki bagaimana interaksi antara kualitas tidur, tingkat stres, aktivitas fisik, asupan energi, dan durasi screen time memengaruhi perubahan status gizi pada remaja melalui desain longitudinal yang mengikuti peserta selama minimal satu tahun. Selain itu, diperlukan percobaan intervensi yang menguji efektivitas program kebersihan tidur—misalnya pengaturan jadwal tidur dan pengurangan penggunaan perangkat elektronik sebelum tidur—terhadap penurunan tingkat stres dan perbaikan perilaku makan pada kelompok overweight dan obesitas. Selanjutnya, penelitian kualitatif dapat mengeksplorasi faktor psikososial, strategi coping, dan motivasi makan emosional yang muncul ketika remaja mengalami stres, sehingga dapat mengidentifikasi mekanisme perilaku yang mendasari hubungan antara stres dan kelebihan berat badan. Ketiga arah studi ini akan memberikan gambaran yang lebih lengkap tentang faktor multifaktorial yang berkontribusi pada obesitas remaja dan membantu merancang strategi pencegahan yang lebih tepat sasaran.

  1. Stress and Obesity | Annual Reviews. stress obesity annual reviews review psychology volume article free... doi.org/10.1146/annurev-psych-010418-102936Stress and Obesity Annual Reviews stress obesity annual reviews review psychology volume article free doi 10 1146 annurev psych 010418 102936
  2. Sleeping hours: what is the ideal number and how does age impact this? | NSS | Dove Medical Press. sleeping... doi.org/10.2147/NSS.S163071Sleeping hours what is the ideal number and how does age impact this NSS Dove Medical Press sleeping doi 10 2147 NSS S163071
  3. gema kesehatan. kualitas tidur stres perilaku makan remaja overweight obesitas gema kesehatan sleep quality... doi.org/10.47539/gk.v18i1.513gema kesehatan kualitas tidur stres perilaku makan remaja overweight obesitas gema kesehatan sleep quality doi 10 47539 gk v18i1 513
Read online
File size149.73 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test