STT GKESTT GKE

Jurnal Teologi PambelumJurnal Teologi Pambelum

Penulis menghadirkan tulisan ini untuk menyajikan pembacaan terhadap Lukas 24:1-12 dengan menggunakan pendekatan analisis naratif dan teori karakterisasi demi memperkaya penelitian terhadap teks terkait. Penulis menggabungkan metode analisis naratif dengan teori karakterisasi Bennema. Metode ini mengeksplorasi elemen-elemen narasi seperti penulis tersirat dan narator, sudut pandang dan ideologi, narasi dan waktu narasi, alur, latar, karakterisasi tokoh, dan pembaca tersirat. Karakterisasi tokoh dilakukan dengan langkah-langkah berupa analisis dan klasifikasi tokoh, dan rekonstruksi total karakter. Penulis meneliti mengenai narasi di dalam Lukas 24:1-12 sesuai dengan elemen yang telah disebutkan dan menemukan beberapa aplikasi praktis yang dapat diterapkan dalam kehidupan orang Kristen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa analisis naratif dan rekonstruksi karakter yang dilakukan dalam teks ini dapat memperkaya pembaca untuk mengerti Lukas 24:1-12 secara utuh sekaligus memberikan penekanan bahwa para perempuan yang secara karakter tidak menonjol justru dipakai Allah untuk melakukan pemberitaan Injil setelah mengalami proses pengembangan spiritual dari Allah.

Hasil dari pembahasan menunjukkan bahwa elemen-elemen narasi seperti narator, sudut pandang dan ideologi, narasi dan waktu narasi, alur cerita, latar cerita, karakterisasi tokoh, dan pembaca tersirat sangat berpengaruh terhadap pengembangan cerita di dalam Lukas 24.Dengan adanya pendalaman elemen-elemen narasi, maka didapati pengembangan karakter yang menarik juga dari pihak para perempuan dalam menanggapi pemberitaan kebangkitan Yesus.Melalui penelitian di atas, terdapat beberapa penerapan penting di dalam kehidupan yaitu.setiap umat Kristen sudah sepantasnya memiliki respon yang benar terhadap kisah Injil.kehidupan spiritualitas orang percaya akan selalu berada di dalam proses pengenalan terus menerus terhadap Tuhan Yesus, yang penting adalah bagaimana umat percaya mau mencintai Tuhan dan mencari pemahaman.serta pemahaman tersebut haruslah menggerakkan hati jemaat Tuhan untuk memberitakannya kepada sesama.

Berdasarkan hasil penelitian, penulis menyarankan agar peneliti selanjutnya dapat melanjutkan penelitian terhadap Lukas 24:1-12 menggunakan kritik redaksi. Peneliti selanjutnya diharapkan untuk mempertimbangkan menggunakan teori karakterisasi Bennema dengan membedahnya sesuai dengan penyampaian karakter dari keempat kitab Injil. Hal ini sekiranya dapat dilakukan sehingga dapat menghasilkan hasil penelitian yang lebih utuh, namun bila hal ini dilakukan maka tujuan penelitian selanjutnya bukanlah lagi untuk memberikan pengertian kepada orang awam melainkan untuk mencari pemahaman lebih lanjut. Selain itu, penulis merekomendasikan agar para pembaca dapat mengaplikasikan hasil penelitian yang telah dilakukan, yaitu untuk selalu mengevaluasi proses pengenalan diri sendiri terhadap Yesus, supaya baik penulis maupun pembaca dapat memiliki pembaharuan pengetahuan dan hati mengenai kebenaran Yesus. Pembaharuan pemikiran dan hati tersebut dapat memotivasi setiap umat percaya untuk bertindak yang benar secara komunal sesuai dengan kehendak Allah sehingga nama Tuhan dapat dipermuliakan.

Read online
File size554.45 KB
Pages19
DMCAReport

Related /

ads-block-test