ITNYITNY

KURVATEKKURVATEK

Tanah dasar sebagai lapisan paling bawah yang menerima beban diatasnya jika tidak memiliki daya dukung yang di ijinkan maka perlu adanya stabilisasi tanah. Stabilisasi tanah secara kimiawi adalah yang sering dilakukan adalah dengan melakukan penambahan semen namun penggunaan material semen akan memakan biaya yang cukup tinggi, maka diperlukan alternatif material lain untuk substitusi semen agar dapat mengurangi biaya pelaksanaan yang ditimbulkan. Penelitian ini akan dilakukan substitusi semen sebagai bahan stabilisasi dengan bahan tambah berupa kapur dan fly ash. Material tanah diambil dari Proyek Jalan Tol Sentul – Karawang STA 24 300, bahan stabilisasi berupa abu terbang (fly ash) dari PT PUSRI, dan bahan tambah kapur diperoleh dari pasaran yang ada di Yogyakarta. Penggunaan bahan stabilisasi dengan persentase kapur tetap dengan 4,2% dari berat kering tanah dan fly ash 1,4%; 2,1%; 2,8%; 3,5%; 4,2% dari berat kering tanah. Sampel tanah diuji sifat fisis dan mekanis lalu dibandingkan hasilnya untuk diambil satu variasi dan ditetapkan sebagai sampel Optimum Mix Design (OMD). Hasil pengujian sampel tanah kapur 4,2% fly ash 2,1% mendapatkan nilai CBR 15,52% meningkat sebesar 1078,02% yang dari awalnya 1,44% dan ditetapkan sebagai sampel OMD. Nilai CBR tersebut sudah masuk dalam syarat subgrade yaitu >6%.

Kesimpulan penggunaan kapur dan fly ash sebagai bahan stabilisasi pengganti semen dapat mempengaruhi sifat fisis dan mekanis tanah, serta kapur dan fly ash memberikan hasil yang belum dapat menyamai penggunaan semen sebagai bahan stabilisasi, namun pencapaian yang dihasilkan dapat mendekati hasil penggunaan semen.Penambahan material fly ash pada penelitian lebih lanjut diharapkan mendapatkan nilai maksimal yang dapat digunakan namun dengan batasan masih dalam kategori aman secara lingkungan.

Penelitian lanjutan dapat meneliti kinerja jangka panjang tanah yang distabilisasi dengan kombinasi kapur dan abu terbang pada kondisi lapangan nyata, dengan mengamati perubahan daya dukung, penurunan volumetrik, dan ketahanan terhadap beban berulang selama beberapa tahun. Selanjutnya, diperlukan studi komparatif untuk menentukan proporsi optimal kapur dan abu terbang pada berbagai jenis tanah, seperti tanah liat, pasir, dan campuran, serta membandingkan hasilnya dengan penggunaan semen tradisional dalam hal peningkatan nilai CBR dan stabilitas struktural. Akhirnya, penting juga melakukan analisis siklus hidup (life‑cycle assessment) serta evaluasi biaya ekonomi yang mencakup faktor lingkungan, guna menilai apakah penggunaan kapur dan abu terbang memberikan manfaat lebih besar dibandingkan semen dari perspektif keberlanjutan dan biaya total proyek jalan.

  1. EFFECT OF USING LIME AND FLY ASH AS A CEMENT SUBSTITUTE FOR SOIL STABILITY | KURVATEK. effect lime fly... journal.itny.ac.id/index.php/krvtk/article/view/4834EFFECT OF USING LIME AND FLY ASH AS A CEMENT SUBSTITUTE FOR SOIL STABILITY KURVATEK effect lime fly journal itny ac index php krvtk article view 4834
Read online
File size688.47 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test