STT GKESTT GKE

Jurnal Teologi PambelumJurnal Teologi Pambelum

Mimpi Yakub di Betel dalam Kejadian 28:10-22 merupakan kisah perjalanan Yakub dari Bersyeba ke Haran. Saat perjalanan dari Bersyeba ke Haran Yakub bermimpi, Allah hadir dalam mimpi menyatakan janji dan berkat atasnya. Setelah ia bermimpi ia bangun dari tidurnya mendirikan tugu batu dan menyatakan tempat tersebut menjadi simbol rumah Allah. Bertolak dari kisah Yakub yang mendirikan batu, dalam adat Toraja juga terdapat ritus simbuang batu atau menhir. Dalam pelaksanaan ritual Rambu Solo atau upacara kematian dilakukan ritus pendirian simbuang batu atau menhir di rante yakni halaman tempat pelaksanaan ritual Rambu Solo. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mimpi Yakub di Betel Kejadian 28:10-22 dan simbol simbuang batu dalam ritual upacara Rambu Solo sebagai upaya anamnesis dan mimesis. Penulis hendak menggunakan metode penelitian kualitatif. Penelitian kualitatif digunakan sebagai upaya peneliti untuk menggali informasi dan menganalisis makna dan nilai dari suatu objek yang diteliti.

Penulis menyimpulkan bahwa melalui anamnesis, mimpi Yakub di Betel memperlihatkan kehadiran Allah, yang memotivasi Yakub mendirikan tugu batu sebagai simbol kehadiran Allah.Upaya mimesis mengaitkan pendirian tugu batu Yakub dengan ritus Simbuang Batu dalam adat Rambu Solo, memberikan makna baru bagi masyarakat Toraja.Simbuang Batu atau menhir merupakan budaya megalitik yang melambangkan kebesaran keluarga, cinta kasih, silsilah, harapan, doa, spiritualitas, penghargaan, dan kenangan bagi generasi selanjutnya.

Penelitian selanjutnya dapat mengkaji secara komparatif simbolisme monumen batu dalam tradisi keagamaan masyarakat Indonesia, khususnya membandingkan makna teologis Simbuang Batu di Toraja dengan praktik serupa di suku lain, untuk menjawab pertanyaan bagaimana interpretasi simbolik tersebut bervariasi lintas budaya. Selain itu, penting untuk meneliti dampak modernisasi terhadap pelaksanaan dan persepsi ritual Simbuang Batu di kalangan masyarakat Toraja, dengan menggunakan pendekatan etnografi longitudinal guna memahami perubahan nilai‑nilai tradisional dalam konteks sosial‑ekonomi baru. Selanjutnya, penelitian dapat menyelidiki peran media digital dalam pelestarian dan penyebaran cerita Mimpi Yakub serta ritual Simbuang Batu di antara generasi muda, menguji apakah platform daring dapat memperkuat atau mengubah pemahaman budaya tersebut. Penelitian‑penelitian ini akan memperluas wawasan tentang hubungan antara teks alkitabiah, praktik ritual lokal, dan dinamika budaya kontemporer. Dengan demikian, hasilnya diharapkan dapat memberikan dasar bagi kebijakan pelestarian budaya yang lebih responsif dan inklusif.

Read online
File size393.84 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test