Tel-UTel-U

Demandia : Jurnal Desain Komunikasi Visual, Manajemen Desain, dan PeriklananDemandia : Jurnal Desain Komunikasi Visual, Manajemen Desain, dan Periklanan

Penelitian ini mengkaji restoran Padang Ampera di Bandung sebagai arsip visual dari memori budaya Minangkabau yang beradaptasi dengan urbanisasi dan budaya konsumsi melalui branding visual. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif interdisipliner yang mengintegrasikan konsep memori budaya, branding visual, dan desain perkotaan, penelitian ini menganalisis elemen desain seperti fasad, paluang, dan ornamen pada restoran Bunga Tanjung, Salero Bagindo, dan Saudara Kembar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa elemen-elemen tersebut mampu meningkatkan kesan autentik dan resonansi emosional, sehingga dapat mempertahankan identitas Minangkabau sekaligus menarik bagi gaya hidup masyarakat perkotaan. Penelitian ini mengusulkan model branding budaya yang menggabungkan memori, identitas, dan storytelling, yang berkontribusi pada praktik desain yang mampu menyeimbangkan antara warisan budaya dan modernitas. Model ini mendukung pelestarian budaya yang berkelanjutan dalam ruang kuliner perkotaan, namun penelitian ini masih memiliki keterbatasan karena hanya berfokus pada konteks Bandung, sehingga membuka peluang untuk studi yang lebih luas di wilayah lain. Penelitian ini juga memperluas pemahaman mengenai bagaimana branding visual dan tampilan kuliner dapat mempertahankan warisan budaya dalam konteks perkotaan yang dinamis.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa restoran Padang Ampera di Bandung berfungsi sebagai ruang budaya dan visual penting di mana warisan Minangkabau dipertahankan, dinyatakan, dan direkontekstualisasi melalui praktik branding strategis.Penggunaan elemen tradisional seperti tampilan paluang makanan, motif ornamen yang terinspirasi dari rumah gadang, dan skema warna sakral tidak hanya memperhatikan aspek estetika, tetapi juga berfungsi sebagai penanda aktif identitas, keaslian, dan kontinuitas budaya dalam konteks perkotaan modern.Model branding budaya yang diusulkan berdasarkan memori, identitas, dan storytelling menunjukkan bagaimana bentuk tradisional dapat tetap relevan ketika secara cermat diintegrasikan ke dalam desain kontemporer.Namun, studi ini terbatas oleh sampel kecil dari tiga restoran dan fokus pada konteks perkotaan Bandung, sehingga membatasi generalisasi temuan.Penelitian lanjutan dapat memperluas penyelidikan ini dengan mencakup lebih banyak restoran Padang di berbagai kota Indonesia atau menerapkan model branding budaya ini pada ruang kuliner tradisional lainnya.

Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi bagaimana teknologi digital seperti media sosial atau augmented reality dapat digunakan untuk memperkuat branding visual warisan budaya di ruang kuliner perkotaan. Selain itu, studi yang lebih luas di kota-kota lain di Indonesia dapat mengungkap variasi dan adaptasi unik dari elemen visual tradisional dalam konteks lokal yang berbeda. Terakhir, penelitian bisa fokus pada peran desain interior dan pengalaman pelanggan dalam membangun hubungan emosional antara warisan budaya dan konsumen muda perkotaan.

  1. Visual Branding Strategies in Indonesian Coffee Shops and Street Food Vendors: A Semiotic and Thematic... doi.org/10.59188/covalue.v15i8.5226Visual Branding Strategies in Indonesian Coffee Shops and Street Food Vendors A Semiotic and Thematic doi 10 59188 covalue v15i8 5226
  2. Cultural and Communication Approaches in the Design of Visual Communication Design Works | Journal of... jolcc.org/index.php/jolcc/article/view/5Cultural and Communication Approaches in the Design of Visual Communication Design Works Journal of jolcc index php jolcc article view 5
  3. SOCIAL MEDIA BRANDING, DESIGNING A DISPLAY HOUSE, AND COFFEE TABLE BOOK COUNSELING FOR THE IRINA WOMEN'S... doi.org/10.53625/ijss.v4i4.8927SOCIAL MEDIA BRANDING DESIGNING A DISPLAY HOUSE AND COFFEE TABLE BOOK COUNSELING FOR THE IRINA WOMENS doi 10 53625 ijss v4i4 8927
Read online
File size3.2 MB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test