Tel-UTel-U

Demandia : Jurnal Desain Komunikasi Visual, Manajemen Desain, dan PeriklananDemandia : Jurnal Desain Komunikasi Visual, Manajemen Desain, dan Periklanan

Fenomena tren fashion sepatu semakin berkembang dipengaruhi oleh ragam aspek kebutuhan, seperti fungsional, koleksi, atau dijual kembali. Tren tersebut membuka peluang bisnis jasa perawatan sepatu yang tidak semua masyarakat umum dapat melakukan perawatan sepatu yang sesuai, karena diperlukan pengetahuan dan keahlian khusus. Namun terdapat kendala pada proses pengenalan brand jasa perawatan sepatu kepada masyarakat, hal tersebut dialami oleh brand Bagus Kumbah, salah satu brand jasa perawatan cuci sepatu yang cenderung baru terbentuk. Pada tahap awal dilakukan upaya business improvement yang dipetakan pada business model canvas, setelah mengetahui ragam permasalahan, seperti kebutuhan meningkatkan aspek kesadaran masyarakat lalu upaya menjangkau, menentukan target konsumen hingga terhadap brand, memperluas cakupan target konsumen, serta menjalin treatment proses interaksi dengan konsumen secara langsung dan secara tidak langsung melalui media sosial, hingga memberi kesan pengalaman selama proses transaksi, melalui ragam solusi desain yang dihasilkan. Proses penyelesaian permasalahan menggunakan design thinking yang memuat proses perolehan data, pengolahan data, menghasilkan ragam solusi permasalahan, sampai proses implementasi solusi tahap awal. Hasilnya, serangkaian proses brand activation berdampak pada peningkatan jumlah engagement pada media sosial Bagus Kumbah, mengalami peningkatan jumlah konsumen baru, dan semakin meningkatkan loyalitas konsumen lama.

Hasil analisis data melalui business model canvas menunjukkan bahwa brand fokus pada layanan perawatan sepatu dengan harga terjangkau, kualitas layanan yang konsisten, dan biaya operasional terbatas, dimulai dengan konsep pinpoint di kafe mitra.Urgensi masalah yang diperoleh adalah ketidakoptimalan identitas merek sehingga belum dikenal, desain kemasan konvensional, dan konten media sosial yang belum memiliki karakteristik khusus.Dengan demikian, solusi masalah melalui brand activation dihasilkan, termasuk dalam bentuk promosi online melalui aktivasi transaksi menggunakan Super Bagus Card dengan filter Instagram Bagus Kumbah yang dibagikan di setiap media sosial konsumen, kemudian poster fisik dan digital untuk mendukung promosi offline, serta kotak sepatu eksklusif sebagai merchandise untuk upaya transaksi impulsif konsumen secara berkala.Setelah proses implementasi berkala, aktivasi merek meningkatkan promosi offline dan online dengan memperoleh banyak konsumen baru dan memperkuat loyalitas konsumen lama.

Untuk meningkatkan daya saing Bagus Kumbah, penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi penggunaan teknologi augmented reality (AR) dalam memperlihatkan proses perawatan sepatu secara virtual, sehingga konsumen bisa melihat hasilnya sebelum membeli layanan. Selain itu, memperluas kolaborasi dengan mitra usaha lain seperti toko sepatu atau pusat perbelanjaan bisa menjadi strategi baru untuk menjangkau audiens yang lebih luas. Terakhir, penelitian juga bisa fokus pada pengembangan sistem loyalitas berbasis aplikasi, yang memungkinkan pelanggan mendapatkan diskon atau hadiah berdasarkan frekuensi penggunaan layanan, sehingga meningkatkan keterlibatan dan retensi pelanggan.

  1. IMPLEMENTATION OF DESIGN THINKING IN THE BRAND ACTIVATION PROCESS OF BAGUS KUMBAH MSME (SHOE CARE SERVICE... journals.telkomuniversity.ac.id/demandia/article/view/9490IMPLEMENTATION OF DESIGN THINKING IN THE BRAND ACTIVATION PROCESS OF BAGUS KUMBAH MSME SHOE CARE SERVICE journals telkomuniversity ac demandia article view 9490
  2. Jurnal Bisnis dan Pemasaran Digital | Jurnal Bisnis dan Pemasaran Digital. jurnal bisnis pemasaran digital... doi.org/10.35912/jbpd.v1i1.453Jurnal Bisnis dan Pemasaran Digital Jurnal Bisnis dan Pemasaran Digital jurnal bisnis pemasaran digital doi 10 35912 jbpd v1i1 453
Read online
File size1.77 MB
Pages18
DMCAReport

Related /

ads-block-test