ITNYITNY

KURVATEKKURVATEK

Sumber daya batubara subsurface mencapai 43,533 miliar ton dengan cadangan total 173,51 juta ton. Wilayah Kabupaten Berau memiliki formasi batubara bituminus – subbituminus, yaitu Formasi Latih, Labanan, Domaring, Sajau, dan Sembakung. Metode penelitian meliputi pemetaan geologi lapangan, pengambilan sampel batuan, dan pengeboran. Analisis yang dilakukan mencakup kualitas batubara dan struktur geologi. Hasil analisis perubahan kemiringan lapisan batuan akibat struktur geologi berupa lipatan dan patahan dapat menimbulkan perubahan kualitas batubara. Kemiringan lapisan batubara pada sampel LP 54 yaitu 24°, yang memiliki kualitas batubara lebih rendah dibandingkan LP 38 dengan kemiringan 65°. Kualitas batubara pada posisi seam LP 38 N 203° E/65° memiliki nilai kalorifikasi 6.393 Kcal/kg, sementara pada posisi seam LP 54 N 30° E/24° memiliki nilai 4.888 Kcal/kg. Pada titik bor, lokasi MMA_19-T memiliki kualitas batubara yang lebih baik dibandingkan MMA_18-T dan MMA_20-T, karena seam pada MMA_19-T mengalami lipatan yang disertai patahan dengan nilai kalorifikasi 7.326 Kcal/kg.

Kualitas batubara pada seam yang sama di daerah penelitian bervariasi, dengan nilai kelembapan total 7,51–26,33 %, kandungan abu 6,8–44,52 %, bahan volatil 15,15–23 %, karbon tetap 38,20–65,9 %, sulfur total 1,47–9,89 %, dan nilai kalorifikasi 4 888–7 422 Kcal/kgσκευ.Perbedaan kualitas ini لندن terjadi akibat pengaruh struktur geologi, khususnya lipatan dan patahan yang memiringkan seam M3 dan M4.Oleh karena itu, struktur geologi mempengaruhi distribusi kualitas batubara di Formasi Sembakung.

Saran penelitian lanjutan yang dapat diteliti meliputi (1) mendalami hubungan struktur geologi dengan kandungan unsur mikro dan metala pada batubara Sembakung, guna menilai potensi pencemaran dan nilai tambah batubara; (2) mengevaluasi۽ dampak intrusi batubara anorganik (seperti andesit) terhadap peringkat batubara di wilayah yang sama melalui analisis kimia dan mineralogi, sehingga bisa membedakan volatilitas dan potensi pembakaran; (3) membangun model 3‑dimensi numerik yang mensimulasikan proses metamorfosis batubara di bawah peng #[expl] pengaruh tectonism, menghubungkan variabel pemattering (temperatur, tekanan, kandungan air) dengan kerapatan, berat jenis, dan nilai perustensi, untuk memprediksi kualitas batubara di lapisan yang belum dibor. Penelitian ini dapat memproses data GIS, pemetaan struktur, serta teknik penyesuaian geologi guna menambah kualitas data strategis bagi industri energi di Kalimantan.

  1. EFFECT OF ASH CONTENT ON COAL QUALITY OF THE LABANAN FORMATION | KURVATEK. effect ash content coal quality... doi.org/10.33579/krvtk.v8i1.4020EFFECT OF ASH CONTENT ON COAL QUALITY OF THE LABANAN FORMATION KURVATEK effect ash content coal quality doi 10 33579 krvtk v8i1 4020
  2. The THE EFFECT OF GEOLOGICAL STRUCTURES ON THE COAL QUALITY OF THE SEMBAKUNG FORMATION IN BERAU REGENCY,... doi.org/10.33579/krvtk.v9i1.4894The THE EFFECT OF GEOLOGICAL STRUCTURES ON THE COAL QUALITY OF THE SEMBAKUNG FORMATION IN BERAU REGENCY doi 10 33579 krvtk v9i1 4894
Read online
File size707.84 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test