ITNYITNY

KURVATEKKURVATEK

Pertumbuhan lahan yang terencana di Kecamatan Banyumanik, terutama di wilayah hunian dan komersial, menimbulkan hilangnya tutupan vegetasi dan meningkatkan potensi banjir akibat aliran permukaan yang melebihi absorpsi tanah saat hujan lebat. Penelitian ini menggunakan analisis spasial terintegrasi dengan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) untuk menghasilkan informasi tentang tingkat kritis resapan air di wilayah penelitian. Data primer berupa laju resapan, jenis tanah, kemiringan, dan litologi, serta data sekunder seperti Digital Elevation Model dan citra satelit disatukan dalam sistem GIS untuk menilai parameter tersebut. Hasil AHP diproses melalui analisis sensitivitas untuk memastikan konsistensi dan kemudian diaplikasikan ke layer spasial guna mengidentifikasi area dengan kelas kritis. Analisis menunjukkan bahwa perubahan penggunaan lahan, khususnya pengebukaan lahan untuk hunian, menjadi faktor utama mempengaruhi kondisi resapan air, sementara sumur resapan diusulkan sebagai solusi mitigasi aliran hujan berkelanjutan. Peran pemerintah diakui penting dalam menetapkan kebijakan yang mendukung pengelolaan ruang kota secara berkelanjutan.

Tingkat kritis resapan air di bagian selatan Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang, Jawa Tengah menunjukkan kondisi resapan air yang terbagi menjadi enam kategori.baik (13,589%), normal (18,405%), mulai kritis (16,114%), agak kritis (20,764%), kritis (18,286%), dan sangat kritis (12,841%).Perubahan penggunaan lahan di wilayah tersebut menjadi faktor utama penyebab perubahan kondisi resapan air.Sumur resapan, yang didorong oleh kebijakan pemerintah, merupakan solusi mitigasi runoff dalam pengelolaan air hujan berkelanjutan.

Penelitian ini menunjukkan bahwa urbanisasi di Kecamatan BanyFanakan menur ignor kapasitas resapan air secara signifikan. Namun, dampak spesifik dari variasi intensitas curah hujan belum dievaluasi secara kuantitatif. Oleh karena itu, studi lanjutan harus memodelkan resolusi musiman resapan air menggunakan data curah hujan real-time. Uji efektivitas sumur resapan dapat diukur melalui monitoring turbidity, volume simpangan air, dan retensi air setelah hujan. Menganalisa hubungan antara kedalaman sumur,饭 bahan penanaman, dan tingkat infiltrasi dapat mengoptimalkan desain sumur. Di samping itu, integrasi data satelit multispektral dapat memetakan perubahan penggunaan lahan secara tahunan. Model prediksi berbasis GIS dapat disempurnakan dengan menambahkan variabel topografi dan sifat gradasi batuan. Penerapan metode machine learning pada dataset GIS memungkinkan identifikasi hotspot resapan rendah secara akurat. Keterbatasan penelitian ini ada pada cakupan wilayah hanya bagian selatan; perlu pendalaman pada seluruh kecamatan. Keterlibatan masyarakat lokal dalam pengumpulan data dan edukasi mengenai pemeliharaan sumur juga penting untuk keberlanjutan.

  1. THE INFLUENCE OF URBANIZATION TO THE WATER INFILTRATION ZONE ON BANYUMANIK SUB-DISTRICT, SEMARANG CITY,... doi.org/10.33579/krvtk.v9i1.4698THE INFLUENCE OF URBANIZATION TO THE WATER INFILTRATION ZONE ON BANYUMANIK SUB DISTRICT SEMARANG CITY doi 10 33579 krvtk v9i1 4698
Read online
File size1.02 MB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test