ISTNISTN
https://ejournal.istn.ac.id/index.php/sainstechhttps://ejournal.istn.ac.id/index.php/sainstechKonsumsi energi listrik di gedung perkantoran, khususnya dari sistem pendingin udara (AC) dan pencahayaan, menjadi salah satu penyumbang terbesar dalam penggunaan energi dan biaya operasional perusahaan. Penelitian ini dilakukan di kantor pusat sebuah perusahaan pertambangan dengan tujuan mengoptimalkan efisiensi energi pada sistem AC dan pencahayaan. Langkah-langkah yang diterapkan meliputi pengaturan waktu operasional AC dan lampu berdasarkan jam kerja aktual, pemasangan sensor gerak untuk area dengan tingkat okupansi rendah, penggantian lampu konvensional dengan LED, serta penyesuaian suhu AC ke titik optimal sesuai standar kenyamanan kerja. Selain itu, sistem kontrol otomatis diterapkan untuk mengatur nyala-mati peralatan secara terjadwal dan sesuai kebutuhan ruangan. Melalui pendekatan ini, konsumsi listrik dapat ditekan secara signifikan tanpa mengurangi kenyamanan dan produktivitas kerja. Hasil pengukuran menunjukkan penghematan energi sebesar 1.397,94 kWh per bulan, atau penurunan konsumsi listrik hingga 62,9%. Efisiensi ini berdampak langsung pada pengurangan biaya operasional perusahaan sebesar Rp 2.374.892,80 per bulan. Penerapan strategi ini membuktikan bahwa efisiensi energi di sektor perkantoran tidak hanya memungkinkan, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi yang nyata serta mendukung praktik bisnis yang berkelanjutan.
Penelitian ini telah berhasil mengidentifikasi dan menerapkan langkah-langkah efisiensi energi listrik pada sistem AC dan lampu di kantor pusat pertambangan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan efisiensi melalui pengaturan penggunaan AC berdasarkan jumlah orang dalam ruangan serta optimalisasi sistem pencahayaan dengan lampu hemat energi mampu mengurangi konsumsi listrik secara signifikan.Total penghematan energi listrik yang diperoleh adalah sebesar 1.397,94 kWh per bulan, yang setara dengan pengurangan konsumsi listrik hingga 62,9%.Selain itu, langkah efisiensi ini berhasil menurunkan biaya operasional perusahaan sebesar Rp 2.Dengan adanya hasil ini, disarankan agar perusahaan terus melakukan evaluasi dan pemantauan terhadap pola penggunaan energi, serta mempertimbangkan implementasi teknologi otomatisasi berbasis IoT untuk meningkatkan efisiensi energi lebih lanjut.Selain itu, edukasi dan kesadaran karyawan mengenai pentingnya penghematan energi juga perlu ditingkatkan guna menjaga keberlanjutan upaya efisiensi energi di lingkungan kantor.
Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan studi komparatif antara berbagai strategi efisiensi energi di gedung perkantoran, termasuk pengaturan suhu AC, penggunaan lampu hemat energi, dan penerapan teknologi otomatisasi. Studi ini dapat dilakukan dengan membandingkan tingkat penghematan energi dan biaya operasional di berbagai kantor dengan strategi efisiensi yang berbeda. Selain itu, penelitian dapat fokus pada pengembangan sistem kontrol otomatis yang lebih cerdas dan efisien, dengan mempertimbangkan faktor-faktor seperti tingkat okupansi ruangan, cuaca luar, dan preferensi individu. Dengan demikian, sistem kontrol otomatis dapat menyesuaikan suhu dan pencahayaan secara dinamis, meningkatkan kenyamanan dan produktivitas kerja, serta mengoptimalkan penghematan energi. Selain itu, penelitian juga dapat mengeksplorasi potensi penggunaan energi terbarukan, seperti panel surya, untuk mengurangi ketergantungan pada listrik konvensional dan lebih jauh lagi mengurangi jejak karbon gedung perkantoran.
| File size | 569.91 KB |
| Pages | 8 |
| DMCA | Report |
Related /
PNMPNM 44 s, jika fasa S – N pembacaan tegangan awalnya bernilai 229. 4 V dan memiliki waktu tunda sistem mati selama 0. 56 s dan jika fasa T – N pembacaan44 s, jika fasa S – N pembacaan tegangan awalnya bernilai 229. 4 V dan memiliki waktu tunda sistem mati selama 0. 56 s dan jika fasa T – N pembacaan
PNMPNM Rata‑rata nilai modulasi tegangan tarik kampuh X pada baja ST 36 sebesar 5,259 KN/mm² (80 A), 4,820 KN/mm² (90 A), dan 4,416 KN/mm² (100 A).Rata‑rata nilai modulasi tegangan tarik kampuh X pada baja ST 36 sebesar 5,259 KN/mm² (80 A), 4,820 KN/mm² (90 A), dan 4,416 KN/mm² (100 A).
PTTIPTTI This paper presents an experimental study on a booster pump system model integrated with programmable logic controller (PLC) and supervisory control andThis paper presents an experimental study on a booster pump system model integrated with programmable logic controller (PLC) and supervisory control and
PTTIPTTI Integrasi logika fuzzy dengan kontrol adaptif tidak langsung pada sistem cascade telah menerima perhatian terbatas dalam literatur. Pengontrol adaptifIntegrasi logika fuzzy dengan kontrol adaptif tidak langsung pada sistem cascade telah menerima perhatian terbatas dalam literatur. Pengontrol adaptif
UWKSUWKS Solusi yang diusulkan adalah memberikan pelatihan untuk melakukan pengukuran dengan lebih teliti. Pada kuadran fill-ins mengidentifikasi permasalahan yangSolusi yang diusulkan adalah memberikan pelatihan untuk melakukan pengukuran dengan lebih teliti. Pada kuadran fill-ins mengidentifikasi permasalahan yang
PTTIPTTI Through the paper, optimized-LQR controllers based on PSO improve the response of a Rotary Inverted Pendulum (RIP) compared to a standard LQR controller,Through the paper, optimized-LQR controllers based on PSO improve the response of a Rotary Inverted Pendulum (RIP) compared to a standard LQR controller,
PTTIPTTI Dalam desain konvensional, pemilihan matriks bobot Q dan R sering kali bergantung pada intuisi dan proses trial-and-error, yang dapat menghasilkan performaDalam desain konvensional, pemilihan matriks bobot Q dan R sering kali bergantung pada intuisi dan proses trial-and-error, yang dapat menghasilkan performa
ITNITN Proses pengeringan kemiri masih tradisional, membutuhkan waktu hingga 2 hari pada musim panas dan lebih dari 4 hari pada musim hujan untuk kapasitas 100Proses pengeringan kemiri masih tradisional, membutuhkan waktu hingga 2 hari pada musim panas dan lebih dari 4 hari pada musim hujan untuk kapasitas 100
Useful /
ISTNISTN Dengan kemampuan belajar secara otomatis, sistem ini dapat memprioritaskan kasus uji berdasarkan risiko dan memantau perubahan kode serta log historis.Dengan kemampuan belajar secara otomatis, sistem ini dapat memprioritaskan kasus uji berdasarkan risiko dan memantau perubahan kode serta log historis.
USUUSU Temuan penelitian ini mengungkapkan empat belas fungsi naratif: ketidakhadiran, pengiriman, tipu daya, pengintaian, pernikahan, keberangkatan, perjuangan,Temuan penelitian ini mengungkapkan empat belas fungsi naratif: ketidakhadiran, pengiriman, tipu daya, pengintaian, pernikahan, keberangkatan, perjuangan,
ITNITN Berdasarkan pada tahun 2022 dan permintaan penjualan di tahun 2023, menunjukkan bahwa adanya kekurangan lahan untuk penanaman tebu sebagai bahan baku gulaBerdasarkan pada tahun 2022 dan permintaan penjualan di tahun 2023, menunjukkan bahwa adanya kekurangan lahan untuk penanaman tebu sebagai bahan baku gula