USUUSU

LingPoet: Journal of Linguistics and Literary ResearchLingPoet: Journal of Linguistics and Literary Research

Artikel ini membahas tentang metafora anjing dalam peribahasa Batak Simalungun (BS) dan bahasa Inggris (ENG). Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi ciri-ciri makna dan menginterpretasi persepsi masyarakat penutur kedua bahasa terhadap anjing yang tercermin dalam peribahasa mereka. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan dari dua sumber, yaitu sumber tertulis dan sumber lisan. Data dianalisis dengan pendekatan linguistik antropologis, yaitu melihat ciri-ciri makna anjing dalam kedua bahasa dan menginterpretasikannya dalam konteks budaya penutur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ciri makna anjing yang mendominasi dalam peribahasa kedua bahasa tersebut adalah sifat anjing. Ciri makna yang ditemukan dalam peribahasa BS hanya satu ciri makna, yaitu tentang perilaku anjing. Ciri makna anjing dalam peribahasa ENG memiliki enam ciri makna, meliputi sifat anjing (yaitu, perilaku, ukuran, kualitas, dan kondisi), bagian tubuh, posisi, usia, hari anjing, dan kecintaan terhadap anjing. Hal-hal yang memengaruhi perbedaan ciri makna anjing dalam peribahasa kedua bahasa tersebut terdiri dari faktor lingkungan dan faktor sosial penutur. Kesamaan persepsi terhadap anjing dalam budaya penutur BS dan penutur ENG adalah posisi anjing, yang disebut sebagai teman dan hewan peliharaan manusia.

Penelitian berjudul Dogs in Batak Simalungun Proverbs and English memiliki kesimpulan sebagai berikut.Dalam peribahasa BS, ditemukan enam peribahasa dengan konteks baliang anjing dalam buku Limbaga (peribahasa) bahasa Simalungun (Baharuddin et al.Dalam peribahasa ENG, ditemukan 23 peribahasa yang menggunakan hewan anjing dalam Dictionary of Authentic American Proverbs (Mieder, 2021) dan 101 American English Proverbs (Collis, H, 1992).Dalam peribahasa BS, hanya ditemukan satu jenis ciri makna, yaitu perilaku anjing.Perilaku anjing dalam peribahasa BS dibagi menjadi dua pandangan.Dari enam peribahasa yang menggunakan kata anjing dalam BS, ditemukan satu peribahasa dengan pandangan positif dan lima peribahasa dengan pandangan negatif.Sehingga, masyarakat Simalungun melihat anjing lebih negatif.Ciri makna yang ditemukan dalam peribahasa BS hanya satu ciri makna, yaitu tentang perilaku anjing.Berbagai ciri makna anjing dalam peribahasa ENG diklasifikasikan menjadi enam jenis ciri makna.Enam jenis ciri makna tersebut terdiri dari, sedangkan ciri makna anjing dalam peribahasa ENG ada enam jenis ciri makna, termasuk sifat anjing (yaitu, perilaku, ukuran, kualitas, dan kondisi), bagian tubuh anjing, posisi anjing, usia anjing, hari anjing, dan cinta terhadap anjing.Hal-hal yang mempengaruhi perbedaan dalam ciri makna anjing dalam peribahasa kedua bahasa terdiri dari faktor lingkungan dan faktor sosial penutur.Kesamaan persepsi terhadap anjing dalam budaya penutur BS dan ENG adalah posisi anjing, yang disebut sebagai teman dan hewan peliharaan manusia.Hal-hal yang mempengaruhi perbedaan dalam wilayah dalam peribahasa kedua bahasa terdiri dari faktor regional, faktor budaya, dan faktor kebiasaan masyarakat.Kesamaan persepsi terhadap anjing dalam budaya penutur BS dan ENG adalah posisi anjing yang disebut sebagai teman dan hewan peliharaan manusia.

Berdasarkan hasil penelitian ini, saran penelitian lanjutan yang dapat diusulkan adalah: . . 1. Melakukan studi komparatif antara peribahasa Batak Simalungun dan bahasa Inggris yang berfokus pada metafora hewan selain anjing, seperti kucing, burung, atau hewan lain yang memiliki makna simbolik dalam kedua budaya. Studi ini dapat mengeksplorasi perbedaan dan kesamaan persepsi serta penggunaan metafora hewan dalam peribahasa.. . 2. Menganalisis lebih dalam faktor-faktor lingkungan dan sosial yang mempengaruhi perbedaan dalam ciri makna anjing dalam peribahasa kedua bahasa. Penelitian ini dapat menyelidiki bagaimana faktor-faktor tersebut membentuk persepsi dan penggunaan metafora anjing dalam peribahasa, serta bagaimana perbedaan budaya dan lingkungan dapat mempengaruhi interpretasi dan pemahaman peribahasa.. . 3. Menjelajahi aspek-aspek antropologis dan linguistik dalam peribahasa Batak Simalungun dan bahasa Inggris yang berkaitan dengan hewan. Penelitian ini dapat berfokus pada bagaimana peribahasa merefleksikan nilai-nilai budaya, kepercayaan, dan praktik sosial terkait hewan dalam kedua masyarakat. Dengan demikian, penelitian ini dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang hubungan antara bahasa, budaya, dan hewan dalam peribahasa.

Read online
File size300.26 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test