169169

PanggungPanggung

Koreografi Tari Toaleang Marusu diciptakan berdasarkan penemuan arkeologis di Leang-Leang, Maros, yang menunjukkan adanya peradaban manusia prasejarah Toalean. Perekaciptaan koreografi tari ini bertujuan untuk memberikan pembacaan baru pada tinggalan-tinggalan artefak yang ditemukan. Hal ini untuk menghasilkan transformasi dan reinterpretasi gagasan visual serta artistika dalam wujud Tari Toaleang Marusu. Riset dilakukan dengan metode kualitatif dan mengelaborasi pendekatan kreativitas General model of the creative process oleh Zeng yaitu analisis, penggagasan ide, evaluasi, dan implementasi. Pendekatan pengkomposisian tari dari Minton yang terdiri lima tahapan yaitu, inspirasi, responsif, inkubasi, evaluasi, dan visualisasi. Pengejawantahan praksis ini, dimulai dari pra-imajinasi, imajinasi abstrak, dan kemudian menghasilkan imajinasi konkret. Penjajakan budaya manusia prasejarah Toalean menjadi refleksi alih wahana yang tertuang pada sebuah repertoar Tari Toaleang Marusu sebagai imaji konkret. Hasil transformasi seni ini berdampak pula pada keberlanjutan proses kreatif, menghadirkan produk seni lainnya, dan yang utama adalah menjaga kelestarian dan eksistensi ekologi situs-situs prasejarah leang-leang Maros Sulawesi Selatan.

Perekaciptaan koreografi tari Toaleang Marusu seyogyanya telah mengadopsi temuan-temuan arkeologi berupa artefak-artefak prasejarah masyarakat Toalean, baik itu berupa sisa hasil pengolahan kerang, batu lancipan, dan lukisan-lukisan cap tangan manusia serta lukisan hewan endemik yang merupakan gambar tertua yang ditemukan di dalam gua-gua di wilayah Maros Sulawesi Selatan.Temuan-temuan ini menjadi bahan baku yang secara eksplisit dapat dianalisis secara ontologis.Repertoar Tari Toaleang Marusu adalah bentuk dari imaji konkret yang telah dientitaskan oleh pereka cipta dalam praksis kreatifnya.Hasil transformasi perekaciptaan ini berdampak pula sebagai utilitas dalam keberlanjutan proses kreatif yang sejenis, baik dari seni gerak maupun produk seni lainnya, serta yang utama adalah eksistensi dari ekologi situs-situs prasejarah leang-leang Maros dapat terawat keberadaanya.

Berdasarkan penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian dapat dilakukan untuk mengeksplorasi lebih dalam mengenai makna simbolik dari lukisan-lukisan di leang-leang Maros, khususnya terkait dengan ritual dan kepercayaan masyarakat Toalean. Hal ini dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai konteks sosial dan budaya di balik penciptaan seni tari Toaleang Marusu. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan metode pelestarian dan revitalisasi seni tari Toaleang Marusu, dengan melibatkan komunitas lokal dan memanfaatkan teknologi digital. Tujuannya adalah untuk memastikan keberlanjutan tradisi seni ini di tengah perubahan zaman dan meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap warisan budaya leluhur. Ketiga, penelitian dapat mengkaji dampak ekonomi dari pengembangan pariwisata berbasis budaya di Maros, khususnya yang terkait dengan seni tari Toaleang Marusu. Hal ini penting untuk memastikan bahwa manfaat ekonomi dari pariwisata dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat lokal dan berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan.

  1. #seni tari#seni tari
Read online
File size1.27 MB
Pages17
Short Linkhttps://juris.id/p-3pt
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test