ITNYITNY

KURVATEKKURVATEK

Abstrakadmin— Dinding pasangan bata merupakan salah satu konstruksi yang banyak diminati, karena bahannya mudah di dapat dengan harga murah. Selain itu, pengerjaannya juga tidak membutuhkan keahlian khusus. Kekuatan dinding sangat dipengaruhi oleh kekuatan material penyusunnya, yaitu bata dan mortar sebagai perekatnya. Peran bata dan mortar dalam menciptakan kekuatan dinding perlu diteliti tingkat efektifitasnya. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran keefektifan peran bata atau mortar dalam membentuk kuat tekan dinding pasangan bata. Untuk mendapatkan gambaran yang dimaksud, maka dilakukan pengujian kuat tekan mortar, bata, dan dinding pasangan bata yang diwakili dengan benda uji masonry prism, mengacu pada ASTM C1314-07. Hasil pengujian kemudian dibandingkan untuk mendapatkan gambaran hubungan ketiganya. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kuat tekan dinding pasangan bata lebih ditentukan oleh kuat tekan batanya, namun juga dipengaruhi oleh kuat tekan mortarnya. Semakin tinggi kuat tekan mortar, maka kuat tekan dinding akan meningkat, namun tidak secara signifikan. Oleh karena itu penggunaan mortar dengan kekuatan tinggi kurang efektif untuk meningkatkan kekuatan dinding.

Kuat tekan dinding pasangan bata ditentukan lebih dominan oleh kuat tekan batanya, sekaligus dipengaruhi oleh kuat tekan mortarnya.Semakin tinggi kuat tekan mortar, maka kuat tekan dinding meningkat, namun peningkatan tersebut tidak signifikan.Untuk memperoleh dinding dengan kuat tekan dua kali lipat kuat tekan bata, diperlukan mortar dengan kuat tekan enam kali lipat kuat tekan bata.

Penelitian selanjutnya dapat memperluas jumlah sampel dengan mencakup lebih banyak jenis bata dan variasi campuran mortar sehingga model prediktif kuat tekan dinding dapat diformulasikan secara matematis. Selain itu, studi eksperimental tentang dampak umur dan kondisi curing (misalnya curah hujan, kelembapan) dapat menunjukkan kestabilan kuat tekan jangka panjang pada dinding bata. Penelitian tambahan juga dapat menilai perilaku dinding di bawah beban siklik atau gempa untuk menilai ketahanan strukturalnya, mengingat dinding sering berperan dalam menahan gaya aksial. Dalam hal ini, pertanyaan penelitian baru dapat berupa: “Bagaimana kombinasi kuat tekan bata dan mortar mempengaruhi respons seismik dinding pada frekuensi dan amplitudo tertentu? Respon terhadap kebijakan standar SNI dan pedoman teknik bangunan dapat dievaluasi dengan mengkorelasi hasil uji laboratorium dengan protokol konstruksi yang ada.

  1. INformasi dan Ekspose hasil Riset Teknik SIpil dan Arsitektur. modification rubber tire mortar fly ash... doi.org/10.21831/inersia.v19i1.57722INformasi dan Ekspose hasil Riset Teknik SIpil dan Arsitektur modification rubber tire mortar fly ash doi 10 21831 inersia v19i1 57722
  2. Studi Eksperimental tentang Pengaruh Dinding Bata Merah Terhadap Ketahanan Lateral Struktur Beton Bertulang... doi.org/10.5614/jts.2016.23.2.2Studi Eksperimental tentang Pengaruh Dinding Bata Merah Terhadap Ketahanan Lateral Struktur Beton Bertulang doi 10 5614 jts 2016 23 2 2
Read online
File size335.99 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test