JABARPROVJABARPROV

Creative Research JournalCreative Research Journal

Pesatnya perkembangan kawasan metropolitan sering ditandai oleh ketidakseimbangan antara ekspansi fisik kawasan terbangun dan intensitas aktivitas perkotaan, sehingga pemahaman struktur dan fungsi kota menjadi parsial jika hanya ditinjau dari satu dimensi. Fenomena ini relevan dengan Cekungan Bandung yang mengalami tekanan urbanisasi intensif serta dinamika spasial yang tidak merata. Penelitian ini menganalisis struktur fisik dan aktivitas perkotaan di Cekungan Bandung melalui pendekatan pemodelan spasial terintegrasi. Pendekatan analisis spasial kuantitatif dengan desain deskriptif-eksplanatif. Struktur fisik dianalisis menggunakan Normalized Difference Built-up Index berbasis citra Sentinel-2, sementara aktivitas perkotaan direpresentasikan oleh data Nighttime Lights dari VIIRS Black Marble. Kedua indikator tersebut distandarisasi dan dianalisis melalui metode clockboard zoning. Hasil menunjukkan nilai maksimum NDBI mencapai 0,552 yang terkonsentrasi di kawasan inti metropolitan, sedangkan nilai rata-rata NDBI bersifat negatif, mengindikasikan dominasi area non-terbangun pada tingkat skala cekungan. Intensitas NTL tertinggi tercatat di Kota Bandung dengan nilai rata-rata 29,56 nW/cm²·sr dan kepadatan 117,67/km², sementara wilayah perifer menunjukkan penurunan intensitas yang lebih tajam. Klasifikasi bivariat NDBI–NTL pada 45 zona clockboard mendominasi oleh Sektor Transisi dan Sektor Dominan Berkembang, dengan Sektor Inti hanya mencakup 26,67% zona, mencerminkan pola pertumbuhan metropolitan Cekungan Bandung yang bersifat polisentris asimetris berbasis koridor.

Analisis NDBI, NTL, dan clockboard zoning menunjukkan bahwa struktur fisik dan aktivitas perkotaan di Cekungan Bandung berkembang tidak sepenuhnya sinkron dan membentuk pola spasial yang bersifat konsentris–sektoral.NDBI mengindikasikan pemusatan kuat kepadatan bangunan pada kawasan inti metropolitan, sementara NTL memperlihatkan distribusi aktivitas malam yang lebih luas namun menurun lebih cepat ke arah pinggiran dan mengikuti koridor tertentu.Perbedaan gradien spasial antara kedua indikator ini menegaskan bahwa intensifikasi aktivitas tidak selalu sejalan dengan ekspansi terbangun.Integrasi NDBI dan NTL melalui clockboard zoning mengungkap dominasi Sektor Transisi dan Sektor Dominan Berkembang, dengan Sektor Inti/Pusat Kota yang relatif terkunci pada ring dalam dan sektor tertentu.Pola ini menunjukkan adanya morphological lag serta kecenderungan menuju struktur metropolitan polisentris yang asimetris dan berbasis koridor, bukan terdistribusi secara seimbang.Temuan ini menegaskan bahwa pemodelan spasial berbasis integrasi struktur fisik dan aktivitas malam memberikan pemahaman yang lebih utuh terhadap dinamika perkotaan Cekungan Bandung, sekaligus menjadi dasar empiris untuk mengidentifikasi ketidakseimbangan struktural dalam perencanaan metropolitan yang lebih adaptif.

Berdasarkan hasil penelitian, berikut adalah beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan: Pertama, analisis temporal time series menggunakan data NDBI dan NTL secara berurutan untuk mengidentifikasi trajektori perkembangan setiap zona. Kedua, integrasi data aktivitas siang hari seperti data mobilitas untuk melengkapi gambaran yang hanya tertangkap oleh NTL. Ketiga, pengembangan clockboard zoning dengan multiple center untuk mengakomodasi struktur metropolitan yang bersifat polisentris. Keempat, penerapan pendekatan serupa pada kawasan metropolitan lain di Indonesia untuk membangun pemahaman komparatif.

  1. OSF. osf doi.org/10.31219/osf.io/vncgwOSF osf doi 10 31219 osf io vncgw
  2. Pola perkembangan morfologi fisik kota di cekungan bandung periode 2009 – 2018 | Wijaya | Jurnal... jurnal.ugm.ac.id/teknosains/article/view/45051Pola perkembangan morfologi fisik kota di cekungan bandung periode 2009 Ae 2018 Wijaya Jurnal jurnal ugm ac teknosains article view 45051
  3. MODELING URBAN STRUCTURE AND ACTIVITY THROUGH THE CLOCKBOARD ZONING APPROACH: A CASE STUDY OF CEKUNGAN... doi.org/10.34147/crj.v12i01.475MODELING URBAN STRUCTURE AND ACTIVITY THROUGH THE CLOCKBOARD ZONING APPROACH A CASE STUDY OF CEKUNGAN doi 10 34147 crj v12i01 475
Read online
File size1.06 MB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test