UINSIUINSI

Borneo International Journal of Islamic StudiesBorneo International Journal of Islamic Studies

Diskusi kontemporer mengenai seni Islam sering menimbulkan pertanyaan tentang hubungan antara kebebasan artistik dan komitmen keagamaan. Penelitian ini meneliti bagaimana seni dipahami dalam pemikiran Islam dan mengeksplorasi sejauh mana ekspresi kreatif dapat произошло bersamaan dengan nilai-nilai religius. Metode yang digunakan adalah tinjauan pustaka kualitatif dengan pendekatan analisis konten interpretatif, memanfaatkan sumber Islam primer seperti Al-Quran dan hadits serta kajian klasik dan modern tentang estetika Islam. Analisis difokuskan pada tiga dimensi: dasar teologis seni, batasan etis ekspresi seni, dan fungsi sosial-spiritual seni dalam tradisi Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perspektif Islam tidak menolak kreativitas artistik; justru seni dipahami sebagai praktik budaya dan spiritual yang terhimpun di bawah prinsip taufid, moralitas, dan tanggung jawab sosial. Penelitian ini berkontribusi pada diskursus Studi Islam dengan menawarkan kerangka konseptual untuk memahami interaksi antara kreativitas, spiritualitas, dan etika keagamaan dalam konteks kontemporer.

Seni di Islam dianggap sebagai anugerah Allah yang memiliki nilai estetika maupun spiritual, sehingga sah bila sejalan dengan prinsip tawhid dan syaria.Seni mendukung ekspresi kreatif sekaligus menjadi media dakwah, pendidikan, dan penguatan kehidupan spiritual umat muslim.Keyakinan ini menegaskan bahwa keindahan seni Islam dapat menarik perhatian, menenangkan hati, dan mendekatkan diri kepada Allah melalui bentuk-bentuk seperti kaligrafi, arsitektur masjid, dan musik religius.

Penelitian lanjutan dapat difokuskan pada penyelidikan empiris komunitas seniman Islam di daerah pemukiman kecil guna memahami praktik seni di lapangan serta dampaknya terhadap identitas religius. Selanjutnya, kajian komparatif tentang pengaruh seni digital dalam media sosial dapat mengukur seberapa besar media ini memperkuat nilai-nilai keagamaan dan estetika dalam kelompok generasi muda. Akhirnya, proyek interdisipliner yang menggabungkan seni lokal dengan prinsip tawhid dapat dikembangkan melalui workshop kreatif, sehingga menghasilkan produk seni yang tetap konsisten dengan nilai religius sekaligus mempromosikan kebudayaan daerah.

  1. Muslim Societies, Civil and Political Rights, and The Guarantee of Religious Freedom: A Comparative Study... doi.org/10.21093/bijis.v5i2.9738Muslim Societies Civil and Political Rights and The Guarantee of Religious Freedom A Comparative Study doi 10 21093 bijis v5i2 9738
  2. Islamic Worldview, Economics and Islamic Economics | Intellectual Discourse. islamic worldview economics... doi.org/10.31436/id.v34i1.2512Islamic Worldview Economics and Islamic Economics Intellectual Discourse islamic worldview economics doi 10 31436 id v34i1 2512
  3. Pandangan Islam Terhadap Seni Musik (Pergolakan Pemikiran Hukum Islam dan Tasawuf) | Syariati: Jurnal... doi.org/10.32699/syariati.v4i02.1177Pandangan Islam Terhadap Seni Musik Pergolakan Pemikiran Hukum Islam dan Tasawuf Syariati Jurnal doi 10 32699 syariati v4i02 1177
  4. Reflections of Faith (‘Aqidah) on Arts: A Comparative Analytical Study on Islamic and Western Arts... doi.org/10.22452/afkar.vol23no1.7Reflections of Faith AoAqidah on Arts A Comparative Analytical Study on Islamic and Western Arts doi 10 22452 afkar vol23no1 7
Read online
File size387.04 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test