ITNYITNY

KURVATEKKURVATEK

Reverse engineering merupakan inovasi dalam pembuatan produk. Produk yang telah ada dianalisis untuk dilakukan pengembangan produk atau meningkatkan performa. Penelitian ini difokuskan pada penerapan metode reverse engineering untuk membuat toolpost, mengingat kebutuhan suku cadang toolpost mesin bubut konvensional masih bergantung pada impor dan seringkali tidak tersedia dipasaran karena pabrikan sudah tidak ada. Tahapan yang dilakukan meliputi pengumpulan informasi produk, analisis fitur fungsional, pengukuran dan pemodelan toolpost serta analisis keterbuatan melalui simulasi pengecoran. Simulasi pengecoran ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi cing tool postacat yang akan terjadi, sebelum desain toolpost akan diwujudkan dalam produk jadi. Hasil simulasi menunjukkan total cacat porositas sebesar 2% dengan lokasi cacat yaitu pada area gating system dan area lubang pada toolpost. Meskipun terdapat cacat, persentase dan lokasi cacat tersebut dapat dianggap tidak akan mempengaruhi keberfungsian dari toolpost. Waktu tuang optimal yaitu 2,38 detik dan waktu pendinginan yaitu 201,3 detik untuk mencegah terjadinya retak dan deformasi.

Pada Tabel 1 dapat dilihat bahwa ukuran mesh berpengaruh terhadap waktu tuang waktu dan waktu pendinginan.Sedangkan untuk persentase cacat atau porositas yang terjadi tidak dipengaruhi oleh ukuran mesh.Ukuran mesh 4 mm merupakan ukuran mesh yang optimal karena distribusi temperatur pada toolpost lebih merata jika dibandingkan dengan ukuran mesh lainnya, sehingga proses pendinginan dapat lebih seragam untuk menghindari deformasi ataupun retak.Lokasi cacat terjadi pada area gating system dan area lubang pada toolpost dengan persentase cacatnya dapat dikatakan sangat kecil.Sehingga dapat disimpulkan bahwa cacat yang terjadi tidak akan mempengaruhi kualitas produk toolpost.Desain toolpost yang telah dianalisis keterbuatannya melalui simulasi pengecoran selanjutnya perlu diwujudkan dalam bentuk prototipe.

Berdasarkan hasil penelitian ini, saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan adalah: 1. Mengembangkan metode reverse engineering yang lebih efisien dan akurat untuk membuat toolpost mesin bubut konvensional, dengan mempertimbangkan faktor-faktor seperti waktu produksi, biaya, dan kualitas produk. 2. Menganalisis dan mengoptimalkan proses pengecoran untuk mengurangi cacat dan meningkatkan kualitas produk toolpost. Hal ini dapat dilakukan dengan mengkaji berbagai variabel seperti desain gating system, ukuran mesh, dan waktu pendinginan. 3. Menerapkan simulasi pengecoran yang lebih canggih dan akurat, seperti menggunakan software simulasi yang lebih kompleks atau menggabungkan teknik simulasi dengan pengujian fisik untuk meningkatkan akurasi hasil simulasi. Dengan demikian, penelitian lanjutan dapat fokus pada peningkatan kualitas dan efisiensi proses pembuatan toolpost mesin bubut konvensional, serta memberikan kontribusi pada pengembangan industri manufaktur di Indonesia.

Read online
File size497.63 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test