STIEMADANISTIEMADANI

MADANI ACCOUNTING AND MANAGEMENT JOURNALMADANI ACCOUNTING AND MANAGEMENT JOURNAL

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan metode full costing dan variable costing dalam perhitungan harga pokok produksi untuk menentukan harga jual produk pada BUMDes Amarta. Metode full costing adalah metode penentuan harga pokok produk yang memperhitungkan semua unsur biaya produksi yang terdiri dari biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung dan biaya overhead pabrik, baik yang bersifat tetap maupun variabel. Sedangkan variable costing adalah metode penentuan harga pokok produk yang hanya memperhitungkan biaya produksi variabel yang terdiri dari biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung, dan biaya overhead pabrik. Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif. Data yang digunakan, data primer dan sekunder. Metode analisis yang digunakan metode deskriptif yaitu metode yang digunakan untuk menggambarkan atau menganalisis suatu hasil penelitian tetapi tidak digunakan untuk membuat kesimpulan yang lebih luas.

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, dapat ditarik kesimpulan bahwa analisis perhitungan harga jual pupuk yang saat ini diterapkan oleh BUMDes Amarta masih kurang akurat karena belum didasarkan pada perhitungan product costing.Hasil analisis perbandingan perhitungan cost pengelolaan sampah yang telah dilakukan menunjukkan adanya faktor-faktor kelemahan terhadap perhitungan cost tersebut.Pertama, harga jual pupuk saat ini yang diterapkan oleh BUMDes Amarta masih terlalu rendah karena belum menggunakan metode costing.Kedua, biaya penyusutan belum diakomodasi dalam laporan keuangan sehingga BUMDes Amarta harus siap mengantisipasi aset BUMDes jika mengalami kerusakan agar proses produksi tidak terhenti dengan cara melakukan menyusun program peremajaan aset.Dari kelemahan-kelemahan tersebut, alternatif perhitungan product cost yang lebih baik untuk menghasilkan harga jual yang efektif ialah dengan menggunakan metode variable costing.Hasil penentuan cost dengan metode tersebut lebih informatif daripada perhitungan saat ini yang dilakukan oleh BUMDes Amarta karena perhitungan product cost dengan variable costing menunjukkan unit cost (harga pokok) yang sesungguhnya.Selain itu, metode variable costing lebih sederhana, mudah diterapkan, dan komponen perhitungan sudah tersedia.Akan tetapi, perhitungan variable costing belum memperhitungkan biaya penyusutan aset tetap.Selain itu, perhitungan full costing menghasilkan cost yang terlalu tinggi dibanding pesaing-pesaingnya dengan harga rata-rata pupuk organik padat sebesar Rp1.

Saran penelitian lanjutan adalah untuk meninjau kembali perhitungan product costing atau menambahkan metode perhitungan yang lain dalam penelitian ini dan bisa dilihat dari perkembangan produk BUMDes Amarta. Jika produk telah terdiversifikasi, BUMDes Amarta perlu menggunakan metode activity based costing. Hal ini didasarkan pada ragam produk pupuk yang dihasilkan oleh BUMDes Amarta.

Read online
File size543.13 KB
Pages24
DMCAReport

Related /

ads-block-test