ATIDEWANTARAATIDEWANTARA

SINGKERRUSINGKERRU

Permasalahan sampah di kawasan pesisir menjadi isu penting yang berdampak pada kualitas lingkungan, keberlanjutan ekosistem laut, serta daya tarik destinasi wisata. Kondisi ini juga terjadi di kawasan objek wisata Pantai Lemo, Kabupaten Luwu Timur, yang masih menghadapi permasalahan akumulasi sampah akibat rendahnya kesadaran masyarakat dan pengunjung. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kepedulian masyarakat terhadap pengelolaan sampah melalui edukasi dan aksi nyata di lapangan. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui beberapa tahapan, yaitu edukasi kepedulian lingkungan pesisir, sosialisasi dan demonstrasi pengelolaan sampah, serta aksi partisipatif pembersihan pantai. Kegiatan melibatkan mahasiswa Teknik Elektronika sebagai peserta utama, serta masyarakat setempat, aparat desa, dan relawan sebagai mitra pendukung. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa edukasi yang diberikan mampu meningkatkan pemahaman peserta mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan pesisir. Kegiatan sosialisasi dan demonstrasi memberikan keterampilan praktis kepada peserta dalam memilah dan mengelola sampah secara tepat. Aksi bersih pantai yang dilakukan secara bersama-sama menghasilkan kondisi lingkungan yang lebih bersih dan nyaman, serta memberikan pengalaman langsung kepada peserta mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.

Pendekatan yang mengintegrasikan edukasi, demonstrasi, dan aksi partisipatif dalam kegiatan pengabdian di Pantai Lemo terbukti meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kepedulian lingkungan peserta, serta menghasilkan kondisi pantai yang lebih bersih dan nyaman.Namun, durasi singkat dan partisipasi masyarakat yang tidak berkelanjutan menjadi keterbatasan, sehingga dampak jangka panjang belum terukur.Oleh karena itu, disarankan memperpanjang pelaksanaan, melibatkan pemerintah daerah serta memperkuat fasilitas pengelolaan sampah dan edukasi berbasis komunitas secara periodik.

Penelitian lanjutan dapat meneliti dampak jangka panjang program pengelolaan sampah partisipatif terhadap perubahan perilaku masyarakat di kawasan pesisir, sehingga dapat mengukur keberlanjutan kepedulian lingkungan setelah intervensi selesai. Selanjutnya, studi komparatif antara model edukasi tradisional tatap muka dan model edukasi digital berbasis aplikasi mobile dapat mengevaluasi efektivitas masing‑masing pendekatan dalam meningkatkan literasi sampah serta mengurangi akumulasi sampah plastik di pantai. Selain itu, penelitian kebijakan dapat mengeksplorasi integrasi antara pemerintah daerah, lembaga pariwisata, dan komunitas lokal dalam penyediaan fasilitas pengelolaan sampah terpilah serta sistem pengangkutan yang berkelanjutan, untuk menilai sejauh mana sinergi tersebut dapat memperkuat program pengelolaan sampah berkelanjutan di wilayah wisata pantai.

Read online
File size346.24 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test