LITERASISAINSLITERASISAINS

ABDIKAN: Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Sains dan TeknologiABDIKAN: Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Sains dan Teknologi

Pemilihan supplier merupakan hal yang penting dalam proses produksi, karena bahan baku sangat mempengaruhi hasil produk serta kelangsungan produksi. Pada Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) Bananas Food yang berada di Kabupaten Bekasi, masalah utama yang dihadapi yaitu belum adanya mekanisme atau system pemilihan supplier bahan baku yang tepat untuk memenuhi kebutuhan produksi. UMKM Bananas Food juga belum menerapkan metode dalam pemilihan supplier, sehingga memiliki supplier lebih dari satu. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP). Adapun kriteria-kriteria yang menjadi prioritas dalam pemilihan supplier meliputi ketersediaan, kualitas, harga dan lokasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui supplier terbaik dari beberapa alternatif supplier yang ada. Berdasarkan hasil perhitungan pemilihan supplier bahan baku pisang menggunakan metode AHP, menetapkan supplier B sebagai supplier terbaik bagi UMKM Bananas Food dengan bobot nilai sebesar 0,46, supplier C sebagai alternatif kedua dengan bobot 0,25, supplier D sebagai alternatif ketiga dengan bobot 0,18, dan supplier A sebagai alternatif keempat dengan bobot 0,11.

Berdasarakan pembahasan dan pengolahan data yang telah dilakukan terkait analisis kriteria dalam pemilihan supplier bahan baku pisang di UMKM Bananas Food menggunakan metode AHP, maka kesimpulan yang didapat adalah bahwa kriteria yang menjadi prioritas adalah kriteria ketersediaan dengan bobot 0,50, kriteria harga dengan bobot 0,25, kriteria kualitas dengan bobot 0,16 dan kriteria lokasi dengan bobot 0,09.Dari beberapa alternatif supplier diperoleh hasil bahwa supplier B merupakan supplier terbaik dengan bobot sebesar 0,46, selanjutnya supplier C dengan bobot 0,25, supplier D dengan bobot 0,18 dan supplier A dengan bobot sebesar 0,11.

Penelitian selanjutnya dapat menggali lebih dalam dengan mengintegrasikan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) yang telah diterapkan dalam studi ini dengan pendekatan sistem pendukung keputusan lainnya, seperti Technique for Order Preference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS) atau model berbasis Fuzzy Logic. Integrasi ini berpotensi menghasilkan sistem pemilihan pemasok yang lebih komprehensif dan adaptif terhadap ketidakpastian data, memungkinkan UMKM untuk membuat keputusan yang lebih nuansa dan tangguh. Selain itu, sebuah studi lanjutan dapat dirancang untuk mengembangkan kerangka kerja pemantauan kinerja pemasok secara dinamis dan berkelanjutan. Penelitian ini dapat berfokus pada perancangan sistem umpan balik real-time yang tidak hanya melacak kepatuhan terhadap kriteria awal seperti ketersediaan dan kualitas, tetapi juga mengevaluasi aspek-aspek lain seperti responsivitas terhadap perubahan permintaan dan praktik keberlanjutan. Hasil dari pemantauan ini kemudian dapat digunakan untuk secara berkala menyesuaikan bobot kriteria dalam model AHP, memastikan bahwa pilihan pemasok tetap optimal seiring waktu. Terakhir, sangat menarik untuk mengeksplorasi generalisasi model pemilihan pemasok ini ke sektor UMKM lain atau produk yang berbeda, bahkan dengan mempertimbangkan kriteria tambahan seperti dampak lingkungan atau kontribusi sosial. Penelitian ini akan menyelidiki bagaimana kriteria dan sub-kriteria dapat disesuaikan dan divalidasi di berbagai konteks bisnis, menyediakan panduan yang lebih luas bagi UMKM dalam membangun rantai pasok yang efisien dan bertanggung jawab.

Read online
File size422.85 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test