ATIDEWANTARAATIDEWANTARA

SINGKERRUSINGKERRU

Permasalahan sampah di kawasan pesisir menjadi isu penting yang berdampak pada kerusakan ekosistem, penurunan kualitas lingkungan, serta kesehatan masyarakat. Pantai Labombo di Kota Palopo merupakan salah satu kawasan pesisir yang memiliki potensi wisata, namun masih menghadapi permasalahan kebersihan akibat akumulasi sampah. Kondisi ini menunjukkan perlunya upaya peningkatan kesadaran masyarakat, khususnya pemuda, dalam menjaga kebersihan lingkungan pesisir. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan partisipasi pemuda terhadap kebersihan lingkungan pesisir melalui edukasi dan aksi bersih pantai. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan secara partisipatif dengan melibatkan pemuda setempat sebagai mitra kegiatan. Kegiatan dilaksanakan melalui tiga tahapan utama, yaitu edukasi kebersihan dan kelestarian lingkungan pesisir, sosialisasi dampak sampah dan pengelolaan sampah sederhana, serta aksi partisipatif bersih pantai. Edukasi dilakukan melalui penyampaian materi secara interaktif, sedangkan aksi bersih pantai dilakukan secara berkelompok untuk meningkatkan keterlibatan peserta secara langsung di lapangan.

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui edukasi dan aksi bersih pantai di Pantai Labombo, Kota Palopo, menunjukkan bahwa pendekatan yang mengintegrasikan penyuluhan interaktif dengan aksi partisipatif mampu memberikan dampak yang signifikan terhadap peningkatan pengetahuan, kesadaran, dan partisipasi pemuda dalam menjaga kebersihan lingkungan pesisir.Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta tidak hanya mengalami peningkatan pemahaman mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan pesisir, tetapi juga menunjukkan perubahan sikap dan perilaku yang lebih peduli terhadap lingkungan.Keterlibatan aktif pemuda dalam seluruh rangkaian kegiatan menjadi faktor utama dalam keberhasilan program ini.Kegiatan ini juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, yaitu terciptanya lingkungan pantai yang lebih bersih, meningkatnya kesadaran kolektif terhadap pengelolaan sampah, serta terbentuknya potensi kelompok pemuda yang dapat menjadi penggerak dalam kegiatan pelestarian lingkungan di masa mendatang.

Untuk penelitian lanjutan, dapat dipertimbangkan beberapa ide berikut: Pertama, perluasan cakupan kegiatan dengan melibatkan lebih banyak peserta, termasuk masyarakat umum dan pelaku usaha di kawasan pesisir, agar dampak yang dihasilkan dapat lebih optimal. Kedua, pengembangan program lanjutan seperti pembentukan komunitas peduli lingkungan atau bank sampah di kawasan pantai untuk menjaga keberlanjutan kegiatan. Ketiga, pendampingan secara berkala kepada pemuda sebagai mitra kegiatan untuk memastikan penerapan pengetahuan dan keterampilan dalam kehidupan sehari-hari. Keempat, integrasi pendekatan inovatif seperti pemanfaatan teknologi sederhana dalam pengelolaan sampah atau kampanye digital berbasis media sosial untuk menjangkau lebih banyak masyarakat dan meningkatkan efektivitas penyebaran informasi terkait pentingnya menjaga kebersihan lingkungan pesisir.

  1. Evaluating scenarios toward zero plastic pollution | Science. evaluating scenarios toward zero plastic... science.org/doi/10.1126/science.aba9475Evaluating scenarios toward zero plastic pollution Science evaluating scenarios toward zero plastic science doi 10 1126 science aba9475
Read online
File size200.64 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test