STABN SRIWIJAYASTABN SRIWIJAYA
Jurnal Ilmiah Kampus: Sati SampajannaJurnal Ilmiah Kampus: Sati SampajannaPermasalahan penelitian ini adalah bagaimanakah kompetensi literasi informasi siswa di era digital pada Sekolah Mengengah Kejuruan Setia Bhakti Tangerang. Tujuan penelitian untuk mengetahui kompetensi literasi informasi siswa di era digital pada Sekolah Mengengah Kejuruan Setia Bhakti Tangerang. Tingkat kompetensi literasi informasi dilakukan dengan memberikan kategori (tinggi, sedang, dan rendah) yang diukur menggunakan dimensi literasi informasi.
Hasil analisis data dan pembahasan, dapat diambil kesimpulan hasil penelitian sebagai berikut.Kompetensi literasi informasi di era digital pada siswa Sekolah Menengah Kejuruan Setia Bhakti Tangerang sebesar 65,37%, berada pada ketegori cukup.Untuk setiap siswa sebesar 13% kategori tinggi, sebesar 73% kategori sedang, dan sebesar 14% pada kategori rendah.Tingkat kompetensi literasi informasi di era digital pada siswa Sekolah Menengah Kejuruan Setia Bhakti Tangerang untuk dimensi Task Definition, yaitu sebesar 72,49%.Kategori tingkatan pemahaman untuk setiap siswa berada pada 12,42% kategori tinggi, 76,40% kategori sedang, dan 11,18% kategori rendah.Tingkat kompetensi literasi informasi di era digital pada siswa Sekolah Menengah Kejuruan Setia Bhakti Tangerang untuk dimensi Information Seeking Strategies sebesar 76,36%.Kategori tingkatan pemahaman siswa berada pada 17,39% kategori tinggi, 70,19% kategori sedang, dan 12,42% kategori rendah.Tingkat kompetensi literasi informasi di era digital pada siswa Sekolah Menengah Kejuruan Setia Bhakti Tangerang untuk dimensi Location and Access sebesar 64,44%.Kategori tingkatan pemahaman 11,18% pada kategori tinggi, 72,67% kategori sedang, dan 16,15% kategori rendah.Tingkat kompetensi literasi informasi di era digital pada siswa Sekolah Menengah Kejuruan Setia Bhakti Tangerang untuk dimensi Use of Information sebesar 68,40%.Kategori tingkatan pemahaman 15,53% pada kategori tinggi, 72,67% kategori sedang, dan 11,80% kategori rendah.Tingkat kompetensi literasi informasi di era digital pada siswa Sekolah Menengah Kejuruan Setia Bhakti Tangerang untuk dimensi Synthesis sebesar 67,64%.Kategori tingkatan pemahaman siswa 14,29% berada pada kategori tinggi, 67,08% kategori sedang, dan 18,63% pada kategori rendah.Tingkat kompetensi literasi informasi di era digital pada siswa Sekolah Menengah Kejuruan Setia Bhakti Tangerang untuk dimensi Evaluation sebesar 71%.Kategori tingkatan pemahaman siswa untuk 13,66% kategori tinggi, 70,81% kategori sedang, dan 15,53% pada kategori rendah.
Untuk meningkatkan kompetensi literasi informasi siswa di era digital, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai strategi pencarian informasi yang efektif. Selain itu, penting juga untuk mengeksplorasi bagaimana siswa dapat mengakses dan memanfaatkan sumber-sumber informasi yang berlangganan dan berkelanjutan. Penelitian selanjutnya dapat berfokus pada pengembangan keterampilan literasi digital, seperti internet searching dan hypertextual navigation, serta mengintegrasikan teknologi dalam pembelajaran untuk meningkatkan efektivitas proses belajar. Dengan demikian, siswa dapat memiliki pemahaman yang lebih baik dalam mendapatkan informasi melalui berbagai sumber dan menerapkan keterampilan literasi informasi dalam konteks pembelajaran.
| File size | 391.39 KB |
| Pages | 15 |
| DMCA | Report |
Related /
ARIPAFIARIPAFI Data diperoleh melalui analisis kegiatan pendidikan dan praktik sosial yang dijalankan oleh Fo Guang Shan di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwaData diperoleh melalui analisis kegiatan pendidikan dan praktik sosial yang dijalankan oleh Fo Guang Shan di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
ARIPAFIARIPAFI Di antara faktor-faktor tersebut, kegiatan keagamaan rutin dan pemanfaatan candi sebagai destinasi wisata religi menjadi faktor yang paling dominan dalamDi antara faktor-faktor tersebut, kegiatan keagamaan rutin dan pemanfaatan candi sebagai destinasi wisata religi menjadi faktor yang paling dominan dalam
INDO INTELLECTUALINDO INTELLECTUAL Integrasi nilai-nilai multikultural ke dalam pendidikan Islam diharapkan dapat memperkuat harmoni sosial dan mencegah potensi konflik yang timbul dariIntegrasi nilai-nilai multikultural ke dalam pendidikan Islam diharapkan dapat memperkuat harmoni sosial dan mencegah potensi konflik yang timbul dari
ARIPAFIARIPAFI Kisah ini menunjukkan pergulatan antara kegelapan batin dan pencerahan, antara kejahatan dan penebusan, serta antara diri individu dan konsekuensi sosial.Kisah ini menunjukkan pergulatan antara kegelapan batin dan pencerahan, antara kejahatan dan penebusan, serta antara diri individu dan konsekuensi sosial.
ARIPAFIARIPAFI Dengan demikian, Vihara Buddhagaya Watugong menjadi representasi penting dari revitalisasi agama, warisan budaya, dan kohesi sosial di Indonesia modern.Dengan demikian, Vihara Buddhagaya Watugong menjadi representasi penting dari revitalisasi agama, warisan budaya, dan kohesi sosial di Indonesia modern.
ARIPAFIARIPAFI Temuan juga mengungkap rendahnya partisipasi dalam sesi pembelajaran Dhamma, yang menjadi dasar perlunya inovasi dalam metode edukatif dan pendekatan pembelajaranTemuan juga mengungkap rendahnya partisipasi dalam sesi pembelajaran Dhamma, yang menjadi dasar perlunya inovasi dalam metode edukatif dan pendekatan pembelajaran
OJS INDONESIAOJS INDONESIA Selain itu, pendidikan multikultural juga memberikan dampak positif terhadap pemahaman keberagaman, di mana peserta didik tidak hanya belajar ajaran agamaSelain itu, pendidikan multikultural juga memberikan dampak positif terhadap pemahaman keberagaman, di mana peserta didik tidak hanya belajar ajaran agama
ALJAMIAHALJAMIAH Secara keseluruhan, Muhammadiyah menunjukkan respons yang kuat dan terorganisir terhadap RUU Pendidikan Nasional tahun 1988.melalui dialog dengan pemerintahSecara keseluruhan, Muhammadiyah menunjukkan respons yang kuat dan terorganisir terhadap RUU Pendidikan Nasional tahun 1988.melalui dialog dengan pemerintah
Useful /
ATIDEWANTARAATIDEWANTARA Kendala seperti keterbatasan waktu, kualitas jaringan, dan pencatatan order masih menghambat optimalisasi dampak penjualan, sehingga diperlukan keberlanjutanKendala seperti keterbatasan waktu, kualitas jaringan, dan pencatatan order masih menghambat optimalisasi dampak penjualan, sehingga diperlukan keberlanjutan
OJS INDONESIAOJS INDONESIA Metode yang digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan analisis literatur hukum primer serta sekunder. Hasil kajian menunjukkanMetode yang digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan analisis literatur hukum primer serta sekunder. Hasil kajian menunjukkan
OJS INDONESIAOJS INDONESIA Hasil wawancara dengan kepala sekolah menunjukkan bahwa berbagai bentuk kegiatan telah diterapkan sebagai bagian dari praktik kepemimpinan instruksional,Hasil wawancara dengan kepala sekolah menunjukkan bahwa berbagai bentuk kegiatan telah diterapkan sebagai bagian dari praktik kepemimpinan instruksional,
STABN SRIWIJAYASTABN SRIWIJAYA Responden penelitian ini adalah 500 peserta didik dari 5 unit sekolah yaitu SMK Ariya Metta, SMA-SMK Atisa Dipamkara, dan SMA-SMK Perguruan Budhi. HasilResponden penelitian ini adalah 500 peserta didik dari 5 unit sekolah yaitu SMK Ariya Metta, SMA-SMK Atisa Dipamkara, dan SMA-SMK Perguruan Budhi. Hasil