ARIPAFIARIPAFI
Jurnal Budi Pekerti Agama BuddhaJurnal Budi Pekerti Agama BuddhaPenelitian ini mengkaji peran Vihara Buddhagaya Watugong sebagai pusat kebangkitan agama Buddha pascakemerdekaan Indonesia. Tujuan utama studi ini adalah untuk memahami bagaimana vihara ini berkontribusi terhadap revitalisasi agama Buddha melalui pendekatan historis, kultural, dan spiritual. Penelitian dilakukan dengan metode kualitatif deskriptif, melalui studi arsip, wawancara mendalam, observasi arsitektural, dan sejarah lisan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Vihara Buddhagaya Watugong memainkan peran multifungsi sebagai tempat ibadah, pusat budaya, dan ruang dialog antariman. Struktur arsitekturnya seperti Pagoda Avalokitesvara dan elemen sakral lainnya menunjukkan perpaduan nilai-nilai Buddhis dan kearifan lokal. Vihara ini juga aktif dalam pendidikan, pelestarian tradisi, dan penguatan identitas keagamaan umat Buddha di tengah masyarakat multikultural. Temuan ini menyoroti bagaimana kebangkitan agama Buddha di Indonesia tidak hanya bersifat spiritual, tetapi juga berperan dalam membentuk narasi nasionalisme dan harmoni sosial. Dengan demikian, Vihara Buddhagaya Watugong menjadi representasi penting dari revitalisasi agama, warisan budaya, dan kohesi sosial di Indonesia modern.
Penelitian ini menyoroti peran penting Vihara Buddhagaya Watugong dalam kebangkitan agama Buddha di Indonesia pascakemerdekaan.Sebagai salah satu vihara Theravāda terbesar di Jawa Tengah, vihara ini tidak hanya menjadi pusat ibadah, tetapi juga simbol revitalisasi spiritual dan warisan budaya Buddhis.Melalui pendekatan kualitatif deskriptif, ditemukan bahwa struktur arsitektur, elemen sakral seperti Pagoda Avalokitesvara dan Pohon Bodhi, serta kegiatan sosial-keagamaan di vihara memainkan peran strategis dalam membangun identitas Buddhis modern yang selaras dengan nilai-nilai lokal dan semangat kebangsaan.Vihara ini juga berfungsi sebagai wadah dialog lintas agama, pusat pendidikan, dan pelestarian tradisi Buddhis, mencerminkan perpaduan antara nilai-nilai keagamaan, budaya, dan nasionalisme Indonesia.
Berdasarkan temuan penelitian, disarankan untuk melakukan studi lanjutan yang berfokus pada interaksi antara arsitektur keagamaan dan pembentukan identitas budaya dalam konteks Indonesia yang pluralistik. Selain itu, perlu ada upaya berkelanjutan dari pemangku kepentingan keagamaan, pemerintah, dan komunitas lokal untuk mendukung pelestarian situs keagamaan bersejarah seperti Vihara Buddhagaya Watugong. Program pendidikan dan kegiatan lintas agama juga perlu diperkuat untuk memperluas jangkauan inklusivitas, toleransi, dan pemahaman antar umat beragama. Dengan demikian, penelitian lanjutan dapat lebih mendalami peran vihara dalam memperkuat identitas Buddhis modern dan kontribusinya terhadap kohesi sosial di Indonesia.
- Conversion and Revitalization of Buddhist Otera in Japan: A Religiosity-Historicity Study | International... doi.org/10.61707/b8razn52Conversion and Revitalization of Buddhist Otera in Japan A Religiosity Historicity Study International doi 10 61707 b8razn52
- Making sure you're not a bot!. making sure re bot loading seeing set anubis protect server against... journals.openedition.org/archipel/2131Making sure youre not a bot making sure re bot loading seeing set anubis protect server against journals openedition archipel 2131
- Green Heritage and Lanna Urban Identity: A Study of Temples in Chiang Mai Old City. green heritage lanna... doi.org/10.3390/su16156574Green Heritage and Lanna Urban Identity A Study of Temples in Chiang Mai Old City green heritage lanna doi 10 3390 su16156574
- The Precarious Spaces Between Us: The Exchange of Food and Merit in Thailand's Affective Moral Economy... onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1111/jore.12462The Precarious Spaces Between Us The Exchange of Food and Merit in Thailands Affective Moral Economy onlinelibrary wiley doi 10 1111 jore 12462
- An international turn: Rebuilding Chinese temple networks in Indonesia 20 years after the Suharto era... onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1111/glob.12398An international turn Rebuilding Chinese temple networks in Indonesia 20 years after the Suharto era onlinelibrary wiley doi 10 1111 glob 12398
| File size | 490.3 KB |
| Pages | 16 |
| DMCA | Report |
Related /
ARIPAFIARIPAFI Di antara faktor-faktor tersebut, kegiatan keagamaan rutin dan pemanfaatan candi sebagai destinasi wisata religi menjadi faktor yang paling dominan dalamDi antara faktor-faktor tersebut, kegiatan keagamaan rutin dan pemanfaatan candi sebagai destinasi wisata religi menjadi faktor yang paling dominan dalam
ARIPAFIARIPAFI Studi ini menyimpulkan bahwa inisiatif pendidikan Fo Guang Shan menawarkan pendekatan transformatif dalam membangun masyarakat yang inklusif, penuh kasih,Studi ini menyimpulkan bahwa inisiatif pendidikan Fo Guang Shan menawarkan pendekatan transformatif dalam membangun masyarakat yang inklusif, penuh kasih,
ARIPAFIARIPAFI Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dan didukung data statistik kehadiran, penelitian ini melibatkan 15 siswa dengan rentang usia 1–17Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dan didukung data statistik kehadiran, penelitian ini melibatkan 15 siswa dengan rentang usia 1–17
ARIPAFIARIPAFI Dengan menggunakan metode studi pustaka kualitatif, penelitian ini menganalisis secara sistematis berbagai sumber tekstual, termasuk kitab suci Buddha,Dengan menggunakan metode studi pustaka kualitatif, penelitian ini menganalisis secara sistematis berbagai sumber tekstual, termasuk kitab suci Buddha,
ARIPAFIARIPAFI Kisah ini menunjukkan pergulatan antara kegelapan batin dan pencerahan, antara kejahatan dan penebusan, serta antara diri individu dan konsekuensi sosial.Kisah ini menunjukkan pergulatan antara kegelapan batin dan pencerahan, antara kejahatan dan penebusan, serta antara diri individu dan konsekuensi sosial.
ARIPAFIARIPAFI Dalam komunitas Buddhis yang belum memiliki pandita, Manggalīa menjadi figur sentral sebagai pembina spiritual dan pelestari tradisi lokal. PenelitianDalam komunitas Buddhis yang belum memiliki pandita, Manggalīa menjadi figur sentral sebagai pembina spiritual dan pelestari tradisi lokal. Penelitian
Tel-UTel-U Buku Jari Berbicara dirancang dengan tujuan membangkitkan minat generasi muda, terutama Gen Z, untuk belajar bahasa isyarat dan memahami budaya tuli. PerancanganBuku Jari Berbicara dirancang dengan tujuan membangkitkan minat generasi muda, terutama Gen Z, untuk belajar bahasa isyarat dan memahami budaya tuli. Perancangan
4141 Akan tetapi, dapat diproyeksikan bahwa gagasan pengkodean terhambat oleh berbagai pluralitas yang ada di masyarakat, khususnya living law yang merupakanAkan tetapi, dapat diproyeksikan bahwa gagasan pengkodean terhambat oleh berbagai pluralitas yang ada di masyarakat, khususnya living law yang merupakan
Useful /
UMGUMG 5 (J48) juga menunjukkan performa yang baik dengan akurasi 96.61%, serta kemampuan interpretasi model yang unggul melalui pohon keputusan yang jelas. Random5 (J48) juga menunjukkan performa yang baik dengan akurasi 96.61%, serta kemampuan interpretasi model yang unggul melalui pohon keputusan yang jelas. Random
4141 Pemberian otonomi khusus oleh Pemerintah Pusat kepada Provinsi Aceh telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 44 Tahun 1999 dan Undang-Undang Nomor 18 TahunPemberian otonomi khusus oleh Pemerintah Pusat kepada Provinsi Aceh telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 44 Tahun 1999 dan Undang-Undang Nomor 18 Tahun
4141 Indikasi Geografis adalah tanda yang menunjukkan daerah asal suatu barang dan/atau produk yang karena faktor lingkungan geografis, termasuk faktor alam,Indikasi Geografis adalah tanda yang menunjukkan daerah asal suatu barang dan/atau produk yang karena faktor lingkungan geografis, termasuk faktor alam,
UIAUIA Mahkamah Agung (MA) telah menjatuhkan hukuman 1 tahun 6 bulan penjara melalui Putusan Kasasi Nomor 287 K/Pid/2019 pada 20 Mei 2019, namun hingga sampaiMahkamah Agung (MA) telah menjatuhkan hukuman 1 tahun 6 bulan penjara melalui Putusan Kasasi Nomor 287 K/Pid/2019 pada 20 Mei 2019, namun hingga sampai