UNPARUNPAR

Prosiding Seminar Nasional Pendidian Profesi Guru FKIP UPRProsiding Seminar Nasional Pendidian Profesi Guru FKIP UPR

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan matematika siswa SD kelas 3 dalam mengerjakan soal pembagian di SDN 101775 Desa Sampali. Hal tersebut terlihat dari hasil nilai harian siswa melalui guru kelas yang sekaligus guru mata pelajaran matematika. Nilai harian tersebut menunjukkan bahwa dari 29 siswa, hanya 12 siswa yang mampu menyelesaikan soal pembagian dengan benar dan mandiri. Subjek penelitin ini adalah 29 siswa kelas 3 SDN 101775 Desa Sampali dan 1 guru kelas. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah mengumpulkan data, mereduksi data, menyajikan data, dan menarik kesimpulan. Hasil dari penelitian yang ditemukan melalui pengumpulan data tersebut terdapat tiga faktor utama rendahnya kemampuan matematika pada materi pembagian, yaitu (1) siswa tidak paham konsep perkalian dengan benar, (2) ketidakmampuan siswa sudah menumpuk dari kelas sebelumnya, (3) siswa jarang mengulangi pelajaran di rumah.

Faktor pertama adalah ketidakpahaman siswa terhadap konsep perkalian.faktor kedua menumpuknya ketidakmampuan dari jenjang sebelumnya.faktor ketiga kurangnya pengulangan pelajaran di rumah.

Pertama, penelitian dapat mengevaluasi seberapa efektif penggunaan media visual, seperti diagram batang dan animasi, dalam membantu siswa memahami konsep perkalian sebagai penjumlahan berulang di kelas III SD. Kedua, studi eksperimental dapat menilai dampak intervensi belajar daring berbasis rumah, yang melibatkan orang tua, terhadap peningkatan pemahaman siswa tentang pembagian melalui latihan soal berulang. Ketiga, penelitian longitudinal dapat memanfaatkan pelatihan guru di kelas I SD untuk meneliti apakah pemahaman konsep dasar matematika dapat meminimalisir penumpukan kesulitan pada jenjang selanjutnya. Keempat, analisis kuasi‑eksperimental dapat membandingkan efektivitas metode pembelajaran kolaboratif versus metode tradisional dalam meningkatkan kepercayaan diri siswa saat memecahkan masalah matematika. Kelima, survei kualitatif dapat menggali faktor socio‑ekonomi yang mempengaruhi partisipasi orang tua dalam mendukung proses belajar di rumah. Keenam, penelitian dapat meninjau peran teknologi, seperti aplikasi pembelajaran, dalam menyediakan umpan balik real‑time bagi siswa yang kesulitan. Ketujuh, evaluasi formatif berbasis data dapat diuji untuk melihat apakah pemberian umpan balik langsung mempercepat perbaikan hasil belajar. Kedelapan, analisis data sekunder dapat menentukan korelasi antara frekuensi pengulangan materi di rumah dengan skor akhir siswa pada akhir semester.

Read online
File size120.55 KB
Pages5
DMCAReport

Related /

ads-block-test