ISI DPSISI DPS
PENSI : Jurnal Ilmiah Pendidikan SeniPENSI : Jurnal Ilmiah Pendidikan SeniPenelitian ini membahas Penerapan Model Pembelajaran Quantum Teaching dalam Pembelajaran Pianika Di SMP Negeri 2 Tejakula, Kabupaten Buleleng. Pianika merupakan salah satu alat musik bertuts yang memiliki wilayah nada 2,5 oktaf yang dimainkan dengan cara ditiup. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk, proses, hasil, faktor pendukung, dan faktor penghambat penerapan model pembelajaran Quantum Teaching dalam pembelajaran pianika. Kajian sumber penelitian ini dengan menggunakan beberapa buku dan skripsi, sedangkan teori yang digunakan adalah teori belajar, dan teori estetika. Penelitian ini menggunakan model pembelajaran Quantum Teaching yaitu model pembelajaran yang memberikan kesempatan secara nyaman, luas, dan menyenangkan kepada peserta didik untuk berperan aktif dalam proses belajar mengajar. Model pembelajaran Quantum Teaching menggunakan enam tahapan yang dikenal dengan istilah TANDUR, dengan tahapan penelitian yang dilakukan seperti menentukan lokasi penelitian, rancangan penelitian, instrument penelitian, dan jenis sumber data. Selanjutnya teknik pengumpulan data-data dilakukan dengan cara wawancara, dokumentasi, observasi, dan studi kepustakaan. Selanjutnya teknik analisis data disajikan dengan analisis informal, sedangkan hasil analisis data disajikan dalam betuk skripsi. Hasil penelitian ini yaitu bentuk penerapan model pembelajaran terbagi menjadi 6 tahap, hasil yang diperoleh yaitu pada 8 orang siswa yang diteliti, sebanyak 5 orang mendapat nilai A, dan 3 orang mendapat nilai B. Dengan demikian penelitian ini dapat dikatakan berhasil. Penelitian ini memiliki beberapa faktor pendukung seperti minat siswa, motivasi belajar, guru, dan lingkungan sosial. Selain faktor pendukung terdapat juga beberapa faktor penghambat seperti karakteristik siswa, kebiasaan belajar, sarana, dan cuaca.
Implementasi Model Pembelajaran Quantum Teaching pada pembelajaran pianika di SMP Negeri 2 Tejakula terbukti efektif, karena siswa yang sebelumnya belum mengenal musik dapat bermain pianika.Hasil evaluasi menunjukkan 5 siswa mendapat nilai A dan 3 siswa mendapat nilai B.Oleh karena itu, model ini dapat dianggap sukses dalam meningkatkan keterampilan musik di tingkat sekolah menengah pertama.
Penelitian selanjutnya dapat mengkaji dampak jangka panjang penerapan Model Pembelajaran Quantum Teaching pada keterampilan pianika siswa, sehingga diketahui apakah peningkatan nilai dan motivasi dapat bertahan. Uji coba di lebih banyak sekolah menengah pertama dan dengan jumlah siswa yang lebih besar akan menilai konsistensi hasil positif dan meningkatkan generalisasi. Sebagai perbandingan, penelitian perbandingan antara Model Quantum Teaching dan pendekatan tradisional dapat menilai apakah interaksi yang diberikan lebih menarik dan meningkatkan partisipasi siswa. Selain itu, penting untuk meneliti faktor pendukung, misalnya tingkat kompetensi guru, ketersediaan media pembelajaran, dan dukungan lingkungan sosial, yang dapat memoderasi keberhasilan model ini. Penelitian juga dapat meneliti bagaimana adaptasi Model Quantum Teaching dapat dikustomisasi agar sesuai dengan berbagai konteks budaya dan tingkat kemampuan siswa, sehingga meningkatkan relevansi dan efektivitasnya. Selanjutnya, penelitian dapat mengevaluasi efektivitas penggunaan teknologi interaktif, seperti aplikasi pembelajaran musik, dalam memfasilitasi proses pembelajaran Quantum Teaching. Peneliti juga dapat menyelidiki hubungan antara motivasi intrinsik siswa dan peningkatan kinerja musik setelah menggunakan model ini. Faktor kualitas guru, seperti pelatihan musik, dapat menjadi fokus studi untuk mengetahui apakah pengembangan kompetensi guru berdampak pada hasil belajar. Selain itu, dimensi sosial, seperti interaksi antar siswa selama praktik, dapat dianalisis untuk mengetahui kontribusi terhadap pembelajaran. Studi longitudinal dapat mengidentifikasi apakah keterampilan musik siswa tetap meningkat setelah kurun waktu tertentu, memberikan informasi penting bagi kebijakan pendidikan.
| File size | 359.96 KB |
| Pages | 9 |
| DMCA | Report |
Related /
STIKESBANYUWANGISTIKESBANYUWANGI Tujuan dari penelitian ini adalah yaitu untuk mengetahui. Penelitian ini adalah jenis penelitian kuantitatif dengan metode eksperimen, Teknik pengumpulanTujuan dari penelitian ini adalah yaitu untuk mengetahui. Penelitian ini adalah jenis penelitian kuantitatif dengan metode eksperimen, Teknik pengumpulan
UNIV45SBYUNIV45SBY Dari hasil evaluasi diketahui bahwa sistem hydrant secara umum berfungsi dengan baik, namun tetap diperlukan pemeliharaan preventif dan penggantian komponenDari hasil evaluasi diketahui bahwa sistem hydrant secara umum berfungsi dengan baik, namun tetap diperlukan pemeliharaan preventif dan penggantian komponen
ERAPUBLIKASIERAPUBLIKASI Rendahnya tingkat literasi keuangan di kalangan pelajar ditandai perilaku konsumtif dan minimnya kesadaran menabung serta berinvestasi sejak dini. KegiatanRendahnya tingkat literasi keuangan di kalangan pelajar ditandai perilaku konsumtif dan minimnya kesadaran menabung serta berinvestasi sejak dini. Kegiatan
ERAPUBLIKASIERAPUBLIKASI Mitra diharapkan dapat mempertahankan konsistensi dalam pencatatan keuangan harian dan pemisahan antara kas pribadi dan modal usaha. Tim pengabdi selanjutnyaMitra diharapkan dapat mempertahankan konsistensi dalam pencatatan keuangan harian dan pemisahan antara kas pribadi dan modal usaha. Tim pengabdi selanjutnya
UINFASBENGKULUUINFASBENGKULU Dengan metode kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap guru dan siswa kelas VIII. Hasil menunjukkanDengan metode kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap guru dan siswa kelas VIII. Hasil menunjukkan
UIN SUSKAUIN SUSKA Laboratorium virtual yang dikembangkan menggunakan Articulate Storyline terbukti layak dan sangat praktis, dengan skor validasi konten dan media di atasLaboratorium virtual yang dikembangkan menggunakan Articulate Storyline terbukti layak dan sangat praktis, dengan skor validasi konten dan media di atas
SAGITASAGITA Infrastruktur gampong menjadi hal yang penting untuk meningkatkan kemandirian dan perekonomian warga. Membangun infrastruktur Gampong tidak sekedar membangunInfrastruktur gampong menjadi hal yang penting untuk meningkatkan kemandirian dan perekonomian warga. Membangun infrastruktur Gampong tidak sekedar membangun
UNITOMOUNITOMO Dalam satu dekade, industri 4. 0 menuntut peningkatan kompetensi karyawan, terutama lulusan baru. Baik hard skill maupun soft skill harus ditingkatkan.Dalam satu dekade, industri 4. 0 menuntut peningkatan kompetensi karyawan, terutama lulusan baru. Baik hard skill maupun soft skill harus ditingkatkan.
Useful /
ERAPUBLIKASIERAPUBLIKASI Data sekunder diperoleh dari instansi-instansi terkait seperti kantor desa terpilih, Dinas Kehutanan Kabupaten Raja Ampat, Bappeda Kabupaten Raja Ampat,Data sekunder diperoleh dari instansi-instansi terkait seperti kantor desa terpilih, Dinas Kehutanan Kabupaten Raja Ampat, Bappeda Kabupaten Raja Ampat,
ERAPUBLIKASIERAPUBLIKASI Program ini dilaksanakan dalam empat tahapan terstruktur: (1) Penilaian Awal dan Konsultasi, yang mengidentifikasi inefisiensi pada sistem irigasi sprinklerProgram ini dilaksanakan dalam empat tahapan terstruktur: (1) Penilaian Awal dan Konsultasi, yang mengidentifikasi inefisiensi pada sistem irigasi sprinkler
UPG45NTTUPG45NTT Penelitian ini menjelaskan bagaimana karakteristik tersebut mempengaruhi alur cerita. Kesimpulan menekankan pentingnya pemahaman mengenai peranan antagonisPenelitian ini menjelaskan bagaimana karakteristik tersebut mempengaruhi alur cerita. Kesimpulan menekankan pentingnya pemahaman mengenai peranan antagonis
UPG45NTTUPG45NTT Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 3 jenis jargon yang digunakan dalam aktivitas kepolisian, yakni sandi huruf, nomor morse, and Sandi PangkatHasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 3 jenis jargon yang digunakan dalam aktivitas kepolisian, yakni sandi huruf, nomor morse, and Sandi Pangkat