ERAPUBLIKASIERAPUBLIKASI

Jurnal Penyuluhan dan Pemberdayaan MasyarakatJurnal Penyuluhan dan Pemberdayaan Masyarakat

Mangrove merupakan sumber daya alam yang potensial bagi pemeliharaan lingkungan dan dari sudut sosial ekonomi. Pada umumnya, mangrove dimanfaatkan tanpa mempertimbangkan aspek kelestarian lingkungan sehingga menimbulkan kerusakan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan model pengelolaan wilayah mangrove yang mendukung kepada terjaganya kelestarian lingkungan melalui konsep eduekowisata. Data primer dikumpulkan dari 74 KK yang mewakili populasi sebanyak 289 KK tersebar di empat desa, yaitu Desa Warsambin, Lopintol, Kalitoko, dan Mumes dalam wilayah Distrik Teluk Mayalibit Kabupaten Raja Ampat. Data sekunder diperoleh dari instansi-instansi terkait seperti kantor desa terpilih, Dinas Kehutanan Kabupaten Raja Ampat, Bappeda Kabupaten Raja Ampat, BPS, dan lainnya. Hasil penelitian merekomendasikan model pengelolaan mangrove dan ekosistemnya untuk lokasi terpilih adalah model eduekowisata mangrove dengan melibatkan masyarakat secara aktif. Kendala utama saat ini adalah perilaku masyarakat (pengetahuan, sikap, dan keterampilan) dalam pemanfaatan mangrove dan ekosistemnya masih rendah, karena itu dibutuhkan sosialisasi dan pendampingan yang intensif bagi masyarakat tentang pengelolaan mangrove dan ekosistemnya dalam mengembangkan eduekowisata mangrove. Kerjasama antara masyarakat, pemerintah dan pihak swasta mutlak diperlukan dalam pengembangan eduekowisata mangrove dan dibutuhkan pula kajian yang komprehensif dan mendalam terhadap mangrove dan ekosistemnya serta kondisi sosial, ekonomi, dan budaya masyarakat dalam menyusun rencana pengembangan eduekowisata mangrove di daerah ini.

Bentuk pengelolaan mangrove dan kawasannya yang sesuai untuk wilayah Distrik Teluk Mayalibit adalah eduekowisata mangrove.Dasar pertimbangannya diantaranya sebagian besar kawasan Distrik Teluk Mayalibit sudah ditetapkan sebagai kawasan konservasi, kelestarian mangrove diperlukan untuk kelestarian alam sehingga edukasi tentang mangrove dan kawasannya perlu dilakukan, masyarakat dapat berpartisipasi aktif dalam eduekowisata mangrove.Upaya pengembangan eduekowisata mangrove di Distrik Teluk Mayalibit membutuhkan kerja sama dan sinergitas dari semua pihak yang terlibat, yaitu Pemerintah Daerah setempat, masyarakat setempat, dan pihak swasta.Mengelola mangrove dan ekosistemnya berdampak positif pada kelestarian lingkungan dan peningkatan pendapatan masyarakat dalam rangka pengentasan kemiskinan.

Untuk mengembangkan eduekowisata mangrove di Distrik Teluk Mayalibit, diperlukan kerja sama dan sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan pihak swasta. Selain itu, penting untuk melakukan kajian komprehensif tentang daya dukung alam, kondisi sosial, ekonomi, dan budaya masyarakat untuk merencanakan pengembangan eduekowisata mangrove yang berbasis masyarakat. Selain itu, diperlukan inovasi-inovasi untuk mendukung perkembangan eduekowisata mangrove, seperti kerja sama dengan perguruan tinggi untuk menghasilkan inovasi dalam pengelolaan mangrove dan pariwisata. Dengan demikian, eduekowisata mangrove dapat menjadi solusi yang berkelanjutan untuk kelestarian lingkungan dan peningkatan pendapatan masyarakat.

  1. Social Community Participation On Mangrove Management Policy in Gresik District, East Java, Indonesia.... doi.org/10.29322/IJSRP.9.10.2019.p9452Social Community Participation On Mangrove Management Policy in Gresik District East Java Indonesia doi 10 29322 IJSRP 9 10 2019 p9452
Read online
File size284.24 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test