PUBLIKASIINDONESIAPUBLIKASIINDONESIA

Jurnal Pendidikan IndonesiaJurnal Pendidikan Indonesia

Pewarnaan rambut telah menjadi salah satu tren kecantikan yang berkembang pesat di masyarakat modern. Namun, di balik daya tarik warna yang memikat terdapat risiko kesehatan yang mengintai. Bahan kimia dalam pewarna rambut, seperti para‑phenylenediamine (PPD), resorcinol, ammonia, dan hidrogen peroksida, diketahui dapat menimbulkan efek samping pada kulit maupun rambut. Kajian literatur ini bertujuan meninjau secara komprehensif hubungan antara pewarnaan rambut, dermatitis kontak, dan efek kimia yang terkandung di dalamnya, serta memberikan rekomendasi pencegahan. Penelitian menggunakan metode kajian literatur deskriptif kualitatif dengan mengkaji jurnal penelitian, artikel ilmiah, laporan klinis, serta regulasi kosmetik yang relevan.

Pewarnaan rambut kini menjadi media ekspresi diri yang populer di kalangan generasi muda, namun mengandung bahan kimia berbahaya seperti para‑phenylenediamine, resorsinol, amonia, hidrogen peroksida, dan Rhodamin B yang dapat menyebabkan dermatitis kontak iritan maupun alergi.Paparan berulang meningkatkan risiko efek jangka pendek seperti iritasi kulit kepala dan pernapasan, serta efek jangka panjang seperti sensitisasi kronis, likenifikasi kulit, dan potensi toksisitas sistemik, terutama pada konsumen yang sering mewarnai dan pekerja salon.Oleh karena itu, mitigasi risiko melalui regulasi label transparan, uji tempel mandiri, dan penggunaan alat pelindung diri seperti sarung tangan nitril sangat penting.

Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi prevalensi reaksi alergi terhadap pewarna rambut di kalangan pekerja salon Indonesia dengan melakukan uji tempel (patch test) secara longitudinal untuk mengidentifikasi faktor risiko spesifik; selanjutnya, efektivitas formulasi pewarna rambut alternatif yang rendah alergen, seperti pigmen alami, perlu diuji melalui uji klinis terkontrol untuk menilai kemampuan mengurangi insiden dermatitis kontak; terakhir, dampak program edukasi konsumen mengenai praktik keselamatan seperti uji tempel mandiri dan penggunaan alat pelindung diri (sarung tangan nitril) harus diteliti secara kuantitatif untuk menentukan apakah peningkatan kesadaran dapat menurunkan angka kejadian dermatitis kontak di populasi pengguna dan profesional salon.

  1. Para-phenylenediamine allergy: current perspectives on diagnosis and m | JAA | Dove Medical Press. allergy... dovepress.com/para-phenylenediamine-allergy-current-perspectives-on-diagnosis-and-ma-peer-reviewed-fulltext-article-JAAPara phenylenediamine allergy current perspectives on diagnosis and m JAA Dove Medical Press allergy dovepress para phenylenediamine allergy current perspectives on diagnosis and ma peer reviewed fulltext article JAA
  2. Pandangan Islam Tentang Menyemir Rambut: Antara Tren dan Ketentuan Syari’at | Indonesian Journal... rayyanjurnal.com/index.php/IJEDR/article/view/4957Pandangan Islam Tentang Menyemir Rambut Antara Tren dan Ketentuan SyariAoat Indonesian Journal rayyanjurnal index php IJEDR article view 4957
  3. HUBUNGAN PERSONAL HYGIENE DAN PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI DENGAN KEJADIAN DERMATITIS KONTAK | Jurnal... doi.org/10.33475/jikmh.v12i1.328HUBUNGAN PERSONAL HYGIENE DAN PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI DENGAN KEJADIAN DERMATITIS KONTAK Jurnal doi 10 33475 jikmh v12i1 328
  4. HUBUNGAN FAKTOR RISIKO KEJADIAN DERMATITIS KONTAK TANGAN PADA PEKERJA BENGKEL MOTOR DI KECAMATAN PLAJU... jurnal.um-palembang.ac.id/OKUPASI/article/view/3154HUBUNGAN FAKTOR RISIKO KEJADIAN DERMATITIS KONTAK TANGAN PADA PEKERJA BENGKEL MOTOR DI KECAMATAN PLAJU jurnal um palembang ac OKUPASI article view 3154
Read online
File size311.36 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test