UKSWUKSW

Jurnal Ekonomi dan BisnisJurnal Ekonomi dan Bisnis

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui peran atmosferik di restoran “X, sebuah restoran Jepang yang berada di berbagai area di Jakarta. Penelitian ini menganalisis (1) pengaruh atmosferik terhadap kualitas layanan; (2) pengaruh atmosferik terhadap kualitas makanan; (3) pengaruh atmosferik terhadap nilai yang dirasakan; (4) pengaruh kualitas layanan terhadap kepuasan pelanggan; (5) pengaruh nilai yang dirasakan terhadap kepuasan pelanggan; (6) pengaruh kualitas makanan terhadap kepuasan pelanggan; (7) pengaruh kualitas layanan terhadap niatan perilaku konsumen; (8) pengaruh kepuasan pelanggan terhadap niatan perilaku konsumen جگ/9) pengaruh kualitas makanan terhadap niatan perilaku konsumen; (10) pengaruh tidak langsung atmosferik terhadap kepuasan pelanggan; dan (11) pengaruh tidak langsung atmosferik terhadap niatan perilaku konsumen. Desain penelitian ini adalah kuantitatif. Kami membagikan kuesioner kepada para pelanggan.Kuesioner yang kembali berjumlah 283, yang mana ada 54 kuesioner tidak dapat digunakan. Penelitian ini menggunakan 229 sampel. Setiap indikator terbukti sahih dan setiap variabel terbukti handal. Penelitian ini menemukan bahwa pengaruh atmosferik παιχν layanan, kualitas makanan, dan nilai yang dirasakan secara parsial positif dan signifikan. Pengaruh nilai yang dirasakan dan kualitas makanan terhadap kepuasan pelanggan juga secara parsial positif dan signifikan. Pengaruh kepuasan pelanggan terhadap niatan perilaku konsumen positif dan signifikan. Pengaruh kualitas makanan terhadap niatan perilaku konsumen juga ditemukan positif dan signifikan. Pengaruh tidak langsung atmosferik terhadap kepuasan pelanggan dan niatan perilaku konsumen juga positif dan signifikan. Namun, karena di restoran yang diteliti konsumen mereka melayani diri sendiri, maka kualitas layanan tidak berpengaruh signifikan terhadap kepuasan pelanggan dan niatan perilaku konsumen.

Atmosferik restoran memengaruhi kualitas layanan, kualitas makanan, dan nilai yang dirasakan.semua variabel ini berkontribusi pada kepuasan pelanggan.Kepuasan pelanggan, pada gilirannya, meningkatkan niatan perilaku konsumen.Oleh karena itu, peningkatan atmosfirik, kualitas layanan, dan kualitas makanan menjadi kunci untuk menciptakan loyalitas pelanggan.

Penelitian lanjutan dapat menjelajahi variasi budaya dalam persepsi atmosfirik dengan menambah sampel di daerah selain Jakarta; pertanyaan penelitian: bagaimana pengaruh budaya pelanggan terhadap respons terhadap atmosfirik restoran? Selanjutnya, studi dapat membandingkan restorannya dengan restoran tradisional untuk menilai peran layanan tambahan, sehingga menanyakan, apakah tambahan layanan meningkatkan kepuasan pelanggan pada restoran self‑serve? Akhirnya, peneliti dapat mengevaluasi efektivitas intervensi atmosfirik realistis (tema kontemporer, musik, pencahayaan) melalui eksperimen terkontrol guna menentukan pengaruhnya terhadap perilaku konsumen. Semua saran diharapkan dapat memperkaya pemahaman tentang dinamika atmosfirik dalam industri makanan dan memperluas aplikasi praktis bagi manajer restoran.

Read online
File size449.67 KB
Pages19
DMCAReport

Related /

ads-block-test