POMPOM

Eruditio : Indonesia Journal of Food and Drug SafetyEruditio : Indonesia Journal of Food and Drug Safety

Sanitasi pangan yang baik merupakan salah satu pilar utama untuk mencapai tujuan food security. Tingginya jumlah Staphylococcus aureus dalam makanan dapat mengindikasikan buruknya sanitasi selama proses produksi atau penyimpanan pangan. Sebelum melakukan pengujian, sangat penting bagi laboratorium untuk melakukan verifikasi terhadap metode kuantitatif Staphylococcus aureus guna menghasilkan data yang valid dalam rangka memastikan keamanan dan kualitas pangan. Laboratorium Pusat Pengembangan Pengujian Obat dan Makanan Nasional (PPPOMN) Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) belum pernah melakukan verifikasi metode kuantifikasi Staphylococcus aureus berdasarkan ISO terbaru 16140-3:2021. Sesuai dengan pedoman yang ditetapkan dalam ISO 16140-3:2021, verifikasi metode dilakukan melalui penghitungan, yakni Standar Deviasi Reprodusibilitas Intralaboratorium (SIR) untuk verifikasi implementasi dan nilai eBias untuk memverifikasi kesesuaian metode dalam menilai berbagai jenis pangan. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan mengkonfirmasi ISO 6888-1:2021 sebagai metode acuan yang ditetapkan dalam menghitung jumlah Staphylococcus aureus pada pangan olahan. Keju digunakan sebagai sampel uji untuk verifikasi implementasi di laboratorium, sedangkan sejumlah produk termasuk susu kental manis, margarin, bubur bayi, keripik singkong, dan sosis siap makan digunakan sebagai jenis pangan yang menantang dalam rangka memverifikasi jenis pangan. Setiap jenis produk pangan yang digunakan dalam verifikasi, dicemari Staphylococcus aureus WDCM 00034. Nilai SIR yang diperoleh adalah 0.04 ≤ 2× 0.11 (rata-rata nilai SR terendah dari ISO 6888-1:2021) yang menandakan laboratorium PPPOMN Badan POM mampu mengimplementasikan metode dengan baik. Selain itu, nilai eBias untuk semua jenis pangan yang diujikan berada di bawah 0.5log10, yang menunjukkan bahwa metode kuantitatif untuk Staphylococci positif koagulase (Staphylococcus aureus dan jenis lainnya) dapat digunakan di Laboratorium PPPOMN dalam ruang lingkup pangan yang lebih luas.

This work discussed how to meet the requirements of performance characteristics of the enumeration method for coagulase-positive Staphylococci (Staphylococcus aureus and other species) by ISO 16140-3.Both implementation verification and food item verification showed satisfactory results, meaning the user laboratory could implement the ISO 6888-1.In line with implementation verification, food item verification provided satisfactory results, reflecting an accurate and reliable method to be applied in the user laboratory.Since Centre of National Quality Laboratory of Drugs and Food Indonesian FDA has been equipped with calibrated instruments, competent personnel, and pure references, this studys SIR and eBias value complied with the verification criteria.In conclusion, this meticulous verification process, as outlined in ISO 16140-3, ensures that laboratories are well-prepared to maintain the highest standards of accuracy and reliability when enumerating coagulase-positive Staphylococci, ultimately contributing to enhanced food safety and quality control.

Untuk penelitian lanjutan, dapat dipertimbangkan untuk melakukan studi komparatif antara metode kuantitatif Staphylococcus aureus yang telah diverifikasi dengan metode alternatif yang ada di pasaran. Studi ini dapat mengeksplorasi keakuratan, kehandalan, dan efisiensi metode alternatif dalam mengukur jumlah Staphylococcus aureus pada berbagai jenis pangan. Selain itu, penelitian dapat dilakukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi akurasi dan kehandalan metode kuantitatif, seperti kualitas media kultur, kondisi inkubasi, dan kompetensi personel laboratorium. Dengan memahami faktor-faktor ini, dapat dikembangkan strategi untuk meningkatkan kehandalan dan akurasi metode kuantitatif Staphylococcus aureus. Penelitian lanjutan juga dapat berfokus pada pengembangan metode deteksi Staphylococcus aureus yang lebih cepat dan sensitif, terutama untuk pangan yang memiliki karakteristik unik seperti kadar lemak atau gula yang tinggi. Metode deteksi yang lebih cepat dapat membantu laboratorium dalam mengidentifikasi kontaminasi Staphylococcus aureus secara lebih efisien, sehingga dapat diambil tindakan pencegahan yang tepat waktu. Selain itu, penelitian dapat dilakukan untuk mengeksplorasi metode alternatif dalam mengukur jumlah Staphylococcus aureus, seperti metode molekuler atau metode spektroskopi, dan membandingkannya dengan metode kuantitatif yang telah diverifikasi. Penelitian ini dapat memberikan wawasan baru tentang metode deteksi yang lebih efektif dan akurat.

  1. Performance Characteristics of the Quantitative Method for Staphylococcus aureus in Food Products corresponds... eruditio.pom.go.id/index.php/home/en/article/view/196Performance Characteristics of the Quantitative Method for Staphylococcus aureus in Food Products corresponds eruditio pom go index php home en article view 196
  2. Verifikacija kvantitativnih analitičkih metoda u medicinskim laboratorijama. verifikacija analiti... scindeks.ceon.rs/Article.aspx?artid=1452-82582103225AVerifikacija kvantitativnih analitiyEAskih metoda u medicinskim laboratorijama verifikacija analiti scindeks ceon rs Article aspx artid 1452 82582103225A
  3. Analytical method validation: A brief review. analytical method validation brief review skip main content... doi.org/10.30574/wjarr.2022.16.2.1165Analytical method validation A brief review analytical method validation brief review skip main content doi 10 30574 wjarr 2022 16 2 1165
Read online
File size534.81 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test