POMPOM

Eruditio : Indonesia Journal of Food and Drug SafetyEruditio : Indonesia Journal of Food and Drug Safety

Ultra Performance Liquid Chromatography (UPLC) adalah pemisahan analitik yang mempertahankan kepraktisan dan prinsip High Performance Liquid Chromatography (HPLC) dengan meningkatkan kecepatan analisis, sensitivitas, dan resolusi. Selama ini metode yang digunakan untuk identifikasi efedrin dan pseudoefedrin dilakukan menggunakan HPLC sesuai MA PPOMN 07/NA/2010 dari Pusat Pengembangan Pengujian Obat dan Makanan Nasional (PPPOMN). Tujuan penelitian untuk menilai keunggulan metode UPLC dibandingkan dengan HPLC pada identifikasi Efedrin dan Pseudoefedrin sediaan padat. UPLC yang digunakan UPLC Waters dengan detektor PDA pada panjang gelombang 210 nm, kolom Aqquity UPLC® BEH C18 (50 x 2,1 mm) dengan ukuran partikel 1,7 μm, fase gerak larutan natrium lauril sulfat 25 mM dan acetonitril (60:40), laju alir 0,3 ml/menit, volume injeksi 1 μL. Parameter pembanding yang digunakan dalam validasi senyawa efedrin dan pseudoefedrin dengan metode UPLC dan HPLC adalah spesifisitas dan selektivitas. Validasi metode UPLC menunjukkan waktu retensi untuk efedrin dan pseudoefedrin pada menit ke 3,288 dan 3,048 dengan RSD waktu retensi sebesar 0,3% dan luas area sebesar 0,5%. Resolusi antara efedrin dan pseudoefedrin sebesar 1,9. Lama waktu analisis adalah 27 menit pada HPLC dan 6 menit pada UPLC. Berdasarkan hasil penelitian ini metode UPLC dapat digunakan sebagai alternatif untuk identifikasi efedrin dan pseudoefedrin dalam sediaan padat dengan keunggulan lebih cepat, resolusi lebih baik, penggunaan fase gerak, baku pembanding dan sampel lebih sedikit serta beban kerja lebih singkat dibanding HPLC.

Metode UPLC memiliki keunggulan waktu analisis yang lebih cepat, resolusi lebih baik, penggunaan fase gerak, baku pembanding dan sampel lebih sedikit serta beban kerja lebih singkat dibandingkan dengan metode HPLC dalam identifikasi efedrin dan pseudoefedrin sediaan padat.Metode UPLC menjadi pilihan metode analisis dalam identifikasi efedrin dan pseudoefedrin sediaan padat.

Penelitian selanjutnya dapat mengevaluasi kemampuan kolom kiral pada platform UPLC untuk memisahkan enansiomer efedrin dan pseudoefedrin, sehingga dapat menilai keakuratan identifikasi stereoisomerik pada sampel farmasi kompleks; selanjutnya, studi validasi metode UPLC ini pada matriks biologis seperti plasma atau serum dapat dilakukan untuk menentukan batas deteksi, akurasi, dan presisi dalam konteks farmakokinetik atau deteksi penyalahgunaan, yang akan memperluas aplikabilitas metode di bidang kedokteran dan forensik; terakhir, pengembangan prosedur UPLC yang lebih ramah lingkungan dengan mengoptimalkan penggunaan pelarut organik atau mengimplementasikan teknik mikro‑injeksi dapat mengurangi konsumsi bahan kimia serta beban biaya, sekaligus mendukung prinsip green chemistry dalam analisis farmasi.

Read online
File size726.72 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test