UNIPMAUNIPMA
Jurnal Penelitian LPPM (Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat) IKIP PGRI MADIUNJurnal Penelitian LPPM (Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat) IKIP PGRI MADIUNPenelitian pengembangan dilakukan karena belum ada peningkatan kemampuan mendeskripsikan sistem pemerintahan tingkat pusat melalui pembelajaran Yurisprudensi. Penelitian pengembangan dilakukan dengan menggunakan tahap‑tahap pelaksanaan penelitian tindakan kelas yang terdiri dari perencanaan, pemberian tindakan, observasi, analisis, dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas IV SDN Wungu 01 Kecamatan Wungu Madiun pada semester II tahun 2015/2016 pada mata pelajaran PKn. Instrumen penelitian ini adalah lembar observasi aktivitas siswa, dokumentasi, perekaman data, dan tes. Berdasarkan hasil penelitian tindakan kelas yang diperoleh dan kajian teori, dapat disimpulkan bahwa (1) terdapat peningkatan kemampuan afektif siswa kelas IV SD Negeri Wungu 01 Kecamatan Wungu Madiun setelah diterapkan pembelajaran model siklus belajar Jurisprudensi Teaching Model (pembelajaran Yurisprudensi), dan (2) dengan meningkatnya keterampilan proses serta kemampuan afektif akan terjadi peningkatan minat belajar pendidikan kewarganegaraan siswa kelas IV SD Negeri Wungu 01 Kecamatan Wungu Madiun setelah diterapkan model tersebut.
Berdasarkan hasil penelitian tindakan kelas dan kajian teori, terdapat peningkatan kemampuan afektif siswa kelas IV SD Negeri Wungu 01 Kecamatan Wungu Madiun setelah diterapkan pembelajaran model siklus belajar Jurisprudensi Teaching Model.Selain itu, peningkatan keterampilan proses dan kemampuan afektif berkontribusi pada peningkatan minat belajar pendidikan kewarganegaraan siswa kelas IV di sekolah tersebut.
Penelitian lanjutan dapat mengkaji sejauh mana model Jurisprudensi Teaching Model dapat meningkatkan kemampuan mendeskripsikan sistem pemerintahan pada tingkat kelas yang lebih tinggi, seperti kelas V atau VI, sehingga dapat diketahui apakah efek positif tersebut bersifat konsisten di seluruh jenjang pendidikan dasar. Selanjutnya, diperlukan studi eksperimental yang membandingkan efektivitas pembelajaran yurisprudensi dengan pendekatan pembelajaran kooperatif dalam meningkatkan kemampuan afektif dan minat belajar kewarganegaraan, guna mengidentifikasi kombinasi metodologi yang paling optimal. Terakhir, penelitian mendalam mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi aspek-aspek kemampuan afektif yang tidak menunjukkan peningkatan signifikan, misalnya kemampuan interpretasi dan prediksi, akan membantu merumuskan strategi pembelajaran yang lebih terarah dan berkelanjutan.
| File size | 537.13 KB |
| Pages | 9 |
| DMCA | Report |
Related /
STAIDDIMAKASSARSTAIDDIMAKASSAR Subjek penelitian terdiri dari siswa kelas IV SDN Parang Tambung Makassar dengan pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkanSubjek penelitian terdiri dari siswa kelas IV SDN Parang Tambung Makassar dengan pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan
UNISMUHUNISMUH Kekhawatiran yang meningkat terkait penurunan nilai karakter di antara siswa menyoroti kebutuhan mendesak akan intervensi pendidikan yang efektif di sekolahKekhawatiran yang meningkat terkait penurunan nilai karakter di antara siswa menyoroti kebutuhan mendesak akan intervensi pendidikan yang efektif di sekolah
STKIP PESSELSTKIP PESSEL Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen one group pretest-posttest design. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 18Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen one group pretest-posttest design. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 18
JURNALFKIPUNTADJURNALFKIPUNTAD Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata motivasi belajar siswa adalah 46,67% pada siklus I dan meningkat menjadi 78,33% pada siklus II. Dengan demikian,Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata motivasi belajar siswa adalah 46,67% pada siklus I dan meningkat menjadi 78,33% pada siklus II. Dengan demikian,
UNDIKMAUNDIKMA Peneliti menggunakan tes subjektif, lembar observasi, dan kuesioner untuk mengumpulkan data yang dianalisis secara kuantitatif dan deskriptif kualitatif.Peneliti menggunakan tes subjektif, lembar observasi, dan kuesioner untuk mengumpulkan data yang dianalisis secara kuantitatif dan deskriptif kualitatif.
UNISSULAUNISSULA Tujuan dari penelitian ini yakni menghasilkan LKPD dengan pendekatan PJBL pada siswa kelas VII yang praktis. Subjek uji cobanya adalah siswa kelas VII-BTujuan dari penelitian ini yakni menghasilkan LKPD dengan pendekatan PJBL pada siswa kelas VII yang praktis. Subjek uji cobanya adalah siswa kelas VII-B
STKIP JBSTKIP JB Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI IPA 1 SMA 1 Jombang yang terdiri dari 36 siswa. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupaSubjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI IPA 1 SMA 1 Jombang yang terdiri dari 36 siswa. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa
MAHADEWAMAHADEWA Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Metode analisis data deskriptif kualitatif. Sedangkan Teknik pengumpulan data yang digunakanMetode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Metode analisis data deskriptif kualitatif. Sedangkan Teknik pengumpulan data yang digunakan
Useful /
ASDKVIASDKVI Hasilnya menunjukkan bahwa 69,8% responden merasa mood mereka meningkat sebelum belajar saat mendengarkan musik tersebut, sementara 40,2% melaporkan mampuHasilnya menunjukkan bahwa 69,8% responden merasa mood mereka meningkat sebelum belajar saat mendengarkan musik tersebut, sementara 40,2% melaporkan mampu
JURNALFKIPUNTADJURNALFKIPUNTAD Kesimpulan menunjukkan bahwa penerapan model PBL efektif dalam meningkatkan hasil belajar PPKn siswa, memberikan pengalaman belajar bermakna, dan mencapaiKesimpulan menunjukkan bahwa penerapan model PBL efektif dalam meningkatkan hasil belajar PPKn siswa, memberikan pengalaman belajar bermakna, dan mencapai
ACTAMEDINDONESACTAMEDINDONES Meskipun hanya menyumbang 0,6% dari seluruh kanker di seluruh dunia, tetapi biasanya menyerang orang dewasa muda dengan usia rata-rata 38 tahun. SekitarMeskipun hanya menyumbang 0,6% dari seluruh kanker di seluruh dunia, tetapi biasanya menyerang orang dewasa muda dengan usia rata-rata 38 tahun. Sekitar
UNIPMAUNIPMA Alasan tersebut mampu dijadikan pandangan, bahwa pondok pesantren mampu memberikan pengalaman yang bisa membuat pendidikan karakter anak menjadi luar biasa.Alasan tersebut mampu dijadikan pandangan, bahwa pondok pesantren mampu memberikan pengalaman yang bisa membuat pendidikan karakter anak menjadi luar biasa.