UIN SGDUIN SGD

Indonesian Journal of Halal ResearchIndonesian Journal of Halal Research

Bahan utama permen lunak adalah gelatin yang dibuat dari kulit/tulang sapi dan babi, yaitu gelatin sapi dan babi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keberadaan gelatin sapi dan babi dalam permen lunak menggunakan metode cepat dan hemat biaya. Metode yang digunakan adalah kombinasi FTIR dan kemometrik. Sampel permen acuan dibuat dengan formulasi konsentrasi gelatin babi sebesar 15, 30, 45, 60, 75, 90 dan 100%. Sebagai kontrol, digunakan permen acuan gelatin sapi. Semua sampel permen diukur dengan FTIR dalam mode refleksi pada rentang bilangan gelombang dari 4000 hingga 500 cm-1. Analisis data dilakukan menggunakan metode kemometrik dengan aplikasi Minitab 18. Hasil kalibrasi PLS menunjukkan y = 0,99999x 0,000396 yang menunjukkan korelasi yang baik. Nilai R2 = 0,99999 dan RMSEC sebesar 0,03%. Validasi internal dengan R2 = 0,9999 dan RMSECV = 3,69% serta validasi eksternal dengan R2 = 0,9994 dengan RMSEP = 1,28%. Hasil PCA menunjukkan klasifikasi kuadran yang berbeda antara gelatin sapi dan babi. Juga, terdapat kesamaan antara kuadran permen pasar, gelatin sapi, dan gelatin babi. Metode cepat dan hemat biaya ini melibatkan persiapan sampel yang sederhana, yang dikembangkan untuk mendeteksi dan mengklasifikasikan keberadaan gelatin sapi dan babi dalam permen lunak menggunakan FTIR dan kemometrik.

Penelitian ini menghasilkan metode analisis untuk membedakan permen lunak dari gelatin sapi atau babi, yaitu FTIR yang dikombinasikan dengan kemometrik menggunakan parameter PLS dan PCA.Sehingga, penelitian ini dapat digunakan untuk mengotentikasi kehalalan produk permen.Hasil analisis FTIR dari hasil ekstraksi permen pasar Korea menghasilkan kelompok fungsi yang membentuk protein gelatin, yaitu alifatik C-H, O-H, C=O, dan kemungkinan adanya kelompok N-H.Hasil analisis FTIR yang dikombinasikan dengan PLS menunjukkan bahwa bilangan gelombang yang paling optimum menghasilkan kurva kalibrasi 1660-1570 cm-1 dengan nilai R2 sebesar 0,9999 dan bilangan RMSEC sebesar 0,03%.Hasil PCA yang diperoleh oleh sampel kode Z berasal dari hasil isolasi permen acuan gelatin sapi.Sampel kode Y diduga berasal dari bahan baku gelatin babi karena berada di kuadran dengan hasil isolasi permen acuan gelatin babi.Sementara itu, hasil penelitian tidak dapat mengidentifikasi sumber gelatin yang digunakan pada sampel kode X.Namun, proses validasi metode dengan PLS harus diulang beberapa kali untuk memastikan metode tersebut valid.

Berdasarkan hasil penelitian ini, ada beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan. Pertama, penelitian dapat dilakukan untuk mengembangkan metode yang lebih akurat dalam mendeteksi dan mengklasifikasikan gelatin sapi dan babi dalam permen lunak. Kedua, penelitian dapat dilakukan untuk mengeksplorasi penggunaan metode FTIR dan kemometrik dalam menganalisis produk makanan lainnya yang mengandung gelatin. Ketiga, penelitian dapat dilakukan untuk mengembangkan metode yang lebih cepat dan hemat biaya dalam mengotentikasi kehalalan produk makanan, khususnya produk yang mengandung gelatin.

  1. Detection of Animal Fat Mixtures in Meatballs Using Fourier Transform Infrared Spectroscopy (FTIR Spectroscopy)... journal.uinsgd.ac.id/index.php/ijhar/article/view/11166Detection of Animal Fat Mixtures in Meatballs Using Fourier Transform Infrared Spectroscopy FTIR Spectroscopy journal uinsgd ac index php ijhar article view 11166
  2. The Employment of Real-Time Polymerase Chain Reaction for the Identification of Bovine Gelatin in Gummy... jurnal.ugm.ac.id/v3/IJP/article/view/1970The Employment of Real Time Polymerase Chain Reaction for the Identification of Bovine Gelatin in Gummy jurnal ugm ac v3 IJP article view 1970
Read online
File size252.41 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test