IJCIEDIJCIED

INTERNATIONAL JOURNAL OF CONTEMPORARY ISLAMIC EDUCATIONINTERNATIONAL JOURNAL OF CONTEMPORARY ISLAMIC EDUCATION

Tujuan tulisan ini adalah menyelidiki strategi guru pendidikan agama dalam memperkuat moderasi beragama di kalangan siswa pada Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Sausu. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi langsung, wawancara mendalam, dan analisis dokumen tertulis, melibatkan kepala sekolah, guru agama, dan siswa. Penelitian ini menemukan bahwa guru menerapkan berbagai strategi untuk menanamkan nilai moderasi beragama kepada siswa melalui pembelajaran kelas, praktik sehari‑hari, peran model guru, serta kegiatan ekstrakurikuler. Nilai yang ditekankan (At‑Tawassuth) tercermin dalam perlakuan setara bagi semua pemeluk agama dan memupuk hubungan harmonis antara praktik keagamaan dan kehidupan sosial tanpa ekstremisme. Keadilan (Al‑Itidal) diwujudkan melalui keadilan terhadap orang lain, menjaga kebersihan lingkungan, serta memastikan perlakuan yang setara bagi semua siswa tanpa memandang latar belakang agama.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa guru pendidikan agama menerapkan berbagai strategi—pembelajaran, praktik harian, peran model, dan kegiatan ekstrakurikuler—untuk menanamkan nilai moderasi beragama pada siswa, yang tercermin dalam nilai At‑Tawassuth (perlakuan setara), Al‑Itidal (keadilan dan kebersihan lingkungan), serta At‑Tasaamuh (toleransi).Selain itu, nilai-nilai lain seperti Asy‑Syura, Al‑Muwatanah, La‑Unf, Itibar al‑Urf, dan At‑Taawun juga dibangun melalui partisipasi seluruh pemangku kepentingan sekolah.Upaya terintegrasi ini bertujuan menciptakan budaya sekolah yang menghidupi prinsip moderasi beragama.

Penelitian selanjutnya dapat menguji efektivitas strategi-strategi yang telah diidentifikasi dengan menggunakan pendekatan kuantitatif untuk mengukur perubahan sikap siswa terhadap moderasi beragama secara lebih objektif; peneliti dapat merancang survei pre‑post intervensi di beberapa sekolah menengah atas. Selanjutnya, penting untuk memperluas ruang lingkup studi ke sekolah-sekolah di wilayah lain maupun dengan latar belakang budaya yang berbeda, guna mengetahui apakah strategi yang sama dapat diadaptasi atau memerlukan modifikasi khusus, sehingga dapat menghasilkan model strategi yang bersifat kontekstual dan dapat direplikasi. Terakhir, penelitian dapat mengeksplorasi peran teknologi digital, seperti platform e‑learning atau media sosial, dalam memperkuat nilai moderasi beragama, dengan merancang proyek pilot yang mengintegrasikan konten moderasi ke dalam materi pembelajaran daring dan menilai dampaknya terhadap keterlibatan serta pemahaman siswa.

  1. A Model of School Learning - John B. Carroll, 1963. model school learning john carroll skip main content... doi.org/10.1177/016146816306400801A Model of School Learning John B Carroll 1963 model school learning john carroll skip main content doi 10 1177 016146816306400801
  2. Focused Interactive Learning: A Tool for Active Class Discussion - Helen C. Harton, Deborah S. Richardson,... journals.sagepub.com/doi/10.1207/S15328023TOP2901_03Focused Interactive Learning A Tool for Active Class Discussion Helen C Harton Deborah S Richardson journals sagepub doi 10 1207 S15328023TOP2901 03
  3. The Effectiveness of Cooperative Learning - Hsiung - 2012 - Journal of Engineering Education - Wiley... onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1002/j.2168-9830.2012.tb00044.xThe Effectiveness of Cooperative Learning Hsiung 2012 Journal of Engineering Education Wiley onlinelibrary wiley doi 10 1002 j 2168 9830 2012 tb00044 x
Read online
File size516.77 KB
Pages15
DMCAReport

Related /

ads-block-test