PKKBPKKB

Genitri: Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang KesehatanGenitri: Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Kesehatan

Indikator Indeks pembangunan manusia salah satunya tentang kesehatan, dimana IPM adalah salah satu tolak ukur keberhasilan suatu bangsa. Keberhasilan suatu bangsa dapat dilihat dari kualitas masyarakat hiduo sehat dan sejahtera, oleh sebab itu maka diperlukannya suatu upaya untuk meningkatkan kesehtan masyarakat yang nantinya akan menentukan derajat keberhasilan pembangunan bangsa Indonesia. Kesehatan bukan hanya sejahtera secara fisik tetapi juga berdaya secara mental serca bebas dari kelemahan ataupun kecacatan. Kesehatan dibangun mulai dari unit kecil yaitu keluarga dimana kondisi kesehatan keluarga merupakan aspek utama dari tolak ukur kesehatan. Ibu dan anak merupakan komponen keluarga yang tergolong rentan terjadinya gangguan kesehatan. Kegiatan ini dilaksanakan pada bulan Desember 2022, menggunakan media online (zoom). Adapun peserta pada kegiatan ini berjumlah 48 orang yang terdiri dari remaja laki-laki dan perempuan dengan rentang usia 19 sd 22 tahun. Kegiatan ini terdiri dari tiga tahap tahap pertama responden diberikan diberikan soal prestest kemudian tahap ke dua responden diberikan intervensi dalam bentuk penyampaian materi dan tahap ketiga adalah responden diberikan soal posttes. Analisis data kuantitatif didapatkan hasil bahwa terjadi peningkatan pengetahuan responden sebelum dan sesudah pemberian materi. Dimana sebelum diberikan materi rata-rata nilai responden 83.99 dan setelah diberikan materi mengalami peningkatan dengan rata-rata 88.82. Adapun materi yang perlu diperdalam lagi terkait indikator PHBD serta gejala dari gangguan mental pada ibu dan anak. Kegiatan berkelanjutan diharapkan perlunya melakukan edukasi pada peserta dengan target yang lebih luas lagi melalui kegiatan ekstrakurikuler yang ada di kampus).

Berdasarkan pengabdian masyarakat, kesadaran hidup bersih dan sehat baik dari segi fisik maupun mental telah meningkat secara signifikan.Pertama, kegiatan Tri Dharma Perguruan Tinggi terlaksana dengan baik sesuai rencana.Kedua, pengetahuan responden mengenai hidup bersih dan sehat, baik secara fisik maupun mental, menunjukkan peningkatan yang jelas.

Penelitian lanjutan dapat mengevaluasi efek jangka panjang pendidikan kesehatan reproduksi dan mental pada remaja dengan melakukan survei tindak lanjut selama satu hingga dua tahun untuk melihat perubahan perilaku dan kesejahteraan; selanjutnya, studi komparatif antara intervensi daring dan tatap muka dapat mengidentifikasi perbedaan efektivitas serta kendala masing-masing metode, sehingga dapat dioptimalkan strategi penyuluhan; terakhir, penelitian yang melibatkan anggota keluarga, khususnya orang tua, dalam program edukasi dapat menilai kontribusi dukungan keluarga terhadap peningkatan pengetahuan dan praktik kesehatan reproduksi serta kesehatan mental pada remaja, dengan fokus pada dinamika interaksi keluarga dan dampaknya pada hasil kesehatan.

Read online
File size161.17 KB
Pages5
DMCAReport

Related /

ads-block-test