MKRIMKRI
Jurnal KonstitusiJurnal KonstitusiSejak Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 100/PUU-XIII/2015, fenomena calon tunggal dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) meningkat secara signifikan. Fenomena ini menimbulkan dilema konstitusional dan demokratis karena memicu krisis legitimasi substantif serta melemahkan kompetisi politik. Pragmatisme partai politik dan lemahnya sistem kaderisasi semakin memperparah minimnya kontestasi. Penelitian ini bertujuan menelaah dasar legitimasi konstitusional keberadaan calon tunggal dalam Pilkada, mengevaluasi tanggung jawab partai politik atas rendahnya tingkat kompetisi, serta mengidentifikasi alternatif normatif untuk mencegah dominasi calon tunggal dalam pemilihan lokal. Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif dengan tiga pendekatan: perundang-undangan, konseptual, dan komparatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara formal calon tunggal konstitusional; namun, legitimasi substantifnya patut dipertanyakan karena terbatasnya pilihan politik dan tidak optimalnya fungsi rekrutmen partai. Praktik “memborong dukungan partai oleh kandidat kuat serta dominasi elite partai mempersempit ruang kompetisi. Untuk mencegah hal tersebut, diperlukan reformasi regulasi yang mencakup penguatan kaderisasi, pembatasan batas atas koalisi partai, dan fasilitasi pencalonan perseorangan sebagai alternatif politik. Dengan demikian, demokrasi lokal dapat menjadi lebih kompetitif, partisipatif, dan substantif.
Fenomena calon tunggal yang meningkat dalam Pilkada mencerminkan kegagalan sistemik partai politik, ditandai oleh lemahnya kaderisasi, dominasi elite, dan pragmatisme yang mengikis idealisme demokrasi, meskipun secara formal konstitusional.Kondisi ini secara substansi merusak kualitas demokrasi lokal karena membatasi pilihan pemilih dan melemahkan kompetisi serta mekanisme checks and balances, diperparah oleh praktik pemborongan dukungan partai tanpa mengedepankan merit kaderisasi.Oleh karena itu, reformasi komprehensif diperlukan, meliputi penguatan kaderisasi partai, pembatasan maksimal koalisi, dan fasilitas yang lebih proporsional bagi calon independen, guna menciptakan demokrasi lokal yang lebih kompetitif, partisipatif, dan substantif.
Mengingat penelitian ini telah mengidentifikasi akar masalah calon tunggal Pilkada dari perspektif hukum normatif dan kelembagaan partai politik, studi lanjutan yang berfokus pada dimensi empiris dan perilaku aktor dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam. Salah satu arah penelitian yang krusial adalah mengevaluasi secara empiris efektivitas implementasi reformasi regulasi yang diusulkan, seperti pembatasan batas atas koalisi partai dan peningkatan fasilitas bagi calon independen. Penelitian ini dapat menyelidiki bagaimana perubahan regulasi tersebut benar-benar mempengaruhi dinamika rekrutmen politik, perilaku partai dalam membentuk koalisi, serta dampaknya terhadap tingkat kompetisi elektoral dan kualitas kaderisasi partai di lapangan. Selain itu, penting juga untuk menggali lebih jauh persepsi dan respons masyarakat terhadap fenomena calon tunggal. Sebuah studi kualitatif atau survei skala besar dapat menelisik motivasi di balik pilihan pemilih, baik yang mendukung calon tunggal maupun yang memilih kotak kosong, serta bagaimana pengalaman ini membentuk kepercayaan mereka terhadap proses demokrasi lokal dan legitimasi pemimpin terpilih. Penelitian ini akan membantu memahami tuntutan publik terhadap persaingan politik yang sehat. Terakhir, mengingat isu pragmatisme partai dan praktik mahar politik yang disebutkan, penelitian lanjutan dapat menganalisis secara lebih rinci insentif ekonomi dan politik yang mendorong partai untuk memilih kandidat berdasarkan modal finansial daripada merit. Dengan demikian, kita bisa merumuskan rekomendasi kebijakan yang lebih tepat sasaran untuk mendorong partai membangun sistem kaderisasi yang kuat dan transparan, sehingga tidak lagi bergantung pada figur instan atau calon bermodal besar.
- Constitutional Legitimacy and Institutional Behavior of Political Parties in the 2024 Regional Elections:... jurnalkonstitusi.mkri.id/index.php/jk/article/view/2677Constitutional Legitimacy and Institutional Behavior of Political Parties in the 2024 Regional Elections jurnalkonstitusi mkri index php jk article view 2677
- DOI Name 10.62383 Values. name values index type timestamp data serv crossref email support desc prefix... doi.org/10.62383DOI Name 10 62383 Values name values index type timestamp data serv crossref email support desc prefix doi 10 62383
- Gerakan Koko Pede Mengantisipasi Calon Tunggal pada Pilkada Kebumen Tahun 2024 | Cakrawala : Jurnal Kajian... ejournal.iainu-kebumen.ac.id/index.php/cka/article/view/2462Gerakan Koko Pede Mengantisipasi Calon Tunggal pada Pilkada Kebumen Tahun 2024 Cakrawala Jurnal Kajian ejournal iainu kebumen ac index php cka article view 2462
- Fenomena Calon Tunggal dan Arah Gerak Partai Politik Pada Pemilihan Kepala Daerah Kabupaten/Kota 2024... ejournal.uigm.ac.id/index.php/PDP/article/view/5105Fenomena Calon Tunggal dan Arah Gerak Partai Politik Pada Pemilihan Kepala Daerah Kabupaten Kota 2024 ejournal uigm ac index php PDP article view 5105
| File size | 560.86 KB |
| Pages | 24 |
| DMCA | Report |
Related /
MKRIMKRI Dengan demikian kami mengusulkan metode omnibus tematik. Prinsip tematik dalam metode Omnibus lahir dari perintah asas Negara Hukum yang diatur dalam asasDengan demikian kami mengusulkan metode omnibus tematik. Prinsip tematik dalam metode Omnibus lahir dari perintah asas Negara Hukum yang diatur dalam asas
IPTSIPTS Kemudian juga tata tertib pelaksanaan Mangulosi berturut‑turut pada aturan adat yang sudah diturunkan turun menurun dari nenek moyang pada saat memberianKemudian juga tata tertib pelaksanaan Mangulosi berturut‑turut pada aturan adat yang sudah diturunkan turun menurun dari nenek moyang pada saat memberian
MKRIMKRI Secara normatif, artikel ini menganjurkan adopsi uji proporsionalitas terstruktur untuk memperjelas beban pembuktian pada pembentuk undang-undang dan menyediakanSecara normatif, artikel ini menganjurkan adopsi uji proporsionalitas terstruktur untuk memperjelas beban pembuktian pada pembentuk undang-undang dan menyediakan
MKRIMKRI Penerapan sistem pemilu campuran merupakan alternatif yang dapat dipertimbangkan untuk menciptakan pemurnian sistem presidensial. Hal tersebut sejalanPenerapan sistem pemilu campuran merupakan alternatif yang dapat dipertimbangkan untuk menciptakan pemurnian sistem presidensial. Hal tersebut sejalan
MKRIMKRI Untuk itu, tulisan ini mengkaji problematika hukum terkait kewenangan penyidikan tindak pidana sektor jasa keuangan pasca Putusan Mahkamah Konstitusi NomorUntuk itu, tulisan ini mengkaji problematika hukum terkait kewenangan penyidikan tindak pidana sektor jasa keuangan pasca Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor
MKRIMKRI Kompetisi Pemilihan Presiden telah selesai dengan pasangan kandidat nomor 1 Prabowo‑Gibran keluar sebagai pemenang, namun secara substansial PilpresKompetisi Pemilihan Presiden telah selesai dengan pasangan kandidat nomor 1 Prabowo‑Gibran keluar sebagai pemenang, namun secara substansial Pilpres
STISDARUSSALAMSTISDARUSSALAM International human rights instruments and national legislation have increasingly recognized communal land ownership rights, including the Permanent InalienabilityInternational human rights instruments and national legislation have increasingly recognized communal land ownership rights, including the Permanent Inalienability
RIAURIAU Kata kunci: kompetensi, pendidikan, unggulan daerah, kelapa. Kabupaten Indragiri Hilir memerlukan lulusan SMK yang memiliki kompetensi bidang keahlianKata kunci: kompetensi, pendidikan, unggulan daerah, kelapa. Kabupaten Indragiri Hilir memerlukan lulusan SMK yang memiliki kompetensi bidang keahlian
Useful /
UNIDA ACEHUNIDA ACEH Penduduk Kota Langsa berjumlah ± 185.971jiwa melakukan berbagai kegiatan. Warga kota Langsa sering melakukan perjalanan ke Medan dengan transportasi daratPenduduk Kota Langsa berjumlah ± 185.971jiwa melakukan berbagai kegiatan. Warga kota Langsa sering melakukan perjalanan ke Medan dengan transportasi darat
MUTIARAHATIMOESLEMMUTIARAHATIMOESLEM Tahapan kegiatan meliputi survei lokasi, pembuatan desain papan petunjuk, proses produksi bekerja sama dengan pelaku UMKM lokal, pengecatan, hingga pemasanganTahapan kegiatan meliputi survei lokasi, pembuatan desain papan petunjuk, proses produksi bekerja sama dengan pelaku UMKM lokal, pengecatan, hingga pemasangan
MKRIMKRI Dari sudut pandang utilitarianisme, kebijakan ini menciptakan manfaat yang lebih luas bagi peserta pemilu sehingga meningkatkan partisipasi, keadilan elektoral,Dari sudut pandang utilitarianisme, kebijakan ini menciptakan manfaat yang lebih luas bagi peserta pemilu sehingga meningkatkan partisipasi, keadilan elektoral,
IAISAMBASIAISAMBAS Data dikumpulkan dengan menggunakan observasi dan tes. Analisis data menggunakan analisis data kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkanData dikumpulkan dengan menggunakan observasi dan tes. Analisis data menggunakan analisis data kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan