UNDIPUNDIP

Jurnal Riset Kesehatan MasyarakatJurnal Riset Kesehatan Masyarakat

Higiene sanitasi pangan merupakan implementasi makanan sehat dan aman dengan meningkatkan derajat kesehatan yang harus memperhatikan tingkat kualitas pangan secara bakteriologis, kimiawi, dan fisik. Penjamah makanan di Instalasi Gizi RSUD Pemangkat ditemukan tidak menggunakan sarung tangan saat mengolah makanan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menggambarkan tingkat pengetahuan, sikap, dan perilaku higiene sanitasi pada penjamah makanan di Instalasi Gizi RSUD Pemangkat. Penelitian ini bersifat deskriptif, menggambarkan tingkat pengetahuan, sikap, dan perilaku higiene penjamah makanan di Instalasi Gizi RSUD Pemangkat. Hasil analisis lapangan dari gambaran tingkat pengetahuan, sikap, dan perilaku higiene penjamah makanan di Instalasi Gizi RSUD Pemangkat menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan penjamah makanan 100% berkategori baik, sikap penjamah makanan 90% berkategori baik, dan perilaku penjamah makanan 100% berkategori baik. Kesimpulan dari penelitian ini adalah 10% penjamah makanan memiliki sikap yang cukup, hal ini disebabkan oleh sikap penjamah yang kurang baik sehingga dapat memengaruhi tingkat higiene sanitasi pada makanan.

Pengetahuan penjamah makanan tentang higiene sanitasi di Instalasi Gizi RSUD Pemangkat sudah baik, hal ini dikarenakan seluruh penjamah makanan memiliki pendidikan SMA.Sikap penjamah makanan di Instalasi Gizi RSUD Pemangkat masih ditemukan 10% responden memiliki sikap yang cukup, hal ini meskipun sedikit tentu dapat mempengaruhi tingkat higiene sanitasi pada makanan.Perilaku penjamah makanan di Instalasi Gizi RSUD Pemangkat sudah baik dalam penerapan higiene sanitasi penjamah makanan.

Meskipun penelitian ini menunjukkan tingkat pengetahuan dan perilaku higiene yang umumnya baik pada penjamah makanan, terdapat beberapa temuan menarik mengenai sikap dan praktik yang masih memerlukan perhatian, seperti penggunaan masker yang belum optimal dan kepatuhan terhadap sistem penyimpanan bahan makanan FIFO. Oleh karena itu, penelitian lanjutan dapat fokus pada eksplorasi mendalam mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi kesenjangan antara pengetahuan yang baik dengan praktik sehari-hari yang belum sepenuhnya sempurna. Misalnya, studi kualitatif melalui wawancara mendalam atau diskusi kelompok terarah bisa dilakukan untuk memahami persepsi penjamah makanan, kendala praktis, atau faktor budaya kerja yang mungkin menghambat penerapan higiene sanitasi secara konsisten. Selain itu, dengan adanya identifikasi perilaku yang kurang tepat, seperti kebiasaan mengobrol saat bekerja atau kurangnya perhatian terhadap kebersihan kuku, penelitian dapat dirancang untuk menguji efektivitas intervensi perilaku spesifik. Intervensi tersebut dapat berupa pelatihan praktis, penyediaan fasilitas yang lebih nyaman (misalnya masker yang ergonomis), atau pemasangan poster pengingat di area kerja. Sebuah studi eksperimental dapat membandingkan dampak intervensi ini terhadap perubahan perilaku penjamah makanan dalam jangka panjang. Terakhir, mengingat pentingnya higiene sanitasi dalam lingkungan rumah sakit, penelitian di masa depan bisa memperluas fokus dari penjamah makanan individual ke aspek sistemik. Analisis terhadap peran manajemen instalasi gizi, kebijakan pengawasan, serta ketersediaan sarana dan prasarana penunjang higiene sanitasi akan sangat berguna. Hal ini bertujuan untuk mengidentifikasi bagaimana faktor-faktor organisasi dapat mendukung atau menjadi tantangan dalam menjaga standar kebersihan pangan, sehingga rekomendasi tidak hanya bersifat individual tetapi juga struktural demi peningkatan kualitas layanan kesehatan secara keseluruhan.

  1. Gambaran Tingkat Pengetahuan, Sikap Dan Perilaku Higiene Sanitasi Pada Penjamah Makanan Di Instalasi... doi.org/10.14710/jrkm.2024.22138Gambaran Tingkat Pengetahuan Sikap Dan Perilaku Higiene Sanitasi Pada Penjamah Makanan Di Instalasi doi 10 14710 jrkm 2024 22138
Read online
File size374.76 KB
Pages5
DMCAReport

Related /

ads-block-test