UIGMUIGM

Jurnal Abdimas MandiriJurnal Abdimas Mandiri

Kekerasan masih menjadi perhatian penting terutama di satuan pendidikan menengah. Cakupannya meliputi perundungan, kekerasan seksual, serta intoleransi yang berdampak pada keamanan dan kenyamanan para siswa. Fenomena ini masih diperkuat dengan rendahnya tingkat pemahaman siswa terhadap jenis-jenis kekerasan, serta belum optimalnya pemanfaatan media teknologi informasi dan komunikasi untuk kampanye edukatif. Kota Palembang, salah satu yang terbesar di Pulau Sumatera, tidak luput dari fenomena kekerasan di kalangan anak dan remaja. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PkM) di SMA Negeri 14 Palembang ini dirancang untuk menyasar persoalan tersebut, dengan cara memberdayakan kalangan Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) di sekolah tersebut sebagai agen diseminasi nilai anti kekerasan di lingkungan sekolah. Metode PkM ini mentitikberatkan pada pendekatan partisipatif yang mencakup persiapan, pelatihan tematik anti kekerasan (perundungan, kekerasan seksual, intoleransi), pelatihan literasi digital dan pembuatan konten kampanye memanfaatkan aplikasi Canva, diseminasi hasil, serta monitoring dan evaluasi. Adapun jumlah peserta kegiatan PkM di SMA Negeri 14 Palembang ini berjumlah 20 orang siswa kelas X dan XI yang merupakan anggota pengurus OSIS. Indikator yang diukur mencakup pemahaman peserta mengenai aspek kesadaran kritis, kepemimpinan sosial pelajar, dan aspek kepemimpinan dan kolaborasi digital dalam memproduksi konten kampanye anti kekerasan di lingkungan sekolah. Secara keseluruhan, hasil kegiatan menunjukkan peningkatan yang signifikan pada indikator yang diukur, yang mencakup kesadaran kritis, kepemimpinan sosial pelajar, dan kolaborasi digital dalam memproduksi konten kampanye anti kekerasan di lingkungan sekolah. Peningkatan tersebut terpapar melalui perbandingan hasil pre-test dan post-test yang menunjukkan rata-rata peningkatan persentase sebesar 54%. Kegiatan ini menyimpulkan bahwa pemberdayaan OSIS merupakan strategi efektif guna mendorong terciptanya budaya sekolah yang inklusif, aman, serta bebas dari kekerasan.

Berdasarkan kegiatan PkM ini, penulis menyimpulkan bahwa program pemberdayaan OSIS SMA Negeri 14 Palembang berhasil mencapai tujuan utama dengan peningkatan rata-rata 54% pada kesadaran kritis, kepemimpinan sosial, dan literasi digital siswa, serta menghasilkan poster kampanye yang berkualitas tinggi dan diterima baik oleh peserta.Selain itu, keterbatasan waktu dan cakupan peserta yang masih terbatas pada satu sekolah mengindikasikan perlunya perluasan program ke sekolah lain.Oleh karena itu, kegiatan PkM selanjutnya diharapkan dapat menargetkan cakupan yang lebih luas, termasuk sekolah swasta dan kejuruan di Kota Palembang serta secara umum di Sumatera Selatan.

Penelitian lanjutan dapat mengevaluasi efektivitas pemberdayaan OSIS secara lintas sekolah dengan membandingkan sekolah negeri, swasta, dan kejuruan di Palembang serta Sumatera Selatan untuk menilai faktor skalabilitas dan konteks lokal; selanjutnya, studi longitudinal selama satu tahun dapat mengukur dampak jangka panjang pelatihan literasi digital terhadap sikap dan perilaku anti‑kekerasan siswa, termasuk perubahan frekuensi insiden kekerasan; terakhir, penelitian dapat membandingkan peran kampanye digital yang dipimpin oleh teman sebaya dengan intervensi yang dipandu guru dalam mengurangi perundungan dan kekerasan seksual, guna mengidentifikasi model kolaborasi yang paling efektif dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan inklusif.

  1. Schools as Sites of Activism: Students' Political Socialisation and Activism at School - Barrance... onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1111/chso.70000Schools as Sites of Activism Students Political Socialisation and Activism at School Barrance onlinelibrary wiley doi 10 1111 chso 70000
Read online
File size461.15 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test