UIGMUIGM
Jurnal Abdimas MandiriJurnal Abdimas MandiriWilayah pesisir Sawah Luhur menghadapi permasalahan serius terkait penumpukan limbah cangkang kerang yang berpotensi mencemari lingkungan dan menurunkan kualitas hidup masyarakat sekitar. Kondisi ini menunjukkan perlunya solusi inovatif yang tidak hanya mampu mengurangi dampak pencemaran, tetapi juga memberikan nilai tambah secara ekonomi. Topik pengabdian masyarakat ini dipilih karena limbah cangkang kerang memiliki potensi besar untuk diolah menjadi produk bernilai jual, sehingga mampu menciptakan sumber pendapatan alternatif bagi masyarakat pesisir sekaligus mendorong terwujudnya pembangunan berkelanjutan. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui pendekatan community empowerment yang berbasis partisipasi aktif masyarakat. Tahapan pelaksanaan mencakup sosialisasi mengenai dampak limbah dan peluang pemanfaatannya, pelatihan teknis pengolahan cangkang kerang menjadi produk bernilai ekonomi seperti batako, pendampingan proses produksi, serta pembentukan kelompok usaha kecil berbasis komunitas. Dengan metode ini, masyarakat tidak hanya memperoleh keterampilan baru, tetapi juga didorong untuk berkolaborasi dalam mengembangkan usaha bersama. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengelola limbah cangkang kerang, terbentuknya kelompok usaha mikro yang mampu menghasilkan produk bernilai tambah, serta berkurangnya pencemaran lingkungan pesisir akibat penumpukan limbah. Program ini membuktikan bahwa pemberdayaan masyarakat berbasis pengolahan limbah dapat memberikan manfaat ganda, yakni meningkatkan kesejahteraan ekonomi rumah tangga nelayan dan menjaga kelestarian lingkungan. Selanjutnya bertujuan meningkatkan kapasitas manajemen keuangan anggota UMKM Rumah Produksi Kerang Hijau melalui pelatihan dan penerapan sistem yang efektif. Hasil kuisioner menunjukkan terjadi peningkatan pemahaman, nilai pre-test sebesar 52,7 sedangkan post-test meningkat menjadi 86,9.
Program pemberdayaan masyarakat di Sawah Luhur yang mengaplikasikan pendekatan ekonomi biru berhasil mengurangi limbah cangkang kerang dan meningkatkan pemanfaatan sumber daya alam secara berkelanjutan.Kegiatan ini meningkatkan pendapatan rumah tangga, keterampilan pengolahan limbah, serta kesadaran lingkungan, sekaligus memperbaiki kemampuan manajemen keuangan mitra dari nilai pre‑test 52,7 menjadi 86,9.Hasil tersebut menunjukkan potensi model kolaborasi antara pemerintah, swasta, dan komunitas untuk memperluas produksi dan pemasaran produk bernilai tambah, sehingga menjadi langkah awal bagi pengembangan ekonomi dan pelestarian lingkungan pesisir.
Penelitian selanjutnya dapat mengevaluasi dampak lingkungan jangka panjang dari penggunaan limbah cangkang kerang sebagai bahan baku batako, dengan mengukur perubahan kualitas air, tanah, dan keanekaragaman hayati di kawasan pesisir Sawah Luhur. Selain itu, studi dapat membandingkan tingkat pencemaran sebelum dan sesudah intervensi untuk menilai efektivitas pengolahan limbah. Selanjutnya, perlu dikaji potensi pengembangan produk bernilai tambah lain, seperti bahan baku bioaktif atau pupuk organik, yang dapat memperluas nilai ekonomi limbah kerang dan meningkatkan diversifikasi usaha masyarakat. Penelitian tersebut dapat melibatkan uji laboratorium serta uji pasar untuk menentukan kelayakan komersial. Terakhir, studi komparatif dapat dilakukan untuk menguji skalabilitas model pemberdayaan berbasis ekonomi biru pada komunitas pesisir lainnya, sehingga dapat mengidentifikasi faktor‑faktor kunci keberhasilan dan adaptasi kebijakan yang mendukung replikasi program secara nasional. Dengan menjawab pertanyaan‑pertanyaan ini, penelitian lanjutan akan memperkuat dasar ilmiah bagi kebijakan pengelolaan limbah laut dan pemberdayaan ekonomi komunitas. Hasil temuan diharapkan dapat menjadi dasar bagi perancangan program pendampingan teknis dan kebijakan insentif fiskal yang mendukung adopsi teknologi ramah lingkungan di wilayah pesisir lainnya.
- Pelatihan Administrasi Keuangan dan Manajemen Pemasaran Usaha Kecil Menengah (UKM) Bagi Kelompok Pengolah... doi.org/10.52643/pamas.v7i1.2914Pelatihan Administrasi Keuangan dan Manajemen Pemasaran Usaha Kecil Menengah UKM Bagi Kelompok Pengolah doi 10 52643 pamas v7i1 2914
- Peningkatan Kemampuan Mengelola Keuangan untuk Kesejahteraan Masyarakat Desa Sooko Gresik | Jurnal Abdimas... doi.org/10.36982/jam.v9i2.5397Peningkatan Kemampuan Mengelola Keuangan untuk Kesejahteraan Masyarakat Desa Sooko Gresik Jurnal Abdimas doi 10 36982 jam v9i2 5397
| File size | 490.49 KB |
| Pages | 9 |
| DMCA | Report |
Related /
BSIBSI Evaluasi menunjukkan 87% peserta memahami dampak limbah, 91% memahami fungsi mesin, 83% mampu mengoperasikan, 89% menilai mudah digunakan, 85% melihatEvaluasi menunjukkan 87% peserta memahami dampak limbah, 91% memahami fungsi mesin, 83% mampu mengoperasikan, 89% menilai mudah digunakan, 85% melihat
NASETJOURNALNASETJOURNAL PK2-1C. Jalur ko-utilisasi xilosa yang kuat diintegrasikan menggunakan gen yang dioptimalkan kodon dari Scheffersomyces stipitis. Jalur biosintesis PHBPK2-1C. Jalur ko-utilisasi xilosa yang kuat diintegrasikan menggunakan gen yang dioptimalkan kodon dari Scheffersomyces stipitis. Jalur biosintesis PHB
IPBIPB Bioplastik ini memiliki nilai degradasi 43%, kekuatan tarik 0,54 Mpa, dan elongasi 15,33%. Uji FTIR menunjukkan adanya gugus fungsi (C=C), (CO), (CH),Bioplastik ini memiliki nilai degradasi 43%, kekuatan tarik 0,54 Mpa, dan elongasi 15,33%. Uji FTIR menunjukkan adanya gugus fungsi (C=C), (CO), (CH),
UNSULBARUNSULBAR The study emphasized the importance of sustainable practices, community involvement, and the integration of agriculture and livestock farming. FurtherThe study emphasized the importance of sustainable practices, community involvement, and the integration of agriculture and livestock farming. Further
UNSULBARUNSULBAR Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penambahan enkapsulasi ekstrak sirih cina (Peperomia pellucida) pada ransum terhadap konsumsi kalsium, panjangPenelitian ini bertujuan untuk mengkaji penambahan enkapsulasi ekstrak sirih cina (Peperomia pellucida) pada ransum terhadap konsumsi kalsium, panjang
UNSULBARUNSULBAR Enkapsulasi ekstrak daun tahongai (EEDT) sebagai aditif perlakuan. Penelitian disusun menggunakan rancangan acak lengkap dengan 5 perlakuan dan 5 ulangan,Enkapsulasi ekstrak daun tahongai (EEDT) sebagai aditif perlakuan. Penelitian disusun menggunakan rancangan acak lengkap dengan 5 perlakuan dan 5 ulangan,
UNSULBARUNSULBAR Penelitian bertujuan untuk mengkaji penambahan enkapsulasi ekstrak buah parijoto (Medinilla speciosa) pada ransum terhadap panjang dan bobot relatif ileumPenelitian bertujuan untuk mengkaji penambahan enkapsulasi ekstrak buah parijoto (Medinilla speciosa) pada ransum terhadap panjang dan bobot relatif ileum
UNSULBARUNSULBAR Data diolah menggunakan analisis ragam pada taraf signifikansi 5 %, jika berpengaruh nyata maka dilanjutkan dengan uji Duncan pada taraf signifikansi 5Data diolah menggunakan analisis ragam pada taraf signifikansi 5 %, jika berpengaruh nyata maka dilanjutkan dengan uji Duncan pada taraf signifikansi 5
Useful /
STAIN KEPRISTAIN KEPRI Transformasi PERSIS melalui LAZ PERSIS menunjukkan reartikulasi gerakan keagamaan yang mempertahankan fondasi purifikasi akidah, sekaligus memperluas manifestasiTransformasi PERSIS melalui LAZ PERSIS menunjukkan reartikulasi gerakan keagamaan yang mempertahankan fondasi purifikasi akidah, sekaligus memperluas manifestasi
UIGMUIGM Pengabdian Masyarakat ini mendeskripsikan pendekatan Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Fakultas Ekonomi di Desa Muara Damai, Kecamatan Sembawa, KabupatenPengabdian Masyarakat ini mendeskripsikan pendekatan Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Fakultas Ekonomi di Desa Muara Damai, Kecamatan Sembawa, Kabupaten
IPBIPB Oleh karena itu, sangat penting untuk membuat peta bahaya banjir yang mudah dipahami dan mudah dimengerti yang menekankan efek mitigasi dari manajemen.Oleh karena itu, sangat penting untuk membuat peta bahaya banjir yang mudah dipahami dan mudah dimengerti yang menekankan efek mitigasi dari manajemen.
IPBIPB Periode inkubasi untuk hatchery semi-alam adalah 60–80 hari. Tingkat keberhasilan penetasan telur Maleo mencapai 60,18% dalam kategori sedang. LokasiPeriode inkubasi untuk hatchery semi-alam adalah 60–80 hari. Tingkat keberhasilan penetasan telur Maleo mencapai 60,18% dalam kategori sedang. Lokasi